XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nikolaj coster-waldau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nikolaj coster-waldau. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

MAMA : Horror With Heart and Fright


Quotes:
Dr. Dreyfuss' Secretary: A ghost is an emotion bent out of shape, condemned to repeat itself time and time again.


Nice-to-know:
Saat Annabel mendengar Victoria dan Lilly masih bermain, dia pergi ke kamar mereka untuk mengatakan bahwa hari sudah larut dan waktunya tidur tetapi nyatanya jendela menunjukkan siang hari. Kejadian ini berlangsung tiga kali..

Cast:
Jessica Chastain sebagai Annabel
Nikolaj Coster-Waldau sebagai Lucas / Jeffrey
Megan Charpentier sebagai Victoria
Isabelle Nélisse sebagai Lilly
Daniel Kash sebagai Dr. Dreyfuss
Javier Botet sebagai Mamal

Director:
Merupakan debut penyutradaraan feature film bagi Andrés Muschietti.

W For Words:
Jika anda cermati
, horor kreasi seorang Guillermo del Toro yang kali ini bertindak sebagai produser eksekutif selalu mengedepankan tokoh wanita dan anak. Lihat saja The Orphanage (2006) dan Don't Be Afraid Of The Dark (2010). Menilik premisnya, yang satu ini rasanya masih mengusung 'identitas' yang sama. Namun apakah hasil akhirnya akan serupa? Nanti dulu! Satu yang selalu saya kagumi adalah kesetiaan del Toro mempertahankan pakem horor tradisional yang tetap bisa dinikmati oleh penonton modern sekalipun.

Sebelum menyaksikan yang satu ini, ada baiknya anda menengok film pendek berdurasi 3 menit dari Andres Muschietti sebagai pemanasan. Skrip yang ditulisnya sendiri bersama saudarinya, Barbara Muschietti dan Neil Cross untuk debut film panjangnya ini tergolong berhasil mengeksplorasi ketakutan tanpa harus meninggalkan kekuatan konflik orangtua dan anak. Tiga sosok dewasa yaitu Annabel, Lucas dan Dr. Dreyfuss serta dua gadis cilik Victoria dan Lilly masing-masing diperkaya dengan karakterisasi kompleks yang menarik untuk dieksploitasi satu persatu.
Alkisah Victoria dan Lilly dilarikan ke sebuah pondok di hutan oleh ayah mereka yang berlaku tak waras hingga membantai rekan kerja dan istrinya sendiri. Entah bagaimana dua gadis cilik itu mampu bertahan hidup selama 5 tahun sampai ditemukan paman mereka, Lucas. Terapi demi terapi perlahan memulihkan kondisi Victoria dan Lilly yang berada di bawah pengawasan langsung Dr. Dreyfuss. Lucas lantas mengasuh keduanya di rumah hibahan bersama kekasihnya Annabel. Lambat laun, Annabel menyadari ada sosok lain yang selama ini menjaga Victoria dan Lilly kemanapun mereka pergi.

Muschietti sebagai sutradara sukses membangun creepy moments yang bernuansa klastrofobik lewat dua set rumah dan segala isinya dimana sisi artistik tertata begitu rapi. Production value yang pantas diapresiasi tinggi melihat detail yang begitu diperhatikan. Timing setiap adegannya pun terbilang apalagi ditambah penempatan sound yang tepat dijamin akan membuat anda semakin mengkeret di kursi masing-masing. Sosok mama dengan bantuan CGI itu memang mengerikan di awal karena gerak-geriknya yang tak tertuga tetapi semakin diungkap seiring bergulirnya cerita malah kian kehilangan tajinya.

Para wanita di film ini menunjukkan kelasnya. Pertama, Chastain dengan penampilan gothic eksentrik mampu bertransformasi dari rocker cuek menjadi ibu penuh perhatian. Kedua, Charpentier yang seakan terjebak dalam memori masa lalu sebelum dan sesudah tragedi nyatanya dapat menyadari keadaan yang sesungguhnya. Lihat bagaimana sebuah kacamata mengubah visinya 180 derajat. Ketiga, Nelisse yang lebih mirip sebagai hewan liar itu benar-benar terlihat polos. Momen saat ia berontak dalam pelukan Annabel cukup menyentuh bagi saya.

Mama memulainya dengan begitu sempurna lewat potongan-potongan gambar dan cerita yang belum tersusun rapi. Namun memasuki paruh kedua dimana puzzle sudah mulai terbentuk nyata, horor ini terasa sedikit kehilangan gregetnya. Ending yang agak overlong demi mengejar aspek ketakutan dan keharuan sekaligus malah menurunkan mood saya. Meski demikian, kualitas keseluruhannya masih di atas film-film bergenre sejenis yang beredar beberapa tahun terakhir. Setidaknya Mama memiliki hati daripada sekadar menebar teror yang membuat anda memekik.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$68.273.535 till Feb 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 30 Mei 2012

HEADHUNTERS : Get Manipulated With Energetic Plot And Layered Twists

Original title:
Hodejegerne

Nice-to-know:
Sebelum rilis di negara asalnya, film ini berhasil dijual kepada lebih dari 50 negara sekaligus rekor terbanyak bagi film Norwegia manapun juga.

Cast:
Aksel Hennie sebagai Roger Brown
Nikolaj Coster-Waldau sebagai Clas Greve
Synnøve Macody Lund sebagai Diana Brown
Eivind Sander sebagai Ove Kjikerud
Julie R. Ølgaard sebagai Lotte


Director:
Merupakan feature film ketiga bagi Morten Tyldum setelah terakhir Fallen Angels (2008).

W For Words:
Jarang sekali sebuah film produksi Norwegia bisa diputar di bioskop kita selain pada ajang tahunan iNAFFF yang biasanya diselenggarakan di Blitzmegaplex. Kali ini saya katakan cukup beruntung film yang diangkat dari novel laris karya Jo Nesbo ini tayang bersamaan dengan negara lainnya. Pasalnya Summit Entertainment sudah membeli hak remake nya dalam versi Hollywood bahkan sebelum perilisannya. Tentu hal tersebut merupakan sebuah jaminan yang dapat anda pegang akan kualitasnya Please trust on that like I did previously.

Bekerja sebagai eksekutif pencari tenaga kerja terkemuka di Norwegia tidak membuat Roger Brown merasa cukup. Gaya hidupnya yang tinggi membuatnya memiliki pekerjaan sampingan sebagai pencuri barang seni bertandem dengan rekannya yang juga ahli senjata, Ove Kjikerud. Modus keduanya adalah mengganti lukisan asli dengan yang palsu. Kecurigaan mulai muncul saat istri Roger, Diana Brown yang juga pemilik galeri mewah tampak dekat dengan pebisnis Clas Greve yang juga baru pensiun dari perusahaan nano teknologi yang bekerjasama dengan pihak militer. Rivalitas tak sehat pun terbangun!

Sutradara Tyldum menggunakan tempo yang tepat dalam mengeksekusi ide ceritanya. Tidak lambat dalam menjelaskan detil penokohan karakter-karakternya tapi juga tidak cepat dalam  menerangkan kompleksitas situasi yang berjalan intens dari waktu ke waktu. Plot yang demikian variatif menjadikan arahnya sulit ditebak dimana serangkaian twists dan turns akan mencengangkan anda terlepas dari logika yang mungkin tidak terjelaskan 100% jika ditelaah secara jeli. Lagipula tidak ada waktu tersisa bagi anda untuk berpikir sejauh itu karena turut disibukkan dengan scoring music yang memacu adrenalin. 

Dua karakter utama yang saling berseberangan yakni Roger Brown dan Clas Greve sama-sama berotak cerdas dan mampu beradaptasi dengan cepat. Saya tidak ingat film terakhir yang menampilkan tokoh pemburu dan yang diburu memiliki kelas yang sama. Hennie menghidupkan Roger dengan elegan, arogansi dan materialistis. Meskipun tergolong criminal, penonton tetap akan bersimpati padanya. Coster-Waldau menjiwai Clas dengan karismatik, berdarah dingin dan penuh perhitungan. Tipikal bad ass guy yang tidak pernah anda harapkan untuk menang.
 
Skrip yang dikembangkan oleh Lars Gudmestad, Ulf Ryberg bersama pengarang novel itu sendiri tak cuma menawarkan aksi tegang tetapi juga menyisipkan komedi hitam yang membuat anda tetap terjaga mengikuti serentetan kejar-kejaran ala cat and mouse game. Perasaan tegang, kaget, miris bahkan jijik akan mengalir spontan tanpa perlu saya sebutkan satu persatu agar tidak kehilangan unsur kejutannya. Semakin sedikit anda ketahui maka akan semakin excited dalam menyaksikannya.

Headhunters nyaris sempurna sebagai thriller mumpuni. Semua elemen yang anda harapkan akan ditemukan disini. Jika anda merasa dimanipulasi di sepanjang durasinya itu artinya Tyldum berhasil menyuguhkan kejutan demi kejutan yang menyenangkan. Mengingat semua itu terjadi tanpa spesial efek ataupun pemeran pengganti berlebihan, maka plotnya patut diapresiasi secara tinggi. It’s energetic bloody adult fun with many interesting twists and turns that keep you guessing along the way. Try to define head hunters and headhunters first, you’ll get that in this movie. Clever!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$ $605,794 till May 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent