XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label marcel chandrawinata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marcel chandrawinata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2011

PUPUS : Dilematis Pengharapan Cinta Gadis Lugu

Quotes:
Cindy: Masalahnya aku cewek.. Aku butuh kejelasan..

Storyline:
Beranjak dari daerah ke Jakarta untuk menempuh ilmu, Cindy dikerjai para seniornya pada masa orientasi siswa hingga membawanya berkenalan dengan seniornya Panji yang memiliki tanggal ulang tahun persis dengannya. Cindy pun jatuh cinta pada pandangan pertama meski masih bertanya-tanya apakah Panji memiliki perasaan yang sama. Hari-hari berlalu, Hugo yang juga populer di kampus mulai mendekati Cindy yang semakin bingung dengan sikap Panji yang tidak jelas. Kini pilihan ada di tangan Cindy apakah ia akan bertahan mencintai Panji dengan segala kemisteriusannya itu sebelum harapannya benar-benar pupus.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya diadakan di Plaza Senayan XXI pada tanggal 25 Mei 2011 yang lalu.

Cast:
Donita sebagai Cindy
Marcel Chandrawinata sebagai Panji
Arthur Brotolaras sebagai Hugo
Ichsan Akbar sebagai Eros
Kaditha Ayu
Vicky Monica

Director:
Merupakan film ke-14 bagi Rizal Mantovani yang diawali oleh proyek keroyokan Kuldesak di tahun 1999.

Comment:
Rizal Mantovani merupakan satu dari sedikit sutradara lokal yang sukses bermain nyaris di semua genre mulai dari horror, drama, thriller hingga action. Favorit setiap orang tentunya berbeda-beda dan andalah sebagai penonton yang menilai. Bagaimana dengan drama yang terkesan picisan yang satu ini? Yang trailernya sudah wara-wiri dan sukses mencuri perhatian di bioskop-bioskop tanah air selama beberapa bulan terakhir?
Kisahnya sendiri nyaris merupakan pengulangan drama percintaan pada umumnya. Tarik ulur cinta dan maju mundurnya perasaan menjadi suguhan utama. Hanya saja sudut pandangnya dominan dari sisi perempuan sehingga unsur feminisnya lebih dominan kali ini. Sedikit twist coba dihadirkan di bagian akhir oleh penulis Alim Sudio untuk sedikit mengecoh penonton. Nice try! Meski sejak pertengahan saya sudah mulai dapat menerka endingnya.
Penunjukan Donita sebagai pemeran utama terbilang tepat. Wajah galau dan isak tangis sendunya sudah teruji dalam berbagai FTV dan kembali diperlihatkan sebagai Cindy disini. Sayangnya scene terbaiknya yang dilakukan di dapur tidak menjadi kejutan lagi karena sudah dipampang di trailer begitu saja. Sedangkan Marcel dituntut memberikan karakter lembut sekaligus misterius sebagai Panji. Namun perubahan sikap yang seharusnya lebih “tegas” di akhir cerita menjadi datar saja tanpa disertai alasan yang kuat. Meski demikian chemistry keduanya cukup menarik apalagi keduanya sangat camera-face.
Saya ingin menyorot perihal teknis gambar yang disuguhkan terkesan “terang-benderang” dan menyilaukan mata. Entah disengaja demi menimbulkan efek dramatisasi yang kental tapi nyatanya tidak berpengaruh apapun. Kekurangan yang satu ini tertolong oleh ilustrasi musik yang memang sudah terkenal tetapi diaransemen ulang dan dinyanyikan kembali. Terbukti lantunan suara Ahmad Dhani, Mahadewi maupun Donita sendiri cukup member jiwa pada film.
Pupus bisa saja menjadi sebuah karya yang jauh lebih baik lagi andai dikonsep dengan lebih matang dengan memperhatikan satu dua hal secara lebih detail lagi. Kerunutan dalam bercerita yang mengambil rentang waktu lima tahun dan intensitas klimaks emosi yang kurang konsisten memang sedikit mengganggu. Dan pada akhirnya tidak lebih dari sebuah drama percintaan yang sengaja dikonsep untuk mengharu-biru penonton wanita pada khususnya. Bukankah cinta memang butuh pengorbanan dan cucuran air mata agar benar-benar dapat dirasakan?

Durasi:
85 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 03 Mei 2011

COWOK BIKIN PUSING : Rebound Bersama Setelah Kandasnya Percintaan

Quotes:
Cecile: Mungkin emang loe yang mau hidup gw sepi dan menderita. Sama kayak apa yang loe alami!

Storyline:
Cecile, Tasha dan Justin telah bersahabat lama dimana mereka selalu berbagi cerita apapun. Cecile bersama Tasha bahkan mendirikan sebuah toko kue Cecile’s Bittersweet Chocolate yang laris manis itu termasuk salah satu pelanggan setianya, Dino. Sayangnya kebahagiaan tidak berlangsung lama karena Cecile harus putus dengan tunangannya, Marco setelah berjalan 5 tahun. Tasha dan Justin pun menghibur Cecile dengan membalas perlakuan Marco. Di sisi lain, Dino pun mengakhiri hubungannya dengan Angela yang ketauan berselingkuh. Kesamaan nasib membuat Dino dan Cecile menjadi dekat. Namun apakah perasaan yang mereka miliki itu sungguhan, bukan sekadar rebound saja?

Nice-to-know:

Diproduksi oleh MVP Pictures dan screening terbatas diadakan di Planet Hollywood pada tanggal 28 April 2011.

Cast:
Julie Estelle
sebagai Cecile

Laudya Chintya Bella
sebagai Tasha

Nino Fernández
sebagai Dino

Aming
sebagai Justin

Marcel Chandrawinata
sebagai Marco

Marissa Nasution sebagai Angela
Alex Abbad sebagai Alex

Director:
Winalda E. Melalatoa pernah menggarap MBA (Married By Accident) di tahun 2008 lalu.

Comment:
Tertunda nyaris selama 3 tahun sebelum akhirnya dirilis pada 5 Mei 2011 telah mengubah banyak fakta dalam film ini. Pertama, judul awalnya adalah “Selingkuh”. Kedua, Aming dan Marissa Nasution melakukan debutnya disini, sebelum film-film mereka yang justru rilis duluan. Entah apa penyebab pastinya mengenai penundaan tersebut, yang pasti komedi romantik yang satu ini tidak lantas dipandang sebelah mata.

Plotnya simpel yaitu mengenai cinta dan persahabatan. Cinta yang harus kandas karena banyaknya faktor penghambat yang tidak mampu diselesaikan oleh kedua belah pihak. Bukan sesuatu yang tidak umum, terlebih anda yang sudah sering melewati gagal/suksesnya sebuah hubungan. Lantas bagaimana jika persahabatan yang seharusnya suportif di dalam segala hal justru menjadi pengganjal cinta itu sendiri untuk maju. Siapkah anda untuk berpikir jernih jika harus memilih salah satu di antaranya?

Kurang lebih itulah yang ingin disampaikan oleh penulis skrip kondang, Sekar Ayu Asmara. Apalagi latar belakang tempatnya adalah Bali yang sangat menjual dengan eksotisme uniknya yang tentu sudah sangat dikenalnya secara pribadi. Modal awal tersebut memang terbukti mempermudah kinerja sutradara Winalda yang sebelumnya sudah familiar dengan tema percintaan. Bahkan pada beberapa bagian, kita akan turut merasakan campur tangan seorang Rizal Mantovani yang tampaknya lebih memilih untuk duduk di Departemen Artistik kali ini.
Keempat karakter utamanya disini yakni Julie, Laudya, Nino dan Marcel memang bermain “aman”. Tidak banyak perbedaan yang ditampilkan dari peran-peran mereka sebelumnya. Yang menarik adalah profesi masing-masing dimana bisnis Cecile's Bittersweet Chocolate yang dijalankan Cecile dan Tasha memperkenalkan cake dan coklat dalam tampilan menggugah selera serta tokoh Dino yang digambarkan sebagai seorang guru surfer yang handal. Sedangkan Aming dan Alex Abbad lumayan mencuri perhatian sebagai sidekick, alias pasangan gay yang serba heboh perkataan dan tindak tanduknya. Mudah-mudahan anda tidak terganggu.
Keputusan pemakaian judul film ini memang terkesan tidak tepat. Premis yang dihadirkan di awal mengenai “angka-angka statistik” cowok seakan lenyap begitu saja memasuki pertengahan. Konflik berganti menjadi kaburnya arti persahabatan dan sulitnya menjalankan hubungan baru paska putus alias rebound. Pada akhirnya, permasalahan yang cukup krusial tersebut memang terselesaikan kelewat mudah. Demi mengejar konsep happy ending yang aman dan menyenangkan bagi semua pihak? Apapun alasannya, Cowok Bikin Pusing tetaplah sebuah tontonan yang fun dan ringan untuk dinikmati.

Durasi:
85 menit


Overall:
7.5 out of 10


Movie-meter:

Jumat, 01 Oktober 2010

SWEETHEART : Potret Kontras Dunia Remaja Putri

Quotes:
Imel: Gimana caranya mereka masih mau sama gue kalo gue udah dipake??

Storyline:
Berat hati, Nina terpaksa pindah ke sekolah dan lingkungan tempat tinggal yang baru mengikuti ibunya Cynthia yang baru saja dinikahi secara siri oleh seorang pengusaha kaya. Kemudian Nina berkenalan dengan cowok tampan bernama Irwan yang juga tinggal di sekitar situ. Di sekolah Nina juga berteman dengan Misha yang terobsesi menjadi anggota geng Sweetheart yang paling populer disana. Geng ini beranggotakan Imel, Fifi dan Cherry sebetulnya bukan panutan yang baik. Mereka senang berfoya-foya, dugem, mabuk-mabukan bahkan melakukan seks bebas. Imel yang paling dominan diantara ketiganya mengalami guncangan batin saat diputuskan oleh Jodi yang juga vokalis band tenar. Sayangnya sakit hati Imel lalu dilampiaskan kepada Nina lewat serangkaian "penyiksaan". Batin Nina hancur tetapi ia harus bangkit berdiri dan melakukan apa yang terbaik bagi dirinya dan lingkungan barunya itu.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Virgo Putra Film dan diproduseri oleh Ferry Angriawan.

Cast:
Marcel Chandrawinata sebagai Irwan
Aurellie Moeremans sebagai Nina
Sabai Morscheck sebagai Imel
Joanna Alexandra sebagai Cherry
Sheila Thohir sebagai Fifi
Ayu Azhari sebagai Cynthia
Ivan Ray sebagai Jodi

Director:
Merupakan film kedua bagi Hanny R. Saputra di tahun 2010 ini setelah Sst.. Jadikan Aku Simpanan di bulan Januari lalu.

Comment:
Prolog film ini seperti ada di pertengahan sesuatu. Kita tidak tahu siapa Nina yang lugu ataupun trio populer berlakuan negatif Sweetheart yang beranggotakan Imel, Fifi dan Cherry. Latar belakang keempatnya tidak disinggung samasekali. Hal yang sesungguhnya sangat penting bagi audiens untuk dapat menyelami karakterisasi tokoh-tokoh utama itu. Yang ada narasi berjalan terus merekam berbagai polah tingkah keempat remaja putri tersebut dengan alur linier. Konflik demi konflik terus dijejali kalau tidak mau disebut berlebihan. Namun harus diingat kembali, ini adalah film remaja yang menyimpan misi edukasi tersendiri.
Sutradara Hanny menyajikan sinematografi yang teduh dengan pemilihan warna-warni lembut yang menarik. Kepiawaiannya menyajikan drama yang baik memang tidak bisa dipungkiri seperti yang pernah diperlihatkannya dalam Heart. Momen-momen bold yang menohok emosi ditampilkan secara gamblang. Penampilan Sabai yang meledak-ledak sebagai gadis pembangkang cukup mampu membuat penonton berantipati padanya. Sebaliknya Aurellie tampil kalem tetapi persuasive. Kedua karakter yang bertolak belakang itulah yang menjadi nilai jual utama film ini. Kehadiran Marcell, Joanna, Ayu dll hanya terkesan sebagai pelengkap belaka dan tidak ada alasan yang kuat untuk membuat mereka beerimprovisasi disini.
Jika anda bisa memaafkan letusan peluru yang terjadi di awal, niscaya Sweetheart akan menjadi tontonan yang memenuhi standar kualitas sebuah film. Terlepas dari klise dan predictable endingnya, saya menganggap film ini masih layak untuk ditonton. Nilai-nilai persahabatan yang berpadu dengan peran orangtua dalam menanamkan pendidikan moral sejak dini memang bagian terpenting dalam pertumbuhan seseorang yang beranjak remaja. Bukankah masa depan dan pilihan dalam hidup ditentukan dari fase tersebut?

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Sabtu, 05 Desember 2009

AIR TERJUN PENGANTIN : Psikopat Penghuni Pulau Surgawi

Tagline:
Apa Jadinya? Sebuah Liburan Menjadi Malapetaka!

Cerita:
Mantan atlet wushu yang mundur setelah mengalami kecelakaan mobil bernama Tiara menyisakan trauma paska kejadian tersebut sehingga takut terhadap kegelapan. Bersama kekasihnya, Lilo dan keponakannya, Mandy yang mengajak serta 5 orang teman-temannya, mereka berlibur di pulau terpencil yang terkenal dengan fenomena Air Terjun Pengantin yang konon bisa mengabulkan permintaan siapapun yang berenang disana. Sayangnya mereka tidak sendiri disana, ada seorang psikopat pembunuh keji yang memiliki misi mistis demi kepentingannya sendiri. Berhasilkah mereka keluar hidup-hidup dari pulau tersebut?

Gambar:
Bertempat di Pulau Sangiang, Kepulauan Seribu dan Bandung seakan menjadi lokasi alami nan indah yang tepat bagi Air Terjun Pengantin.

Cast:
Tamara Bleszynski sebagai Tiara menjadi daya tarik utama film ini karena sudah bertahun-tahun vakum dari dunia perfilman nasional.
Kieran Sidhu sebagai Lilo, kekasih Tiara.
Marcel Chandrawinata
Tyas Mirasih
Navy Rizky Tavania
Andrew Ralph Roxburgh

Sutradara:
Terakhir mengarahkan Kesurupan (2008) dan beberapa judul horor lainnya, Rizal Mantovani mencoba genre thriller slasher yang masih jarang disentuh sineas Indonesia dimana salah satu pionirnya adalah Psikopat (2006).

Comment:
Film produksi Maxima Pictures ini berusaha mengadaptasi slasher thriller sukses Hollywood. Formulanya kurang lebih sama yaitu pria-pria tampan dan gadis-gadis cantik yang berbikini seksi menghabiskan liburan di pantai untuk kemudian dijebak satu persatu menemui ajalnya oleh pembunuh psikopat sadis. Lantas jika demikian, apalagi yang bisa ditawarkan film ini? Sang sutradara berusaha menghadirkan panorama pulau terpencil selayaknya yang dilakukan koleganya Jose Poernomo dalam dua jilid Pulau Hantu. Hal ini mungkin berhasil, sayangnya kurang eksplorasi. Dari segi sound, kesan mengerikan saat pembantaian berusaha dimunculkan lewat gesekan biola yang menyayat-nyayat. Sukses? Rasanya belum karena malah terdengar tidak pas di telinga. Plotnya simpel saja seperti sudah dibahas di atas dan malangnya tidak ada hal baru yang coba digali. Unsur suspensi sama sekali tidak ada karena pelakunya hanya mengenakan topeng perwayangan. Elemen mistik seperti persyaratan, takhayul, klenik tidak cukup kuat untuk mendasari motif si pembunuh. Yang herannya lagi, seorang pembunuh yang dari perawakannya terlihat ringkih tapi tidak mampu dilawan oleh delapan orang dan tiga pria berbadan atletis diantaranya. Beberapa sekuens yang harusnya menjadi kemenangan mutlak atas tokoh antagonis juga teramat menggelikan. Pada akhirnya, Air Terjun Pengantin hanya membuat saya tersenyum simpul sepanjang film hingga meninggalkan gedung bioskop sambil berusaha mencerna dimana sisi istimewanya.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!