XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label danny dyer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label danny dyer. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

AGE OF HEROES : Operasi Grendel Inggris Kontra Jerman

Quotes:
Major Jones: “We are the masters of our own lives!”


Storyline:
Pada tahun 1940, Jenderal Jones ditugaskan memandu 8 prajurit melintasi Norwegia meski ditentang istrinya Sandra yang tengah mengandung. Akhirnya Jones bersama spesialis Roger Rollright bertekad menemui agen Beowulf dan menghancurkan Stasiun Freyo milik Jerman sekaligus mencuri teknologi RDF dalam Operasi Grendel. Ia didukung pula oleh si lemah fisik Brightling dan Kopral Bob Rains yang memaksa ikut. Namun tentara Jerman yang terkenal bengis tentu tidak tinggal diam mengetahui ada yang membayangi mereka. Berhasilkah misi tersebut dijalankan dengan korban seminim mungkin?

Nice-to-know:
Diproduksi secara keroyokan oleh Atlantic Swiss Productions, Cinedome, Cinema Five, Giant Films, Matador Pictures, Metrodome Distribution, Moskus Film, Neon Park.

Cast:
Memulai karir aktornya lewat Winter Flight (1986), Sean Bean bermain sebagai Jones
Baru saja saya menyaksikannya dalam Severance (2006), Danny Dyer berperan sebagai Rains
Izabella Miko sebagai Jensen
James D'Arcy sebagai Ian Fleming
John Dagleish sebagai Roger Rollright

Director:
Merupakan feature film ketiga yang ditangani oleh Adrian Vitoria setelah terakhir The Crew (2008).

Comment:
Berapa banyak film yang mengangkat topik Perang Dunia Kedua dengan permainan kucing tikus antar kubu Jerman dan Inggris dari satu tempat ke tempat lain sebelumnya? Terlalu panjang jika harus menyebutkannya disini, salah satunya yang terbaru fenomenal adalah Inglourious Basterds (2009). Tidak bijak jika membandingkan keduanya karena produser James Brown kali ini terlihat tidak memiliki modal yang memadai untuk menjadikannya megah.
Meski demikian duet penulis Vitoria dan Ed Scates berhasil menyajikan action flick yang solid dari kacamata seorang Jenderal Jones. Semua terasa believeable disini mulai dari kamp pelatihan hingga misi lapangan di Norwegia, tidak terlalu detil tapi informasinya cukup bagi penonton untuk mau peduli dengan perjalanan mereka semua. Keseluruhan karakter dalam film ini memang cukup terasa pengembangannya tapi sayangnya tidak cukup dalam untuk bisa membangkitkan emosi secara signifikan dalam berbagai scene yang krusial.
Saya tidak pernah meragukan kapabilitas akting seorang Sean Bean. Peran Jenderal Jones di tangannya memiliki wibawa pemimpin yang mengundang simpati. Selebihnya bermain dengan cukup maksimal sesuai tuntutan cerita termasuk Dyer yang lumayan mencuri perhatian dengan peran Rains si pembangkang dan jago tembak itu. Meski demikian para cast disini tidak akan ada yang menetap lama dalam ingatan anda setelah menyaksikannya.
Vitoria menyuguhkan sinematografi yang memanjakan mata dengan dataran Norwegia yang tertutupi salju. Kontras dengan penggunaan spesial efek yang minimalis sehingga adegan peperangan kubu Jerman dan Inggris juga terkesan mini dengan hanya menggunakan beberapa granat dan senjata api saja. Sulit memang bagi sang sutradara untuk memberikan upaya yang lebih maksimal lagi jika sejak awal produser sudah membatasi durasinya sedemikian rupa padahal umumnya film perang lebih dari dua jam tayang.
Age of Heroes juga dirusak oleh ending yang terputus begitu saja. Tidak jelas bagaimana takdir kepahlawanan sang Jenderal, sedangkan perjalanan anggotanya yang selamat menuju Swedia hanya seperti berjalan kaki ke rumah tetangga saja! Sebuah keputusan meminimalisir yang lagi-lagi menghancurkan rating film ini. Sayang sekali karena sesungguhnya potensi yang dimiliki sudah ada tetapi tidak dibangun lebih lanjut. Yang pasti kepedihan semasa perang memang tidak pernah lepas dari tragedi dan kehilangan itu sendiri.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 22 Mei 2011

SEVERANCE : Outing Eksekutif Kantor Bertahan Hidup

Quotes:
Richard: I can't spell success without "u". And you, and you, and you...

Harris: There's only one "u" in success.

Storyline:
Perusahaan senjata multinasional Palisade Defence menghadiahi Divisi Sales nya dengan team-building outing di akhir pekan. Masing-masing Richard, Jill, Harris, Gordon, Steve, Maggie, Billy yang mendapati tempat mereka bernaung hanyalah pondok tua nan sederhana setelah ditinggal sopir bus yang merajuk. Konflik mulai terjadi saat kaki Gordon putus karena jerat binatang. Saat malam datang, mereka mendapati bahwa ada segerombolan pembunuh yang terobsesi akibat kegilaan perang mengintai nyawa mereka satu-persatu. Berhasilkah mereka lolos dari lokasi yang sudah seperti taman bermain tersebut?

Nice-to-know:
Proses casting berlangsung selama 4 bulan karena sutradara Christopher Smith menginginkan orang-orang yang tepat untuk ambil bagian disini.

Cast:
Angkat nama lewat serial tenar 24 (2002-2003), Laura Harris bermain sebagai Maggie
Danny Dyer sebagai Steve
Toby Stephens sebagai Harris
Claudie Blakley sebagai Jill
Andy Nyman sebagai Gordon
Babou Ceesay sebagai Billy
Tim McInnerny sebagai Richard

Director:
Merupakan feature film kedua bagi Christopher Smith setelah Creep (2004).

Comment:
Jarang sekali sebuah thriller comedy Inggris dibuat apalagi sampai mampu mencuri perhatian selayaknya film ini. Duet penulis James Moran dan Christopher Smith mampu mengembangkan sebuah plot sederhana yang dikemas dengan menarik. Jika klisenya sekumpulan muda-mudi yang terdampar di suatu tempat asing untuk kemudian dihabisi satu-persatu, maka kali ini diganti dengan sekelompok eksekutif perusahaan yang harus bertahan hidup saat dikirim untuk pelatihan kekompakan tim.
Jangan berharap untuk menemukan muka-muka cantik ataupun tampan disini karena yang ada hanyalah dua wanita berkarakter serius serta beberapa pria berusia 30-40 tahunan berpenampilan tidak menarik samasekali. Tipikal orang-orang corporate yang bermuka dua dan sulit ditebak pemikirannya. Itulah sebabnya sulit untuk menarik simpati penonton yang mungkin tidak akan keberatan jika kematian mulai menghampiri para tokoh tersebut dengan cara-cara yang tidak biasa.
Tiga nama yang paling mencuat disini adalah Dyer, Harris dan Nyman. Dyer yang menyebalkan di awal karena karakternya Steve adalah pecandu yang tidak pernah serius tapi berubah di pertengahan film. Harris cukup memikat sebagai wanita paling cantik disini dan Maggie juga tangguh dalam menghadapi situasi apapun. Begitu pula Nyman yang kekanak-kanakan dan tidak bertanggungjawab harus ditempatkan pada kesialan yang tidak menyenangkan di awal cerita.
Sutradara Smith berhasil memadukan unsur komedi dan horor sekaligus. Segala bentuk lelucon corporate yang sinis tak jarang memancing tawa terutama dari sang bos Tim McInnerny yang kaku itu. Sedangkan adegan sadis dan miris juga berkali-kali membuat audiens muak dan jijik. Tim spesial efek mampu menyajikan hal tersebut dengan real apalagi dibantu dengan kinerja kamera yang sepintas terasa mengganggu tapi herannya terasa tepat sasaran.
Lupakan bagian opening yang memang lambat itu karena semakin dalam anda menyimak plot ceritanya maka akan menemukan hiburan yang berbeda dari biasanya. Severance terbukti konsisten dengan konsep old-style nya di tengah-tengah hutan belantara yang menjadi panggung sempurna tersebut. Film yang juga menggunakan dwi bahasa ini memang diperuntukkan khusus bagi pecinta genre sejenis. Bagi anda di luar kelompok terkait, bisa jadi tidak menemukan sesuatu yang spesial disini.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$136,432 till Jun 2007

Overall:
7 out of 10

Movie-meter: