XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Selasa, 08 Desember 2009

EASTERN PROMISES : Kemelut Bayi, Istri Traumatis dan Konflik Kejahatan Mafia Rusia

Quotes:
Anna-My uncle has gone missing, since I told you about him translating the diary. Nikolai Luzhin-Your uncle is fine, he is in Edinburgh, in a 5-Star Hotel. I was ordered to send him to Heaven with a bullet in his brain... instead I gave him a first class ticket to Scotland. He is old-school, he understands things... exile or death

Cerita:
Di London, remaja Rusia yang tengah hamil tiba dalam kondisi berdarah di rumah sakit yang akhirnya hanya menyelamatkan bayinya. Seorang istri Rusia, Anna Khitrova menemukan buku harian Tatiana dalam bahasa Rusia dan bertekad menemukan keluarganya untuk mengantarkan bayi tersebut. Sayang pamannya, Stepan menolak membantu menerjemahkan diary tersebut sehingga Anna meminta bantuan pemilik restoran Rusia bernama Semyon. Dengan petunjuk Stepan, Anna akhirnya mengetahui bahwa Semyon dan anaknya yang sakit, Kirill memperkosa Tatiana saat berusia 14 tahun. Semyon ternyata bukan orang sembarangan karena menjadi kepala mafia "Vory v Zakone" sehingga membahayakan keselamatan Anna dan keluarganya. Beruntung supir Semyon, Nikolai Luzhin punya rencana lain dan membantu Anna demi sebuah tujuan pribadi.


Gambar:
Keseluruhan syuting dilakukan di London termasuk pasar Broadway, pekuburan Brompton, klub football Chelsea, stasiun bawah tanah Great Portland, RS Middlesex, Universitas Greenwich, asrama Surrey, studio Three Mills dan sungai Thames yang tersohor itu.


Act:

Aktris Australia, Naomi Watts yang terakhir tampil dalam The Painted Veil (2006) disini kebagian peran Anna, seorang istri yang tengah trauma karena keguguran bayi hasil perkawinan antar ras yang tidak pernah disetujui ayahnya itu.
Meski lebih banyak terlibat di serial televisi sepanjang karirnya, Viggo Mortensen mencapai kebintangan setelah memerankan Aragorn dalam trilogi legendaris, The Lord Of The Rings (2001-03). Kali ini ia didapuk menjadi Nikolai, supir Semyon yang tangguh sekaligus ambisius.

Aktor asli Perancis yang pernah mendukung L'appartement (1996), Vincent Cassel sebagai Kirill yang sakit mental dan kejam.
Armin Mueller-Stahl kebagian karakter antagonis, Semyon yang memiliki restoran Perancis sukses sekaligus rahasia kejahatan masa lalu.

Sutradara:
David Cronenberg
yang pernah bekerjasama dengan Viggo Mortensen sebelumnya dalam A History Of Violence (2005) kembali dengan film yang kental dengan nuansa Rusia yang bersetting di London dengan plot yang saling kait mengait.


Comment:
Belakangan ini bisa dikatakan sulit menemukan film yang mampu memuaskan audiens dengan semua elemen yang ditawarkan sebuah film. Inti film ini adalah cerita kejahatan orang-orang yang sepintas terlihat tidak bermasalah. Dengan kombinasi narasi bercerita, mood film dan sisi humanisme karakter-karakternya menciptakan suatu tontonan yang unik sekaligus diingat. Sinematografinya cukup menjanjikan dengan gaya Noir yang berpadu dengan Inggris klasik. Pemilihan cast dirasa tepat dengan nama-nama Rusia yang dipimpin oleh kuartet Watts, Mortensen, Cassel, Mueller-Stahl yang semuanya non-Rusia dan berwatak. Apalagi Mortensen yang memberikan penjiwaan maksimal pada karakter Nikolai yang memang misterius sekaligus kunci dari hubungan semua tokoh terkait. Meskipun demikian, saya peringatkan Eastern Promises bukanlah tipe film yang bisa dinikmati semua kalangan. Terutama karena membutuhkan intensitas tinggi untuk mengikuti eksplorasi temanya secara konsisten disamping beberapa adegan kekerasan yang cukup miris. Jika publik Eropa memberikan nilai tinggi tentunya tidak salah. Namun bagaimana dengan publik Amerika dan Asia pada khususnya?

Durasi:
95 menit


U.S. Box Office:
$16,866,286 till Oct 2007


Overall:
7.5 out of 10


Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable

7-average

7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good

9-excellent

No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 07 Desember 2009

12 ROUNDS : Melalui Babak-Babak Hidup dan Mati

Quotes:
Det. Danny Fisher-I'm training the world's most dominant pug. He's going through a bulking phase.

Cerita:
Ketika Danny Fisher, seorang polisi detektif dari New Orleans berhasil menghentikan Miles, seorang pencuri yang berniat melarikan seorang multimilyuner, teapi dengan secara tidak sengaja membuat kekasihnya terbunuh. Setelah keluar dari penjara, Miles berniat membalas dendam dengan mempermainkan Danny yaitu dengan membuat suatu puzzle dengan 12 babak yang hampir mustahil dipecahkan. Dan tugas Danny adalah menyelesaikan permainan ini sekaligus menyelamatkan kekasihnya, Molly dari cengkeraman Miles.

Gambar:
Bersetting langsung di New Orleans, Louisiana, film ini sarat adegan aksi yang disajikan dengan cepat mulai dari aksi mobil, kereta hingga helikopter di pencakar langit.

Act:
Merupakan film kedua aktor jebolan WWE, John Cena setelah The Marine (2006) yang lumayan menggema itu. Disini berperan sebagai polisi detektif, Danny Fisher yang kurang lebih sama karakterisasinya.
Aktor Irlandia, Aidan Gillen yang banyak berperan di serial televisi kali ini kebagian peran antagonis Miles Jackson yang cerdas culas itu.
Kekasih Danny Fisher, Molly Porter dimainkan oleh Ashley Scott yang memulai debutnya lewat peran kecil di Artificial Intelligence (2001).

Sutradara:
Pria kelahiran Finlandia bernama Renny Harlin ini pernah menjadi sutradara spesialis blockbuster di era 1990an. Namun paska tahun 2000, namanya sedikit terlupakan. Termasuk saat menyutradarai Driven (2001) yang gagal di pasaran.

Comment:
Sempat ditayangkan sebagai preview di bioskop ibukota, film ini akhirnya langsung rilis ke dvd original. Mungkin karena dianggap tidak cukup menjual seperti halnya The Marine 3 tahun silam. Padahal sebagai film aksi, plot ceritanya menjanjikan, apalagi didukung dengan sutradara yang memang spesialis di bidangnya. Cena kelihatannya akan meneruskan taji Arnold ataupun Van Damme sebagai bintang laga terdepan di film action kelas B, seperti halnya disini ia menunjukkan kharisma seorang jagoan dengan meyakinkan. Sayangnya sebagai antagonis, Gillen tidak terlalu garang. Kelemahan lain adalah kamera yang seakan melompat-lompat dari satu scene ke scene lain. Temanya sepintas perpaduan 'Saw' dengan 'Speed', kombinasi yang sebenarnya aneh tetapi dieksplorasi dengan cerdas dan realistis. Pada akhirnya 12 Rounds bukanlah film yang akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik di genrenya tetapi jika anda tidak terlalu serius menyaksikannya, niscaya merupakan sebuah tontonan mengasyikkan yang bisa juga disaksikan anak-anak mulai usia 9 tahun ke atas.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$12,232,937 till June 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 05 Desember 2009

AIR TERJUN PENGANTIN : Psikopat Penghuni Pulau Surgawi

Tagline:
Apa Jadinya? Sebuah Liburan Menjadi Malapetaka!

Cerita:
Mantan atlet wushu yang mundur setelah mengalami kecelakaan mobil bernama Tiara menyisakan trauma paska kejadian tersebut sehingga takut terhadap kegelapan. Bersama kekasihnya, Lilo dan keponakannya, Mandy yang mengajak serta 5 orang teman-temannya, mereka berlibur di pulau terpencil yang terkenal dengan fenomena Air Terjun Pengantin yang konon bisa mengabulkan permintaan siapapun yang berenang disana. Sayangnya mereka tidak sendiri disana, ada seorang psikopat pembunuh keji yang memiliki misi mistis demi kepentingannya sendiri. Berhasilkah mereka keluar hidup-hidup dari pulau tersebut?

Gambar:
Bertempat di Pulau Sangiang, Kepulauan Seribu dan Bandung seakan menjadi lokasi alami nan indah yang tepat bagi Air Terjun Pengantin.

Cast:
Tamara Bleszynski sebagai Tiara menjadi daya tarik utama film ini karena sudah bertahun-tahun vakum dari dunia perfilman nasional.
Kieran Sidhu sebagai Lilo, kekasih Tiara.
Marcel Chandrawinata
Tyas Mirasih
Navy Rizky Tavania
Andrew Ralph Roxburgh

Sutradara:
Terakhir mengarahkan Kesurupan (2008) dan beberapa judul horor lainnya, Rizal Mantovani mencoba genre thriller slasher yang masih jarang disentuh sineas Indonesia dimana salah satu pionirnya adalah Psikopat (2006).

Comment:
Film produksi Maxima Pictures ini berusaha mengadaptasi slasher thriller sukses Hollywood. Formulanya kurang lebih sama yaitu pria-pria tampan dan gadis-gadis cantik yang berbikini seksi menghabiskan liburan di pantai untuk kemudian dijebak satu persatu menemui ajalnya oleh pembunuh psikopat sadis. Lantas jika demikian, apalagi yang bisa ditawarkan film ini? Sang sutradara berusaha menghadirkan panorama pulau terpencil selayaknya yang dilakukan koleganya Jose Poernomo dalam dua jilid Pulau Hantu. Hal ini mungkin berhasil, sayangnya kurang eksplorasi. Dari segi sound, kesan mengerikan saat pembantaian berusaha dimunculkan lewat gesekan biola yang menyayat-nyayat. Sukses? Rasanya belum karena malah terdengar tidak pas di telinga. Plotnya simpel saja seperti sudah dibahas di atas dan malangnya tidak ada hal baru yang coba digali. Unsur suspensi sama sekali tidak ada karena pelakunya hanya mengenakan topeng perwayangan. Elemen mistik seperti persyaratan, takhayul, klenik tidak cukup kuat untuk mendasari motif si pembunuh. Yang herannya lagi, seorang pembunuh yang dari perawakannya terlihat ringkih tapi tidak mampu dilawan oleh delapan orang dan tiga pria berbadan atletis diantaranya. Beberapa sekuens yang harusnya menjadi kemenangan mutlak atas tokoh antagonis juga teramat menggelikan. Pada akhirnya, Air Terjun Pengantin hanya membuat saya tersenyum simpul sepanjang film hingga meninggalkan gedung bioskop sambil berusaha mencerna dimana sisi istimewanya.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 04 Desember 2009

HEART-BREAK.COM : Menjadikan Patah Hati Menjadi Semangat Baru

Tagline:
Patah hati anda.. Bisnis bagi kita..

Cerita:
Hati berbunga-bunga Agus saat menyambangi kekasihnya Nayla yang baru pulang dari Australia setelah satu tahun berubah menjadi kekecewaan. Hal itu disebabkan karena Nayla memutuskannya secara sepihak dan lebih memilih Kevin. Sahabat Agus, Wawan dan pacarnya Raya bertekad menyembuhkan patah hati Agus dengan membawanya ke lembaga intelijen khusus, Heart-break.Com yang bergerak di bidang pemulihan patah hati dan dipimpin oleh Mbak Elza dengan dua agennya yaitu Ferdy dan Nadia. Usaha demi usaha pun dijalani Agus untuk mendapatkan Nayla kembali. Berhasilkah perjuangannya?

Gambar:
Gaya kontemporer diusung film ini mulai dari situasi kampus, warnet, rumah sampai gedung lembaga intelijen, Heart-break.Com yang beraksen minimalis.

Cast:
Terakhir tampil tambun dalam Romeo Juliet, Ramon Y Tungka berhasil kembali ke berat badan aslinya untuk memerankan karakter Agus yang aslinya periang menjadi sensitif karena patah hati.
Raihaanun yang pernah bermain dalam remake Badai Pasti Berlalu (2006) kali ini kebagian peran Nayla, gadis manis keras hati yang kadang tidak bisa membaca situasi.
Ananda Omesh dan Richa Novisha mendapat peran pembantu teman-teman Agus yang setia kawan. Sedangkan Sophie Navita dan Gary Iskak sebagai Mbak Elza dan Kevin, si pacar playboy.

Sutradara:
Pernah dipuji saat menangani film horor petualangan Pencarian Terakhir (2008), Affandi Abdul Rachman kembali lagi setelah menghilang cukup lama lewat genre drama romantis ini yang sesungguhnya bukan ide yang baru.

Comment:
Film yang diproduksi One Star Pictures ini bisa dibilang menjanjikan. Premis awalnya memang terkesan mencomot beberapa film Hollywood yang pernah menyajikan hal serupa. Namun untungnya hasil akhirnya membuktikan bisa berdiri sendiri dengan tetap setia pada identitas lokal. Beruntung juga Ramon dan Raihaanun mau ambil bagian disini karena kekhasan akting mereka bisa dibilang cukup di atas rata-rata sejak dahulu. Debut Ananda Omesh dengan celetukan dan mimik polosnya memberikan warna komedi yang berbeda. Sang sutradara muda yang punya potensi, Affandi juga berhasil memberikan porsi yang pas pada setiap karakter intinya sehingga hubungan satu sama lain terasa wajar dan masuk akal. Bukan berarti film ini tanpa kelemahan karena beberapa scene terasa diulur-ulur apalagi dengan pencahayaan dan setting yang terkadang monoton terutama pada kuarter kedua dan ketiga. Patah hati dan kekuatan cinta memang plot cerita yang tak ada habisnya untuk digali. Dan disini HEART-BREAK.COM membawakannya dengan lugas, jujur dan segar. Ohya, sedikit twist di ending juga menghindari klisenya romantika yang biasa diakhiri di bandara dengan peluk dan cium. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 03 Desember 2009

THE ACCIDENTAL HUSBAND : Konflik "Dua" Orang Ketiga Dalam Romantika

Quotes:
Patrick-with a mouth full of sample wedding cake] This cake is fantastic!
Emma-Shh. Please...
Patrick-You mix these two together, it tastes just like a ring-ding.
Emma-[Patrick shoves a fork of cake in her face] No. No, no.
Patrick-Ah!
Emma-No.
Patrick-Ah!
Emma-[she accepts the forkful of cake] it was yummy.
Patrick-It's super-duper.

Cerita:
Berkarir sebagai pembawa acara sukses "True Love" di radio, Emma Lloyd juga memiliki hubungan sempurna dengan tunangannya, Richard. Suatu saat tanpa disengaja, saran Emma membuat hubungan sepasang sejoli, Patrick dan Sophia yang sedang menuju pernikahan menjadi berantakan. Patrick yang terluka berusaha membalas dendam dibantu temannya menciptakan identitas palsu sebagai suami resmi dari Emma. Kemudian Emma mengetahui hal ini dan sangat heran mendapati dirinya sudah menikah, iapun menemui Patrick untuk mencari jawaban. Tak dinyana hubungan tak disengaja tersebut malah mendekatkan keduanya. Siapakah yang akhirnya dipilih Emma?

Gambar:
Penggambaran New York City sebagai latar belakang komedi romantis memang sangat menjual. Termasuk stasiun pemadam kebakaran Engine 312 - 22-63 di Astoria tempat Patrick bekerja. Sedangkan adegan penutup dilangsungkan di First Church of Round Hill, Connecticut.

Act:
Uma Thurman pernah dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik dalam Pulp Fiction (1994) dan disini kebagian peran Dr. Emma Lloyd, psikiatris pembawa acara Real Love di radio yang tengah bimbang menghadapi pernikahannya.
Aktor Inggris yang memulai debutnya dalam Another Country (1984), Colin Firth kali ini menjadi pria perfeksionis Richard Bratton, calon suami dari Emma.
Sempat mencuat namanya setelah membintangi serial teve Supernatural, Jeffrey Dean Morgan didapuk menjadi petugas pemadam kebakaran yang baru saja patah hati, Patrick Sullivan.

Sutradara:
Karier penyutradaraan Griffin Dunne dimulai saat mengarahkan Meg Ryan dan Matthew Broderick dalam Addicted To Love (1997). 11 tahun berselang, ia mencoba jalur yang sama dengan plot cinta segitiga yang unik.

Comment:
Diawali dengan klise-klise buruk sebuah komedi romantis, film ini bergulir dengan roda yang seakan terseok-seok. Hubungan sang wanita pemecah masalah cinta dan pria patah hati harusnya bisa diekspos dengan detail, tetapi disini karakter Patrick seakan bisa melupakan begitu saja cintanya yang dalam pada Sophia dan ironisnya karakter Emma pun seakan tidak mengalami pengalaman cinta apa-apa dalam menghadapi situasi yang bisa menjebaknya. Chemistry Uma dengan Jeffrey sedikit dipaksakan, apalagi Uma dan Richard yang hampir selalu terlihat kaku. Hal tersebut sulit membuat penonton jatuh hati dengan salah satu dari karakter yang mereka perankan. Plot cerita terdeskripsikan dengan dangkal sekali sehingga skenario hanya sekedar ok lah sedikit memaksa di beberapa sisi. Unsur komedi yang biasanya menyelamatkan juga kurang berhasil. Sedikit unsur India yang ditanamkan malah mengaburkan identitas film secara keseluruhan. Alhasil The Accidental Husband hanya akan mengambang di permukaan tanpa meninggalkan kesan yang dalam bagi para pencinta genre ini.

Durasi:
85 menit

U.K. Box Office:
£2,072,869 till March 2008

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 02 Desember 2009

THE SANCTUARY : Melindungi Pusaka Negara Dari Tangan Pihak Asing

Storyline:
Tanpa disengaja Kirk menemukan vas antik Thailand terkubur dalam tanah sebuah kuil yang dikunjunginya. Ia tidak tahu bahwa vas tersebut adalah satu dari tiga harta karun nasional yang dicuri. Dalam waktu singkat, segerombolan penjahat yang mengincar vas tersebut membunuh Kirk. Saudara kembar Kirk, Krit kemudian membuat perjanjian dengan grup penadah internasional yang dipimpin Patrick untuk menunjukkan kedua vas lainnya. Kini Krit yang ditemani Praifa, putri seorang prawira harus memutar akal sebelum harta nasional itu melewati perbatasan negara dan hilang untuk selama-lamanya.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Film Frame Productions, Pachpunna Productions, Action Slate dan didistribusikan oleh Birch Tree Entertainment untuk peredaran internasionalnya.

Cast:
Michael B. sebagai Krit/Kirk yang sebelumnya bermain dalam Brave (2007).
Terakhir mendapat peran yang cukup berarti dalam The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008), Russell Wong lagi-lagi bermain antagonis disini sebagai Patrick
Intira Jaroenpura sebagai Praifa
Patharawarin Timkul sebagai Selina
Erik Markus Schuetz sebagai Gary

Director:
Thanapon Maliwan sebelum ini mengarahkan satu-satunya film yang pernah ditanganinya yaitu Brave (2007).

Comment:
Film ini dibuka dengan menjanjikan dimana pertarungan antar senjata tradisional dan modern mengingatkan kita pada adegan Saur Sepuh. Namun apa yang terjadi setelah itu? Subplot nya tumpang tindih yang diperparah dengan alur satu dimensi yang menjemukan. Belum lagi perpaduan gaya tarung Barat dan Timur yang semakin mengganggu dan terasa tidak sinkron satu sama lain. Dari segi cast nyaris tidak ada yang menonjol disini. Michael B bisa jadi berambisi mengikuti jejak Tony Jaa tetapi sayangnya ia tidak memiliki kharisma yang sama walaupun kemampuan beladirinya cukup meyakinkan. Russell Wong menggunakan pengalamannya yang panjang untuk menjiwai tokoh antagonis dengan menarik tapi kelemahan karakterisasi membuatnya terkesan sia-sia berupaya. Aktrisnya? Jangan ditanya karena hanya menjadi pelengkap derita saja. Sutradara Thanapon tidak mampu mendayagunakan semua potensi yang ada termasuk proses editing yang tidak mulus ataupun eksekusi skenario yang serba tanggung, bisa jadi dikarenakan bujet rendah yang dikucurkan produser? Entahlah. Yang pasti The Sanctuary lebih merupakan film aksi citarasa Asia bergaya tahun 1990an yang terasa tidak relevan lagi di jaman sekarang dengan formula yang sudah kadaluarsa.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 01 Desember 2009

NEW MOON : Pertentangan Keabadian dan Rasa Cinta

Quotes:
Bella Swan-What happened with Jasper was nothing.
Edward Cullen-Nothing compared to what could've happened. I promise never to put you through anything like this ever again. This is the last time you'll ever see me.

Cerita:
Hidup Bella dan Edward semakin terasa indah karena kekuatan cinta dalam hubungan mereka yang mendalam. Namun semua berubah saat ultah Bella dimana Bella merasa tak pantas dengan kemanusiaannya untuk Edward yang abadi. Belum lagi saat keluarga Edward merayakannya, jari Bella yang teriris pisau malah mengundang Jasper yang belum kebal darah untuk menyerangnya. Sejak saat itu Edward memutuskan pergi bersama keluarganya sejauh mungkin dari Bella demi keselamatannya. Kesepian melanda Bella yang hidupnya mendadak kacau. Disitulah sahabatnya yang seorang manusia serigala, Jacob Black berusaha menghiburnya. Dengan bahaya baru, teman baru dan musuh baru, Bella harus memilih berpegang pada masa lampau atau meneruskan masa depan?

Gambar:
Hampir keseluruhan syuting dilakukan di Vancouver, Canada termasuk David Thompson Secondary School, Paramount Theatre, Pitt Meadows, Stanley Park, Whytecliff Park dan Vancouver Film Studios yang sangat membantu kesan dingin dan sepi yang ingin ditampilkan.

Act:
Aktris muda yang semakin mencuat namanya ini terakhir terlibat dalam Adventureland (2009), Kristen Stewart masih memerankan tokoh Bella Swan yang semakin kompleks dan dilematis.
Debut Robert Pattinson pertama kali di layar lebar lewat Vanity Fair (2004) dimana namanya belum tercantum di credit tile. Sebagai Edward Cullen, Robert masih mempertahankan kharisma vampir cool.
Pernah mendukung Cheaper By The Dozen 2 (2005), Taylor Lautner melanjutkan peran Jacob Black hanya saja dalam porsi yang lebih besar karena berusaha mengisi kekosongan hidup Bella.

Sutradara:
Pria berusia 40 tahun bernama Chris Weitz ini pertama kali dikenal luas namanya lewat adaptasi fiksi The Golden Compass (2007) yang digadang-gadang sukses tetapi malah flop di pasaran. Semoga di tangannya, chapter kedua Twilight ini tidak bernasib sama.

Comment:
Saya tidak membaca buku Twilight samasekali tapi sudah menyaksikan film pertamanya tahun lalu yang menurut saya cukup baik karena sisi personalnya tertangkap dengan baik. Apa yang terjadi dengan sekuelnya ini? Pergantian sutradara dari Hardwicke ke Weitz rasanya sangat fatal. Keseluruhan film terasa kosong, durasi lama dan rasa bosan yang tidak berkesudahan apalagi karakternya bermain nyaris tanpa improvisasi yang baik. Rupanya kegagalan The Golden Compass diulangi lagi disini. Seakan membaca buku panjang tetapi di dalam sinema, fans setia mungkin akan senang karena semua elemen tertuang, tetapi tidak bagi penonton umum. Chemistry yang dibangun Edward dan Bella terasa datar, tidak sekuat film pertamanya. Sedangkan Bella dan Jacob sedikit lebih baik walau tetap terasa canggung. Beberapa dialog klise tentang cinta turut diucapkan meskipun tidak mengandung makna apa-apa. Spesial efek CGI sangat membantu tampilan werewolf, belum lagi sinematografi yang cukup artistik setidaknya masih menjadi nilai plus film ini. Sebagai penutup review, New Moon hanyalah diperuntukkan bagi penggila Twilight, bukan pengalaman sinema umum kebanyakan orang. Mudah-mudahan sekuel kedua dan ketiganya bisa lebih baik lagi.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
Unknown

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 29 November 2009

PARANORMAL ACTIVITY : Apa Yang Terjadi Saat Anda Tidur?

Quotes:
Katie-You promised me you wouldn't get a fucking Ouija board!
Micah-No, I promised I wouldn't go *buy* Ouija board. I borrowed one.

Cerita:
Pasangan muda dari kalangan menengah, Micah dan Katie pindah ke rumah pinggir kota dengan harapan mendapatkan suasana baru terlebih karena Katie "sensitif" sejak kecil. Namun disana mereka malah mengalami gangguan supranatural terutama di tengah malam atau subuh saat beristirahat lelap. Hari demi hari, malam demi malam, Micah dan Katie berusaha keras mencari tahu apa yang sesungguhnya menghantui mereka.

Gambar:
Berlokasi syuting di San Diego, gambar yang ditampilkan dari sudut pandang camera/webcam terasa sangat riil dengan night mode.

Act:
Micah Sloat dan Katie Featherston pernah tampil sebagai bintang tamu dalam The Jay Leno Show dan The Bonnie Hunt Show di tahun 2009 ini. Akan menarik menanti kiprah mereka di masa yang akan datang.

Sutradara:
Bertindak mulai dari proses casting, penulis cerita, editor, produser sampai sutradara dilakoni Oren Peli yang mendadak terkenal setelah film produksi 2007 ini meledak justru beberapa tahun setelahnya.

Comment:
Penceritaan film ini bisa dikatakan sangat sederhana tapi bisa dialami oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-harinya. Jika anda melihat dari sudut pandang yang sempit, film ini akan terasa biasa saja. Namun jika anda memperhatikan lebih seksama, banyak sekali kelebihan yang ditawarkannya. Akan saya uraikan satu persatu. Pemilihan Katie dan Micah sendiri bisa dibilang tepat karena berbagi chemistry yang kuat, dimana dialog yang diucapkan dan gestur tubuh yang ditampilkan mempertajam situasi buruk yang mereka hadapi bersama. Sang sutradara sangatlah pandai memaksimalkan tensi, penokohan dan imajinasi sehingga jalinan kisah semakin mantap. Pemilihan tata suara, pencahayaan dan sudut pandang kamera juga brilian sehingga terkesan homemade video selayaknya yang pernah ditampilkan dalam A Blair Witch Project sebagai pionirnya. Paranormal Activity tidaklah menampilkan sosok hantu tetapi membuat anda membayangkannya dan itu jauh lebih menakutkan. Endingnya cukup shocking, niscaya penonton akan terdiam dahulu selama beberapa saat. Salah satu film terseram sepanjang masa yang bisa jadi membuat anda sulit tidur berhari-hari setelah menyaksikannya!

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$103,690,184 till mid Nov 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 28 November 2009

NINJA ASSASSIN : Petualangan Ninja Pembunuh Pembelot

Cerita:
Berangkat dari anak jalanan saat ditemukan, Raizo ditempa oleh Ozunu Clan menjadi ninja pembunuh yang paling berbahaya di dunia. Perkumpulan rahasia mereka sangat dirahasiakan sehingga seringkali dianggap mitos belaka oleh public. Dihantui pengeksekusian gadis yang dicintai oleh temannya, Raizo bertekad melarikan diri dan menghilang. Sementara itu di Berlin, agen Europol, Mika Coretti dan atasannya, Ryan Maslow sedang melacak jejak uang gelap hasil pembunuhan beberapa politikus yang mengarah pada jaringan bawah tanah yang sulit diungkap. Investigasi kemudian berubah haluan saat Mika menjadi incaran Ozunu Clan untuk dibunuh. Raizo kemudian menyalamatkan Mika tetapi tahu bahwa hal tersebut tidak mengubah apapun sebelum Ozunu Clan habis ditumpas.

Gambar:
Keseluruhan syuting dilakukan di Jerman termasuk Studio Babelsberg. Adegan pertempuran antar ninja sedikit mengingatkan kita pada apa yang sudah ditampilkan dalam The Matrix, hanya saja dengan volume darah yang sangat tinggi.

Cast:
Baru saja tampil dalam debut Hollywood perdananya Speed Racer (2008), Rain kembali untuk memerankan Raizo, ninja pembunuh yang memiliki masa lalu kelam dan dituntut menuntaskan dendam terhadap kelompoknya sendiri.
Naomie Harris yang pernah mendukung 28 Days Later (2002) kini kebagian karakter Mika Coretti, agen Europol kulit hitam yang berhati lembut.
Rick Yune sebagai Takeshi
Sung Kang sebagai Hollywood
Linh Dan Pham sebagai love interestnya Raizo
Shô Kosugi sebagai Ozunu

Sutradara:
Pria kebangsaan Australia, James McTeigue dalam debutnya pernah menangani versi IMAX dari V For Vendetta (2005) yang cukup ramai dibicarakan itu.

Comment:
Sebelum menyaksikan, saya diperingatkan rekan-rekan betapa buruknya film ini. Oleh karena itu, saya memasuki bioskop dengan ekspektasi rendah dan berniat menonton saja. Ternyata pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Ninja Assassin menawarkan aksi, aksi dan aksi hampir sepanjang durasi film. Semua dikemas dalam koreografi yang memikat dan setting yang memang mendukung. Sebagai sebuah film kekerasan, terlalu banyak adegan berdarah-darah yang ditampilkan tetapi tidak sampai menjijikan karena secara pintar mampu dikombinasikan dengan lighting dan angle yang memukau. Ceritanya sendiri mengenai cinta, pengorbanan diri dan berusaha yakin dengan apa yang kau percayai. Simpel bukan? Rain sukses menggali emosinya untuk pengembangan karakter Raizo. Beberapa hal memang terasa tidak masuk akal seperti halnya di awal kumpulan ninja Ozunu Clan seperti mengerikan dan kekuatannya tidak tersentuh karena mampu mendengar detak jantung dari jauh tapi semakin lama film bergulir, sosok mereka tidak lagi kasat mata. Bahkan deru helikopter dan tembakan saja tidak bisa diprediksi? Belum lagi make-up yang kurang mulus sehingga goresan di tubuh terasa palsu. Saran saya, nikmati saja film remake ini tanpa banyak logika dan takut darah!

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 27 November 2009

A CHRISTMAS CAROL : Dihantui Tiga Arwah Natal

Quotes:
Ebenezer Scrooge-If I could have my way, every idiot who goes about with 'Merry Christmas' on his lips should be boiled in his own pudding, and buried with a stake of holly through his heart!

Cerita:
Malam Natal di Inggris, Ebenezer Scrooge, seorang tua pemilik jasa peminjaman uang seperti biasa menggerutu pada orang-orang yang merayakan semangat dan kebahagiaan Natal bersama keluarganya. Melewatkan undangan makan malam Natal keponakannya, Fred, Ebenezer malah pulang ke kediamannya, sebuah puri tua yang sangat sepi. Tak dinyana, mantan partner bisnisnya, Jacob Marley yang meninggal tujuh tahun lalu mengunjungi Ebenezer dalam wujud hantu! Dia memperingatkan Ebenezer akan didatangi tiga hantu dari masa lalu, masa kini dan masa depan yang kesemuanya berhubungan dengan Natal. Misinya Cuma satu yaitu menyadarkan Ebenezer dari keserakahan dan kesepiannya untuk mau bangkit membantu orang-orang di sekitarnya sebelum terlambat.

Gambar:
Visualisasi 3D yang mengasyikkan selayaknya yang tersaji dalam The Polar Express. Guratan wajah dan gestur tubuh cukup sempurna terpampang pada tampilan fisik keseluruhan karakter.

Voice:
Terakhir tampil dalam I Love You Phillip Morris di tahun yang sama, Jim Carrey kebagian menjadi penyulih suara Scrooge dari muda sampai tua, juga hantu Natal dari masa lalu sampai masa depan. Menarik bukan?
Colin Firth sebagai Fred
Gary Oldman sebagai Bob Cratchit / Marley / Tiny Tim
Robin Wright Penn sebagai Fan / Belle
Bob Hoskins sebagai Mr. Fezziwig / Old Joe

Sutradara:
Robert Zemeckis pernah bermain dengan grafis CGI dalam 2 film sebelumnya yaitu The Polar Express (2004) dan Beowulf (2007) sehingga remake A Christmas Carol ini seharusmya bukan hal baru baginya.

Comment:
Boleh dibilang salah satu cerita paling berpengaruh yang pernah ditulis sehingga sudah berkali-kali diterjemahkan secara bebas dalam bentuk karya seni apapun. Tantangannya adalah bagaimana tetap menampilkannya secara fresh dan kali ini Zemeckis mencobanya dalam format animasi 3D. Masalahnya durasi yang diberikan kepada tiga hantu Natal tersebut tidaklah sama, dan Hantu Masa Depan memegang sekuens terpanjang sehingga keseimbangan tidak tercapai. Interpretasi Carrey terhadap karakter Scrooge memang mengagumkan. Sayangnya dialah satu-satunya yang outstanding disini dibandingkan karakter-karakter lainnya. Konklusinya, A Christmas Carol adalah animasi yang cukup standar tetapi tidak sampai kehilangan tajinya meski harus diakui agak membosankan. Setidaknya semangat Natal coba ditampilkan disini, lengkap dengan alunan beberapa lagu Natal legendaris!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$22,308,913 till mid Nov 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!