XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label aksel hennie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aksel hennie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2012

HEADHUNTERS : Get Manipulated With Energetic Plot And Layered Twists

Original title:
Hodejegerne

Nice-to-know:
Sebelum rilis di negara asalnya, film ini berhasil dijual kepada lebih dari 50 negara sekaligus rekor terbanyak bagi film Norwegia manapun juga.

Cast:
Aksel Hennie sebagai Roger Brown
Nikolaj Coster-Waldau sebagai Clas Greve
Synnøve Macody Lund sebagai Diana Brown
Eivind Sander sebagai Ove Kjikerud
Julie R. Ølgaard sebagai Lotte


Director:
Merupakan feature film ketiga bagi Morten Tyldum setelah terakhir Fallen Angels (2008).

W For Words:
Jarang sekali sebuah film produksi Norwegia bisa diputar di bioskop kita selain pada ajang tahunan iNAFFF yang biasanya diselenggarakan di Blitzmegaplex. Kali ini saya katakan cukup beruntung film yang diangkat dari novel laris karya Jo Nesbo ini tayang bersamaan dengan negara lainnya. Pasalnya Summit Entertainment sudah membeli hak remake nya dalam versi Hollywood bahkan sebelum perilisannya. Tentu hal tersebut merupakan sebuah jaminan yang dapat anda pegang akan kualitasnya Please trust on that like I did previously.

Bekerja sebagai eksekutif pencari tenaga kerja terkemuka di Norwegia tidak membuat Roger Brown merasa cukup. Gaya hidupnya yang tinggi membuatnya memiliki pekerjaan sampingan sebagai pencuri barang seni bertandem dengan rekannya yang juga ahli senjata, Ove Kjikerud. Modus keduanya adalah mengganti lukisan asli dengan yang palsu. Kecurigaan mulai muncul saat istri Roger, Diana Brown yang juga pemilik galeri mewah tampak dekat dengan pebisnis Clas Greve yang juga baru pensiun dari perusahaan nano teknologi yang bekerjasama dengan pihak militer. Rivalitas tak sehat pun terbangun!

Sutradara Tyldum menggunakan tempo yang tepat dalam mengeksekusi ide ceritanya. Tidak lambat dalam menjelaskan detil penokohan karakter-karakternya tapi juga tidak cepat dalam  menerangkan kompleksitas situasi yang berjalan intens dari waktu ke waktu. Plot yang demikian variatif menjadikan arahnya sulit ditebak dimana serangkaian twists dan turns akan mencengangkan anda terlepas dari logika yang mungkin tidak terjelaskan 100% jika ditelaah secara jeli. Lagipula tidak ada waktu tersisa bagi anda untuk berpikir sejauh itu karena turut disibukkan dengan scoring music yang memacu adrenalin. 

Dua karakter utama yang saling berseberangan yakni Roger Brown dan Clas Greve sama-sama berotak cerdas dan mampu beradaptasi dengan cepat. Saya tidak ingat film terakhir yang menampilkan tokoh pemburu dan yang diburu memiliki kelas yang sama. Hennie menghidupkan Roger dengan elegan, arogansi dan materialistis. Meskipun tergolong criminal, penonton tetap akan bersimpati padanya. Coster-Waldau menjiwai Clas dengan karismatik, berdarah dingin dan penuh perhitungan. Tipikal bad ass guy yang tidak pernah anda harapkan untuk menang.
 
Skrip yang dikembangkan oleh Lars Gudmestad, Ulf Ryberg bersama pengarang novel itu sendiri tak cuma menawarkan aksi tegang tetapi juga menyisipkan komedi hitam yang membuat anda tetap terjaga mengikuti serentetan kejar-kejaran ala cat and mouse game. Perasaan tegang, kaget, miris bahkan jijik akan mengalir spontan tanpa perlu saya sebutkan satu persatu agar tidak kehilangan unsur kejutannya. Semakin sedikit anda ketahui maka akan semakin excited dalam menyaksikannya.

Headhunters nyaris sempurna sebagai thriller mumpuni. Semua elemen yang anda harapkan akan ditemukan disini. Jika anda merasa dimanipulasi di sepanjang durasinya itu artinya Tyldum berhasil menyuguhkan kejutan demi kejutan yang menyenangkan. Mengingat semua itu terjadi tanpa spesial efek ataupun pemeran pengganti berlebihan, maka plotnya patut diapresiasi secara tinggi. It’s energetic bloody adult fun with many interesting twists and turns that keep you guessing along the way. Try to define head hunters and headhunters first, you’ll get that in this movie. Clever!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$ $605,794 till May 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 24 September 2009

MAX MANUS : Perjalanan Hidup Ahli Sabotase Norwegia Kontra NAZI

Quotes:
Colonel J.S. Wilson-Why do you want to be a saboteur, Max?
Max Manus-My country was stolen from me, Sir... and I want it back.

Cerita:
Setelah memerangi komunis di Finlandia, Max Manus kembali ke Norwegia, yang sedang dikuasai kaum NAZI. Max bergabung dengan gerakan pertahanan Norwegia dengan menerbitkan surat kabar tetapi berakhir dengan ditangkapnya dia oleh tentara Jerman. Dengan bantuan seorang suster, Max berhasil kabur ke Skotlandia dan dilatih sebagai ahli sabotase. Dengan kemampuan barunya itu, Max bersama Gram dan yang lainnya secara gemilang berhasil menghancurkan kapal persediaan Jerman. Kontan ia menjadi buruan spesial bagi Komandan Siegfried Wolfgang Fehmer. Bagaimana kemelut tersebut dapat diakhiri dengan damai?

Gambar:
Sebagian besar bersetting di Norwegia dan Skotlandia termasuk Ardkinglas House dan Inveraray di Argyll and Bute, Skotlandia. Adegan sabotase pun terlihat nyata dan gerakan NAZI Jerman seakan benar-benar terjadi.

Act:
Meraih Best Actor Amanda Award 2009 untuk film ini, Aksel Hennie yang asli Norwegia memang bermain cemerlang sebagai Max Manus yang gagah berani sekaligus bernyawa sembilan.
Agnes Kittelsen sebagai Ida Nikoline 'Tikken' Lindebrække.
Nicolai Cleve Broch sebagai Gregers Gram.
Ken Duken sebagai Siegfried Fehmer.
Christian Rubeck sebagai Kolbein Lauring.
Knut Joner sebagai Gunnar Sønsteby.
Mats Eldøen sebagai Edvard Tallaksen (as Mads Eldøen).

Sutradara:
Joachim Rønning dan Espen Sandberg pernah menyutradarai Bandidas (2006) yang dibintangi Salma Hayek dan Penelope Cruz kali ini berusaha mengetengahkan film sejarah Norwegia pada jaman penjajahan Jerman.

Komentar:
Salah satu dari sedikit film perang yang menarik untuk disimak. Biasanya film sejenis seringkali dirusak oleh fokus yang terlalu banyak pada adegan aksi ataupun dramatisasi karakter yang terlalu berlebihan, tetapi Max Manus mampu menyeimbangkan kedua sisi tersebut dengan sangat baik. Bercerita tentang kejadian sesungguhnya pada tahun 1940-1945 di Norwegia, film ini berhasil memberikan gambaran nyata yang sangat realistis. Adegan sabotase kapal pada malam hari juga memancing ketegangan dengan baik. Semua cast nya bermain gemilang terutama Aksel yang sukses membangun simpati dan memancing emosi para penontonnya. Salah satu film bagus yang berasal dari negara yang tidak dikenal sebagai pembuat film, teks Inggris sangat membantu anda memahami jalan cerita secara keseluruhan. Jika tidak, tentunya akan sangat asing di telinga. Tontonlah di Blitz Megaplex jika punya uang lebih, walaupun banyak dipangkas dari versi aslinya yang berdurasi 2 jam!

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
$1,800,000 in Dec 2008 (opening week in Norway).

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Art can't be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!