XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label colin firth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label colin firth. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

TINKER TAILOR SOLDIER SPY : Retro Espionage Secret Revelation


Quotes:
George Smiley: We are not so very different, you and I. We've both spent our lives looking for the weaknesses in one another.

Nice-to-know:
Filmmaker menghabiskan waktu 18 bulan untuk mencari kandidat pemeran George Smiley. Setelah nyaris dibatalkan, produser Tim Bevan terpikir untuk menghubungi Gary Oldman.

Cast:
Gary Oldman sebagai George Smiley
Colin Firth sebagai Bill Haydon
Mark Strong sebagai Jim Prideaux
John Hurt sebagai Control
Tom Hardy sebagai Ricki Tarr
Toby Jones sebagai Percy Alleline
CiarĂ¡n Hinds sebagai Roy Bland
David Dencik sebagai Toby Esterhase
Benedict Cumberbatch sebagai Peter Guillam

Director:
Pria kelahiran Swedia bernama Tomas Alfredson ini terakhir menangani Let The Right One In (2008) yang kemudian diremake oleh Hollywood.

W for Words:
Berapa banyak spy thriller yang pernah anda saksikan sebelumnya? Saya yakin jawabannya banyak dan besar kemungkinan sebagian di antaranya adalah action. Bagaimana jika dikombinasikan dengan drama? Mungkin anda perlu waktu untuk mengingat beberapa judul terdahulu. Nah, cerita yang diangkat dari novel tahun 1974 karya John le Carré hingga disulihkan ke dalam naskah film oleh (alm) Bridget O'Connor dan Peter Straughan ini adalah salah satunya sehingga bisa menjadi opsi off-mainstream yang menarik terlebih konsep retro yang diusungnya.
Selama Perang Dingin di tahun 1970an, kepala MI6 bernama Control mundur dari operasi di Budapest yang berjalan tak semestinya. Control lantas meyakini salah satu dari empat agen senior asing-masing Toby Esterhase, Bill Haydon, Percy Alleline dan Roy Bland adalah mata-mata Rusia. Sementara itu George Smiley yang sudah setengah pensiun dipanggil kembali oleh Pemerintah untuk melakukan investigasi terhadap kebenaran cerita agen Ricki Tarr. Tugas yang tidak mudah dimana semua orang memiliki kecurigaan terhadap satu sama lain..

Sutradara Alfredson menempatkan film dalam alur lambat yang seakan menggulung setiap adegannya dengan amat perlahan tanpa ingin kehilangan momen sedikitpun. Sinematografi Hoyte van Hoytema dan hasil editing Dino Jonsater juga stabil menyuguhkan shot lebar baik lokasi dalam ataupun luar ruangan sehingga memberikan kesempatan bagi penonton untuk mengagumi keindahan kinerja mereka. Nuansa misteri dan intrik yang melingkupi MI6 benar-benar terjaga di sepanjang durasinya.
Kekuatan narasi terletak dari sajian akting di atas rata-rata para aktor-aktor disini baik utama maupun pendukung. Oldman seakan menjelma menjadi tokoh abu-abu dimana George Smiley selalu dihadapkan pada dunia yang penuh korupsi dan pengkhianatan. Apresiasi khusus patut dilayangkan pada Cumberbatch yang berhasil menokohkan Guillam yang naif. Menarik melihat Hardy tampil dengan rambut pirang dimana tokoh Ricki Tarr bertugas membersihkan MI6 dari nama buruk.

Tinker Tailor Soldier Spy secara konstan mengungkapkan rahasia demi rahasia menuju kesimpulan akhir yang tertata kompleks dalam benak penonton. Kesabaran adalah faktor yang harus anda lalui untuk menyelesaikan film yang teramat detail ini. Saksikan saja kiprah George Smiley memungut setiap potongan puzzle secara runut. Kesimpulan akhir tampaknya bukan yang terpenting kali ini karena manusia hanyalah bidak catur yang digerakkan sesuai fungsinya. Thank God because some unusual thrills keeps me on my seat!

Durasi:
127 menit

Worldwide Box Office:
$39,694,989 till Jan 2011.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 20 Februari 2011

THE KING’S SPEECH : Mengatasi Masalah Berpidato Raja Inggris

Tagline:
It takes leadership to confront a nation's fear. It takes friendship to conquer your own.

Storyline:
Sebuah biopic mengenai King George VI yang merupakan ayah dari Queen Elizabeth II saat ini. Trauma semasa kecilnya di usia 4-5 tahun, Prince Albert yang dikenal dengan sebutan Bertie mengalami masalah gagap dalam menyampaikan pidato termasuk dalam penutupan eksibisi Commonwealth di London pada tahun 1925. Istrinya Elizabeth menyarankan Bertie untuk menjalani terapi tapi selama bertahun-tahun tidak ada yang pas untuknya. Hingga pada suatu hari, Bertie bertemu dengan Lionel Logue yang mulai memberinya titik cerah. Aknkah kerjasama mereka akan membuahkan hasil manis?

Nice-to-know:
Semula peran King George VI dimaksudkan untuk Paul Bettany tetapi ybs menolak dengan alasan ingin menghabiskan waktu lebih bersama keluarga dan kemudian menyesali keputusannya.

Cast:
Baru saja tahun lalu dinominasikan Aktor Terbaik lewat A Single Man (2009) dalam ajang Oscar, Colin Firth disini berperan sebagai King George VI.
Terkenal di Indonesia lewat peran komersil dalam Pirates of the Caribbean, Geoffrey Rush kali ini bermain sebagai Lionel Logue.
Helena Bonham Carter sebagai Queen Elizabeth

Director:
Sejauh ini baru film ketiga Tom Hooper yang banyak berpengalaman di film televisi termasuk Elizabeth I (2005) yang juga bertemakan keluarga kerajaan Inggris.

Comment:
Didasarkan pada pengalaman pribadinya semasa kecil dan kemudian meminta ijin pada Ibu Ratu untuk membuat skrip dengan pengalaman serupa yang kebetulan menimpa Sang Raja, David Seidler jelas tidak main-main dalam mengerjakan proyek ini. Gagap ataupun kegugupan yang menyerang saat harus berpidato di depan orang banyak bisa jadi masalah yang dihadapi nyaris seluruh orang awam sekalipun.
Meski belum banyak berpengalaman menggarap film layar lebar, sutradara Hooper mampu menerjemahkan naskah Seidler tersebut ke dalam film berdurasi nyaris 2 jam ini. Demi menyiasati rasa jemu yang mungkin hinggap pada penonton, Hooper juga menyuguhkan berbagai subplot menarik yang melibatkan kiprah Raja Edward ataupun Hitler di Jerman yang sangat berpengaruh pada waktu itu.
Rasanya tidak salah menempatkan Firth sebagai favorit Aktor Terbaik pada ajang Oscar tahun ini setelah tahun lalu gagal. Anda dijamin terpukau pada kemampuannya merapal kata demi kata secara tidak biasa kalau tidak mau disebut aneh.Bagaimana kepercayaan dirinya sempat jatuh akibat hal tersebut walaupun tidak menghilangkan kesan bahwa ia petinggi yang memiliki hati yang baik dan berjuang bagi orang-orang yang selama ini mendukungnya.
Dua aktor aktris kawakan Inggris, Rush dan Bonham Carter juga menunjukkan performa terbaiknya disini. Menyenangkan melihat Bonham Carter “terlihat” normal disini sebagai arakter istri setia yang selalu mendampingi suaminya di saat susah senang dan juga seorang ibu yang menyayangi anak-anaknya. Sedangkan Rush yang humoris keras hati mampu menciptakan simbiosis mutualisma yang luar biasa dengan Firth terutama saat pertukaran dialog dan gesture di antara keduanya.
Bukan tidak mungkin The King’s Speech akan merajai Academy Awards 2011 ini dengan 12 nominasi yang diraihnya. Duet Bertie-Lionel mungkin salah satu kerjasama terbaik yang pernah ada dan tidak ada salahnya anda menjadi saksi bahwa film bertemakan Kerajaan Inggris masih menyimpan potensi besar jika tergarap dengan maksimal. Anda akan belajar bagaimana memberikan kepercayaan pada seseorang untuk masuk dalam kehidupannya, untuk mengatasi krisis percaya dirinya demi orang lain yang mempercayainya. Sekali-kali percayalah akan konsep persahabatan murni yang tulus antara dua insan.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$93,675,761 till mid Feb 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 03 Desember 2009

THE ACCIDENTAL HUSBAND : Konflik "Dua" Orang Ketiga Dalam Romantika

Quotes:
Patrick-with a mouth full of sample wedding cake] This cake is fantastic!
Emma-Shh. Please...
Patrick-You mix these two together, it tastes just like a ring-ding.
Emma-[Patrick shoves a fork of cake in her face] No. No, no.
Patrick-Ah!
Emma-No.
Patrick-Ah!
Emma-[she accepts the forkful of cake] it was yummy.
Patrick-It's super-duper.

Cerita:
Berkarir sebagai pembawa acara sukses "True Love" di radio, Emma Lloyd juga memiliki hubungan sempurna dengan tunangannya, Richard. Suatu saat tanpa disengaja, saran Emma membuat hubungan sepasang sejoli, Patrick dan Sophia yang sedang menuju pernikahan menjadi berantakan. Patrick yang terluka berusaha membalas dendam dibantu temannya menciptakan identitas palsu sebagai suami resmi dari Emma. Kemudian Emma mengetahui hal ini dan sangat heran mendapati dirinya sudah menikah, iapun menemui Patrick untuk mencari jawaban. Tak dinyana hubungan tak disengaja tersebut malah mendekatkan keduanya. Siapakah yang akhirnya dipilih Emma?

Gambar:
Penggambaran New York City sebagai latar belakang komedi romantis memang sangat menjual. Termasuk stasiun pemadam kebakaran Engine 312 - 22-63 di Astoria tempat Patrick bekerja. Sedangkan adegan penutup dilangsungkan di First Church of Round Hill, Connecticut.

Act:
Uma Thurman pernah dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik dalam Pulp Fiction (1994) dan disini kebagian peran Dr. Emma Lloyd, psikiatris pembawa acara Real Love di radio yang tengah bimbang menghadapi pernikahannya.
Aktor Inggris yang memulai debutnya dalam Another Country (1984), Colin Firth kali ini menjadi pria perfeksionis Richard Bratton, calon suami dari Emma.
Sempat mencuat namanya setelah membintangi serial teve Supernatural, Jeffrey Dean Morgan didapuk menjadi petugas pemadam kebakaran yang baru saja patah hati, Patrick Sullivan.

Sutradara:
Karier penyutradaraan Griffin Dunne dimulai saat mengarahkan Meg Ryan dan Matthew Broderick dalam Addicted To Love (1997). 11 tahun berselang, ia mencoba jalur yang sama dengan plot cinta segitiga yang unik.

Comment:
Diawali dengan klise-klise buruk sebuah komedi romantis, film ini bergulir dengan roda yang seakan terseok-seok. Hubungan sang wanita pemecah masalah cinta dan pria patah hati harusnya bisa diekspos dengan detail, tetapi disini karakter Patrick seakan bisa melupakan begitu saja cintanya yang dalam pada Sophia dan ironisnya karakter Emma pun seakan tidak mengalami pengalaman cinta apa-apa dalam menghadapi situasi yang bisa menjebaknya. Chemistry Uma dengan Jeffrey sedikit dipaksakan, apalagi Uma dan Richard yang hampir selalu terlihat kaku. Hal tersebut sulit membuat penonton jatuh hati dengan salah satu dari karakter yang mereka perankan. Plot cerita terdeskripsikan dengan dangkal sekali sehingga skenario hanya sekedar ok lah sedikit memaksa di beberapa sisi. Unsur komedi yang biasanya menyelamatkan juga kurang berhasil. Sedikit unsur India yang ditanamkan malah mengaburkan identitas film secara keseluruhan. Alhasil The Accidental Husband hanya akan mengambang di permukaan tanpa meninggalkan kesan yang dalam bagi para pencinta genre ini.

Durasi:
85 menit

U.K. Box Office:
£2,072,869 till March 2008

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 01 Oktober 2009

THE LAST LEGION : Epik Asal Mula Legenda King Arthur

Quotes:
Young Arthur-Is that where the last legion made their stand?
Ambrosinus-Of course. Just like in the story.
Young Arthur-With you as the hero.
Ambrosinus-Of course. We need heroes, don't we?

Cerita:
Tahun 460 Sebelum Masehi, kaum Goth yang dipimpin Odoacer menyerang Roma; membunuh orangtua Kaisar Romulis Augustus dengan brutal dan menculik bocah tersebut bersama gurunya Ambrosinus ke penjara di Capri. Pemerintahan Constantinople bersama Senator Nestor mengirim pejuang wanita bernama Mira untuk membantu Komandan setia, Aurelius untuk menyelamatkan Romulus dengan bermodalkan sedikit prajurit. Kesuksesan misi tersebut dikejutkan oleh fakta bahwa mereka dikhianati oleh Senator Nestor pada saat kembali. Tanpa pilihan, mereka mengubah haluan menuju Brittannia untuk bertemu kaum pejuang terakhir Roman.

Gambar:
Bersetting di Slovakia dan Tunisia, The Last Legion cukup berhasil mengedepankan bahasa gambar epik yang baik dan meyakinkan.

Act:
Colin Firth yang pernah mendukung Bridget Jones' Diary (2001) kali ini berperan sebagai Aurelius
Aktor berusia 65 tahun kelahiran Inggris bergelar Sir ini sudah malang melintang di kancah perfilman Hollywood. Disini Ben Kingsley bermain sebagai Ambrosinus / Merlin.
Salah satu aktris India yang cukup dikenal di Amerika, Aishwarya Rai kebagian tokoh Mira, pejuang wanita yang tangguh.
Angkat nama lewat Nanny McPhee (2005), Thomas Sangster didapuk sebagai Romulus Augustus kecil.

Sutradara:
Doug Lefler lebih berpengalaman dalam bidang art department sekaligus sutradara beberapa episode serial televisi epik selayaknya Hercules, Xena dll.

Komentar:
Melihat premis dan trailer The Last Legion, rasanya penonton akan berharap banyak. Tetapi sayangnya hanya akan dikecewakan pada akhirnya. Apa pasal? Walau didukung oleh efek CGI yang lumayan sebagai sebuah epik, film ini tidak didukung oleh jalan cerita yang memadai dan adegan laga yang memukau. Jajaran cast yang ada pun tergolong bermain biasa-biasa saja walaupun masing-masing dari mereka sebenarnya memiliki bakat, hal ini mungkin saja disebabkan kinerja sutradara yang belum maksimal. Ending yang ditawarkan pun terasa dipaksakan dan cenderung norak. Secara keseluruhan, The Last Legion mungkin tidak seburuk itu, hanya saja segmennya lebih ditujukan untuk remaja muda dibandingkan orang dewasa karena film yang ringan ini bebas dari adegan berdarah, kekerasan ataupun seks.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$5,920,150 till Nov 2007

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 19 September 2008

MAMMA MIA! : Pencarian Ayah Kandung Menjelang Pernikahan

Quotes:
Donna-You sound like you're having fun already.
Ali-Oh, we are!
Donna-[woefully] I used to have fun!
Ali-[giggles] Oh, we know!
[Donna looks worried]

Cerita:
Calon mempelai Sophie sedang dalam misi pencarian ayahnya sebelum hari pernikahannya. Hanya ada satu masalah, Sophie tidak tahu pasti siapa dia. Setelah diam-diam membaca buku harian ibunya Donna, Sophie menemukan fakta tiga mantan kekasih ibunya itu. Lantas Sophie mengundang ketiganya dan berusaha mencari tahu apa yang sesungguhnya pernah terjadi di antara Sam, Bill, Harry dengan ibunya di masa lalu sekaligus menentukan jati dirinya sendiri.

Gambar:
Sebagian besar bersetting di Yunani yang menampilkan lanskap laut biru dan perbukitan alami yang sangat indah.

Act:
Meryl Streep sebagai Donna Sheridan
Amanda Seyfried sebagai Sophie Sheridan
Pierce Brosnan sebagai Sam Carmichael
Colin Firth sebagai Harry Bright
Stellan Skarsgard sebagai Bill Anderson
Julie Walters sebagai Rosie
Rachel McDowall sebagai Lisa
Dominic Cooper sebagai Sky
Semuanya tampil fun dan atraktif saat bernyanyi sambil berkoreografi!

Sutradara:
Karya layar lebar perdana bagi Phyllida Lloyd selepas membesut satu-satunya serial televisi Gloriana (2000). Tugas yang samasekali tidak mudah tapi dijawabnya dengan baik.

Komentar:
Tidak mudah mengangkat suatu pentas sukses yang berulangkali dimainkan di panggung Broadway ke dalam layar lebar. Pertama, keterbatasan seni panggung sehingga memfokuskan pada nyanyian dan tari dibandingkan cerita. Sedangkan pada layar lebar sebaliknya, cerita seakan lebih diprioritaskan dibanding segalanya. Dalam hal ini, "Mamma Mia!" bisa dibilang gagal karena tidak satupun cast bernyanyi di atas rata-rata. Kedua, lagu-lagu ABBA yang timeless harus diinterpretasikan untuk mengangkat cerita secara prima. Dalam hal ini, "Mamma Mia!" bolehlah mendapat ponten baik karena lirik yang kuat dan pas dengan jalinan cerita. Di luar dua poin utama "Mamma Mia!" itu, usaha Streep dan Seyfried boleh diacungi jempol karena berhasil menciptakan chemistry yang baik sebagai ibu dan anak sehingga penonton masih bisa bersimpati mengikuti kiprah mereka. Kekurangan yang paling mencolok mungkin dari gaya penyutradaraan yang terasa amatir, sinematografi yang buruk entah karena pencahayaan yang overexposure atau underexposure. Kesimpulannya, Mamma Mia! hanya akan memuaskan dahaga anda dengan lagu-lagu nostalgia ABBA dan setidaknya bisa ikut bernyanyi selama 90 menit. Tidak buruk kan?

Soundtrack:
"I Have A Dream" by Amanda Seyfried
"Honey, Honey" by Amanda Seyfried
"Money, Money, Money" by Meryl Streep
"Mamma Mia" by Meryl Streep
"Chiquitita" by Julie Walters and Christine Baranski
"Super Trouper" by Meryl Streep, Julie Walters and Christine Baranski
"Dancing Queen" by Meryl Streep, Julie Walters and Christine Baranski
"Our Last Summer" by Amanda Seyfried, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard and Colin Firth
"Lay All Your Love On Me" by Amanda Seyfried and Dominic Cooper
"Gimme! Gimme! Gimme! (A Man After Midnight)" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"Voulez-Vous" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"SOS" by Meryl Streep and Pierce Brosnan
"Does Your Mother Know" by Christine Baranski and Philip Michael
"Slipping Through My Fingers" by Amanda Seyfried and Meryl Streep
"The Winner Takes It All" by Meryl Streep
"Under Attack"
"Knowing Me, Knowing You"
"I Do, I Do, I Do, I Do, I Do" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"When All Is Said And Done" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"Take A Chance On Me" by Julie Walters and Stellan Skarsgard
"The Name Of The Game" by Amanda Seyfried and Stellan Skarsgard
"Waterloo" by Amanda Seyfried, Meryl Streep, Julie Walters, Christine Baranski, Pierce Brosnan, Stellan Skarsgard, Colin Firth and Dominic Cooper
"Thank You For The Music" by Amanda Seyfried

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$144,130,063 till early Nov 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!