XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label maggie q. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maggie q. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Agustus 2010

KING OF FIGHTERS : Pusaka Pembuka Pertarungan Dimensi Virtual

Tagline:
Live-action feature based on the video game "King of Fighters".

Storyline:
Agen CIA, Terry Bogard menugaskan Mai Shianui untuk bekerjasama dengan Iori Yagami yang memiliki teori bahwa kalung dan cermin yang dimiliki Chizuru jika disatukan akan membuka jalan ke dimensi lain. Juga ada pedang pusaka milik Saisyu Kusanagi yang diincar Rugal Bernstein untuk berkuasa sebagai pendekar dunia virtual King of Fighters. Tujuan Rugal hanya satu yaitu menggabungkan dunia virtual tersebut dengan dunia nyata. Kini klan Kusanagi mengandalkan Kyo yang harus tandem dengan Mai, Iori dan Terry untuk menghentikan aksi Rugal yang ingin menghancurkan peradaban tersebut.

Nice-to-know:
Untuk peredaran Asia nya dipercayakan pada Micott & Basara K.K. sebagai distributor resmi.

Cast:
Sempat mendukung ansambel drama New York, I Love You kini Maggie Q kebagian peran utama sebagai Mai Shiranui
Publik Indonesia mengenalnya dalam Never Back Down (2008), Sean Faris kali ini bermain sebagai Kyo Kusanagi yang harus menuntaskan dendamnya terhadap musuh keluarganya.
Will Yun Lee sebagai Iori Yagami
David Leitch sebagai Terry Bogard
Ray Park sebagai Rugal Bernstein
Sam Hargrave sebagai Ryo Sakazaki
Françoise Yip sebagai Chizuru

Director:
Gordon Chan merupakan nama besar di Hongkong yang memulai debut penyutradaraannya lewat 18 Golden Destroyers (1985).

Comment:
Tidak jera nampaknya produser berusaha mengangkat live action video game ke dalam film aksi laga meski biasanya diprediksi gagal apalagi berkaca pada sejarah film-film sejenis yang muncul lebih dahulu. Kali ini seorang Gordon Chan yang sudah tersohor di Hongkong dan mulai menapak tangga Hollywood dipercayakan bujet sebesar 12 juta dollar untuk mengangkat KoF dengan jajaran bintang terbaik yang bisa ia kumpulkan (sebisanya) dan tidak heran jika menemukan nama-nama Asia yang sudah berkiprah di Hollywood sebelumnya. Sebut saja Maggie Q dan Will Yun yang divisualisasikan cool dengan kostum berwarna gelap. Belum lagi Sean Farris yang terlihat good looking dan digambarkan berdarah Kaukasia-Jepang sekaligus. Walaupun trio tersebut sudah melakukan kinerja maksimal, tampaknya belum mampu menyelamatkan identitas film yang berdiri di tengah sisi Asian dan Hollywood sekaligus.
Faktor utama adalah plotnya yang non eksis, absurd seperti video gamenya yang nyaris tanpa storyline. Dari kenyataan tersebut, apapun subplot yang coba dikembangkan untuk merekonstruksi cerita tidak ada gunanya. Koreografinya juga terkesan hancur dimana proses editing yang tidak mulus terasa sekali. Coba perhatikan scene dimana fighting motion Maggie ataupun Faris sangat terlihat visual efeknya. Belum lagi sinematografi serba kelam dan hitam yang mungkin dimaksudkan untuk membangun nuansa magis nan misterius tapi maaf, malah membuat saya mengantuk dan beberapa penonton lain mati kebosanan (atau kelaparan?) menunggu jam berbuka puasa, beberapa diantaranya meninggalkan bioskop lebih awal.
The King Of Fighters seharusnya memiliki pilihan terbaik yaitu tidak perlu mencoba bercerita tetapi langsung fokus pada laga di dunia virtual saja, one-on-one match ataupun tandem. Setidaknya hal itu bisa lebih memuaskan calon penonton yang sudah mengenal gamenya terlebih dahulu. Atas semua kekeliruan itu, kualitas Street Fighter : The Legend Of Chun Li serasa dua kali lebih bagus ataupun Tekken yang tiga kali lipat daripada ini! Ouch!!!

Durasi:
90 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 31 Oktober 2009

WARRIOR AND THE WOLF : Mitos Serigala dan Pejuang Berhati Lembut

Storyline:
Di masa perang terjadi sebelum negeri China bersatu, ribuan prajurit dikirim untuk bertempur secara brutal. Akan tetapi berbeda dengan Lu Chenkang yang bersifat pemberani, loyal dan memiliki keahlian berperang yang tinggi. Tidak hanya itu, Lu juga lembut hatinya dan menghindari pembunuhan. Pada waktu, ia memimpin pasukannya untuk menyerang sebuah desa misterius, Lu bertemu seorang wanita muda yang bersembunyi dari badai salju. Lambat laun mereka saling jatuh cinta.

Nice-to-know:
Berjudul asli Lang zai ji dan dirilis di China pada tanggal 2 Oktober 2009.

Cast:
Maggie Q
Jô Odagiri sebagai Lu Chenkang
Chung Hua Tou

Director:
Tian Zhuangzhuang sebelumnya paling dikenal lewat Lan feng zheng (1993) yang controversial bahkan di negaranya sendiri itu.

Comment:
Saya sempat penasaran dengan kualitas film ini semenjak melihat poster dan trailernya yang menarik itu. Namun sekitar satu setengah jam kemudian, saya menyesalinya karena tidak ada yang terlihat benar dalam film ini. Entah apa tujuan pembuatan proyek ini dan bagaimana kelompok tersebut dapat menyelesaikannya menjadi suatu tanda tanya besar dalam benak saya!
Sutradara Tian tampaknya terlalu asyik sendiri bermain narasi satu arah yang sangat egosentris itu. Tidak masalah jika dibekali dengan plot cerita yang baik tapi nyatanya kali ini benar-benar sulit diterima logika karena tidak ada keakuratan sejarah yang melatarbelakanginya. Belum lagi alur maju mundur yang tidak konsisten semakin membingungkan audiens untuk bisa mencerna apa yang sesungguhnya ingin disampaikan.
Odagiri dan Maggie juga tidak membawa pengaruh positif apapun disini. Chemistry keduanya terasa dipaksakan. Hal ini diperburuk oleh dubbing bahasa Mandarin yang sangat kentara dimana gerak bibir dan kata-kata yang terlontar tidak sinkron. Sekadar catatan, Odagiri berdarah asli Jepang dan Maggie sendiri lebih fasih berbahasa Inggris. Seakan-akan tidak ada cast lain yang lebih tepat untuk mengisi kedua peran utama tersebut.
Nilai plus yang mungkin anda temukan di dalamnya mungkin hanya sinematografi yang cantik dimana lanskap daratan tinggi memanjakan mata anda. Ditambah dengan sex scene yang berulang-ulang antara Odagiri dan Maggie di sepanjang durasinya cenderung membosankan. Mereka mengawali dengan beberapa pemerkosaan hingga berakhir dengan layaknya hubungan suami istri sukarela? Hm, let’s say it’s very weird.
Mitos orang-orang Harran yang berasal dari klan serigala juga tidak menjelaskan apa-apa walau sepertinya bisa menjelaskan penggunaan film ini. Anda akan teramat lelah menyaksikan Warrior and the Wolf yang tidak menjanjikan apa-apa seperti penonton yang memilih untuk beranjak dari gedung bioskop sebelum film berakhir. Dan jangan bilang kalau saya belum memperingatkan anda untuk melewatkan yang satu ini.

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 10 Maret 2009

BALLS OF FURY : Komedi Hiperbola Tentang Ping Pong

Quotes:
Master Wong-Ping Pong... is not the macarena. It takes patience. She is like a fine, well-aged prostitute... it takes years to learn her tricks.
[chuckles]
Master Wong-She is cruel, laughs at you when you are naked, but you keep coming back for more, and more! Why? Because she is the only prostitute I can afford.

Cerita:
Mantan juara yunior, Randy Daytona yang pensiun dini karena dipermalukan lawannya bersembunyi di sebuah klub dengan memperlihatkan variasi keahliannya bermain ping pong. Saat seorang agen FBI bernama Rodriguez meminta Randy untuk kembali berkompetisi demi menyelidiki sindikat rahasia Feng. Meski awalnya menolak, Randy menyanggupi untuk berlatih dengan guru Wong dan keponakannya yang seksi lihai, Maggie. Dapatkah Randy menguasai semuanya sekaligus memenangkan kompetisi dunia bawah yang unik sekaligus kejam itu?

Gambar:
Kental dengan nuansa China dimana setting dan penggarapan tidak terlihat bernuansa Barat.

Act:
Dan Fogler yang merupakan calon komedian potensial sebagai Randy Daytona yang bodoh tapi gigih berjuang.
Christopher Walken yang sudah bermain dalam ratusan film kali ini kebagian peran antagonis Feng yang culas sekaligus misterius.
Si cantik Maggie Q sebetulnya tampil hanya sekilas di awal dan akhir scene tapi keahliannya cukup menarik untuk disaksikan disini.

Sutradara:
Robert Ben Garant yang seringkali tampil di beberapa episode film teve sebagai dirinya sendiri memulai debutnya sebagai sutradara di film ini yang uniknya langsung memuncaki tangga nomor satu box office Amerika di minggu pertama pemutarannya. Surprising!

Komentar:
Sesungguhnya walau terkesan konyol dan kacau, harus diakui Balls Of Fury cukup menghibur terutama dengan gaya bercerita versi parodi olahraga ping pong yang tidak lazim. Di beberapa sisi, humornya terlihat berlebihan karena bertolak dari situasi-situasi yang kurang nyaman. Itulah sebabnya film ini tidak akan begitu saja dapat disukai oleh semua kalangan. Patut digarisbawahi penampilan Christopher Walken yang tampil sangat kocak dan sulit ditebak perangainya disini. Berminat membuktikannya?

Durasi:
85 menit

U.S. Box-Office:
$32,844,290 till end of 2007

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!