XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label park hae il. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label park hae il. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

BOOMERANG FAMILY : Dysfunctional Family That Poured Your Heart Out


Tagline:
Here comes The Boomerang Family who can’t act their age.

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Invent Stone dan didistribusikan oleh CJ Entertainment ini sudah rilis di Korea pada tanggal 9 Mei 2013.

Cast:
Park Hae-il sebagai In-mo
Yoon Yeo-jeong sebagai Mom
Yun Je-mun sebagai Han-mo
Kong Hyo-jin sebagai Mi-yeon
Jin Ji-hee sebagai Min-kyeong


Director:
Merupakan film keenam bagi Song Hae-sung yang memulainya lewat Calla (1999).

W For Words:
Film Asia terkenal dengan ciri khas kekeluargaannya terutama sineas negeri ginseng yang begitu fasih memberikan sentuhan itu demi menjalin kedekatan secara emosional dengan penonton. Produksi Invent Stone ini masih menggunakan formula serupa, bahkan menjadikannya komoditi utama dalam bertutur. Karakter utamanya bahkan digambarkan sebagai seorang filmmaker. Menarik bukan? Banyak alasan bagi anda untuk menyaksikan film yang terpilih sebagai opening 2013 Korean Film Festival di Indonesia beberapa waktu lalu ini. 

Sutradara gagal In-mo bertekad mengakhiri hidupnya apalagi setelah ditinggalkan sang istri. Ibunya menawarkan tempat tinggal sementara di rumah masa kecilnya. In-mo setuju meski harus hidup berdampingan dengan kakaknya yang juga mantan gangster, Han-mo. Di luar dugaan, kakak perempuannya, Mi-yeon juga kembali dengan membawa putri remajanya, Min-gyeong untuk menetap sementara setelah bercerai untuk kedua kalinya. Reuni keluarga tersebut pun berubah menjadi ricuh tatkala kedewasaan masing-masing dipertaruhkan.

Skrip yang ditulis sendiri oleh Song Hae-sung ini dengan telaten ‘membedah’ karakteristik setiap tokohnya terlebih dahulu. Studi kasus dysfunctional family ini sebetulnya biasa terjadi di berbagai keluarga ini justru tetap menarik karena aspek manusiawi dan relevansinya. Song juga menggunakan setting sehari-hari untuk membangun frame yang konsisten dan tidak keluar jalur. Dialog yang quirky terbukti menjadi kekuatan utama sekaligus efektif mencuatkan sisi gelap yang kemudian sukses membuka tabir rahasia satu persatu seiring berjalannya durasi.

Akting yang solid dari keseluruhan cast rasanya membuat anda bingung untuk menetapkan keberpihakan. Yeo-jeong yang bijaksana sebagai ibu paruh baya kerap diposisikan sebagai penengah. Hae-il tampak pas sebagai si bungsu depresif In-mo yang eksentrik. Berbanding terbalik dengan Je-mun yang terlihat sangar sebagai si sulung Han-mo tapi sesungguhnya berjiwa besar. Hyo-jin yang terkesan matang sebagai Mi-yeon justru memperlihatkan kelabilannya yang menyebabkan putrinya Min-kyeong tumbuh dalam ketidakpastian, juga dimainkan dengan gemilang oleh Ji-hee. Beberapa supporting act juga berhasil memberikan warna tersendiri.
Boomerang Family adalah paket komplit sebuah komedi hitam yang tak jarang membuat anda berkaca. Kita memang pribadi tak sempurna yang kadang diperparah dengan lingkungan yang juga tidak kondusif. Lantas apakah harus menyerah dengan keadaan? Bukankah hidup kerap menawarkan begitu banyak rasa mulai dari suka hingga duka yang tetap harus disikapi dengan sebagaimana mestinya? Bersiaplah untuk tertawa sekaligus terharu menyaksikan kisah keluarga Korea yang juga tidak lupa menggugah selera anda dikarenakan sebagian besar kebersamaan dibagi di atas meja makan lengkap dengan hidangan khas.

Durasi:
112 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 28 Maret 2012

WAR OF THE ARROWS : Awesome Archers’ Battle Finale


Quotes:
Nam-yi: Rasa takut untuk dihadapi, bukan dielakkan.

Nice-to-know:
Mencatatkan diri sebagai film terlaris kedua setelah Sunny tahun 2011 di negeri asalnya, Korea. Namun saat diedarkan kembali pada bulan Oktober dengan tambahan director’s cut berhasil mendongkrak posisinya ke urutan teratas.

Cast:
Park Hae-il sebagai Nam-Yi
Ryoo Seung-yong sebagai Jyu Shin-Ta
Moon Chae-won sebagai Ja-In
Kim Mu-Yeol sebagai Seo-Goon
Lee Han-wi sebagai Gap-Yong
Lee Kyeong-yeong sebagai Kim Moo-Sun
Park Gi-woong sebagai Doreukon

Director:
Merupakan film ketiga Kim Han-min sejauh ini yang diawali oleh Paradise Murdered (2007).

W for Words:
Lotte Entertainment dengan pecahannya Dasepoclub Co. bekerjasama dengan DCG Plus Co. menghadirkan sebuah action bertempo cepat dengan latar belakang epik sejarah yaitu kependudukan Manchu China di ranah Korea sekitar tahun 1600an. Plot ceritanya mungkin umum yaitu seorang pria dalam misi penyelamatan saudarinya yang diculik musuh sampai memimpin gerakan masyarakat melawan tirani. Namun yang membedakan adalah penggunaan senjata yang disinggung dalam judulnya yaitu busur dan panah!

Pemanah ulung sekaligus pengkhianat mati-matian menyelamatkan putra putrinya ketika kediamannya diserbu hingga harus mengorbankan nyawanya. Saat itulah Nam-yi dan Ja-in melarikan diri, tumbuh dewasa bersama 13 tahun kemudian dengan kemampuan beladiri yang diwarisi dari ayahnya. Ketika Ja-in dilamar Seo-goon, armada kerjaan Qing tiba-tiba menyerang dan melarikan wanita malang tersebut. Nam-yi tak tinggal diam, ia memimpin gerakan pemberontakan sekaligus menghadapkannya pada pertarungan akhir hidup dan mati dengan Jyu Shin-ta dan kawanan yang bengis itu.
Sutradara Kim berhasil menangani action berskala besar dengan narasi yang linier dan sederhana sehingga tidak perlu membuat penonton sulit mencerna apa yang disuguhkannya. Pemakaian bahasa lawas Manchu yang nyaris punah menjadi daya tarik tersendiri meskipun teramat asing di telinga anda. Sinematografi Kim Tae-seong dan ilustrasi musik Choi Tae-young juga berhasil memperkuat intensitas yang diinginkan termasuk adegan kucing-tikus menelusuri belantara hutan dan lembah yang masih asri.

Semua aktor aktris disini terlihat keren dalam kostum tradisional Korea ataupun baju perang tentara Manchu yang meyakinkan itu. Park melanjutkan peran emosionalnya dalam The Host (2006) dalam sosok Nam-yi yang ditugaskan melindungi adiknya. Ketangkasannya memanah juga patut diapresiasi karena terlihat bertarung dengan hati. Moon sendiri juga bukan tipikal wanita yang tidak bisa apa-apa, Ja-in jelas bisa melawan dengan gigih jika dibutuhkan. Ryoo mampu menjiwai peran antagonis dengan maksimal, naluri pemburu Shin-ta terkesan mengerikan sampai titik darah penghabisan.
Paruh pertama film memang sedikit bertele-tele dengan kinerja kameranya yang sedikit shaky. Namun semuanya terbayar lunas di paruh kedua yang mencekam dimana duel panah kelompok Nam-yi dan Shin-ta seakan membawa film ke babak yang baru, survival in the woods yang memperhitungkan segala kemungkinan termasuk lokasi sarang harimau, arah angin, jarak lompatan dsb. War of the Arrows lemah dari konteks sejarah tapi kuat dari segi aksi intens. Anda hanya akan peduli pada nasib Nam-yi, Ja-in dan Seo-goon dimana anak panah terakhir bisa jadi menentukan nasib kubu yang terakhir berdiri tegak.

Durasi:
122 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!