XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label isla fisher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label isla fisher. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2012

RISE OF THE GUARDIANS : Worthwile Believing In Magic For All Ages


Quote: 
North: It is our job to protect the children of the world. For as long as they believe in us, we will guard them with our lives... 

Nice-to-know: 

Film DreamWorks Animation terakhir yang didistribusikan oleh Paramount.

Cast:
Chris Pine sebagai Jack Frost
Alec Baldwin sebagai North
Jude Law sebagai Pitch
Isla Fisher sebagai Tooth
Hugh Jackman sebagai Bunny
Dakota Goyo sebagai Jamie Bennett


Director: 
Merupakan debut penyutradaraan Peter Ramsey yang sebelumnya menangani Monsters vs Aliens : Mutant Pumpkins from Outer Space (2009) yang langsung rilis untuk konsumsi televisi.

W For Words: 
Dari masa ke masa berbagai judul animasi selalu dikeluarkan untuk menyambut Natal dengan satu tujuan yaitu menjaga spirit dan kepercayaan kaum muda yang tumbuh bersama kisah-kisah serupa dari orangtua masing-masing. Tradisi itu kemudian diteruskan oleh DreamWorks tahun ini lewat film yang tidak berhubungan samasekali dengan Legend of the Guardians : The Owls of Ga’Hoole (2010) milik Warner Bros terlepas dari kemiripan judul, melainkan adaptasi buku karya William Joyce yang lantas digubah ke dalam bentuk skenario oleh David Lindsay-Abaire.

Jack Frost kerap kali mempertanyakan identitas dan arti hidupnya. Ia tak dapat dilihat meskipun ada di sekitar manusia. Jawaban itu mulai terungkap ketika North, Sandy, Tooth, Bunny mengajaknya bergabung dalam ikatan Guardians alias pelindung anak-anak di seluruh dunia termasuk Jamie dan kawan-kawan. Pasalnya roh jahat yang dikenal dengan sebutan Pitch tengah meluncurkan armada bayangan hitam yang bertekad mematikan semangat Paskah di muka bumi. Mampukah lima sekawan itu mempertahankan diri sekaligus membuat warga tetap percaya?

Ada lima karakter fiktif yang akan membuat anda bersorak-sorai. Pertama, Jack Frost (Chris Pine) yang berupaya mengembalikan ingatannya ketika masih menjadi anak biasa. Kedua, North (Alec Baldwin) alias Santa yang bertanggungjawab atas produksi pabrik mainan demi memenuhi permintaan anak-anak sedunia. Ketiga, Bunny (Hugh Jackman) ikon kelinci Paskah penyedia telur hias. Keempat, Tooth (Isla Fisher) peri pengumpul gigi susu anak-anak yang tanggal. Kelima, Sandman/Sandy yang bertindak sebagai pemberi mimpi dan juga penghapus ingatan anak-anak dengan memakai pasir emas ajaibnya.


Karakter manusia diwakili oleh bocah laki-laki bernama Jamie (Dakota Goyo) yang selalu mempercayai keberadaan lima “pelindung” itu meski tak pernah dilihatnya secara langsung. Tokoh antagonis Pitch (Jude Law) adalah penebar ketakutan yang ditanamkan dalam mimpi anak-anak. Kecerdasan Lindsay-Abaire dalam meramu setiap plot dan twist berdasarkan mitos yang ada menjadi nilai jual tersendiri. Penonton belia maupun dewasa sekalipun akan merasa dekat dengan masa-masa yang pernah mereka alami sehingga tradisi mempercayai keajaiban akan tetap terjaga.

Sutradara Ramsey berhasil memperluas ruang penceritaannya dengan desain art yang detail di setiap tokoh dan lokasinya, lihat saja kolam es Jack Frost, pabrik mainan North, ladang telur Bunny, penjara baby tooth dsb. Belum lagi sentuhan estetika imajinatif khas Guillermo del Toro yang kali ini hanya bertindak sebagai produser. Narasi keseluruhan tergolong dinamis sehingga momen-momen di dalamnya terkoneksi secara utuh. Format 3D ataupun IMAX memang mempertegas kedalaman gambar dan ketajaman warna tapi tidak cukup efektif pada sekuens adegan aksi yang bergerak cepat. 

Rise of the Guardians sangatlah predictable tapi diyakini masih mampu mempertahankan excitement anda dari awal sampai akhir. Selain mengandung pesan moral bahwa tak ada salahnya tetap mempercayai keajaiban demi keyakinan melangkah, jalan berbeda yang dipilih oleh Frost dan Pitch yang sama-sama pernah mengalami kepahitan semasa hidupnya bisa menghadirkan perenungan reflektif.
Definitely recommended for entire family in the end of season’s holiday. Enjoy heartfelt fun with those lively characters on a big screen!

Durasi: 
97 menit 

U.S. Box Office: 

$32,341,090 till Nov 2012 

Overall: 

8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 13 Oktober 2012

BACHELORETTE : Raunchy Comedy About Vulnerable Ladies

Quotes:
Clyde: And you're wearing a dress? 
Gena: No, actually it's a t-shirt. 
Clyde: well, it's good to see you're still fighting the good fight against the tierney of pants. 

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Gary Sanchez Productions dan BCDF Pictures ini rilis di Amerika dalam format Video On Demand pada tanggal 10 Agustus 2012 yang lalu. 

Cast:
Kirsten Dunst sebagai Regan
Rebel Wilson sebagai Becky
Lizzy Caplan sebagai Gena
Isla Fisher sebagai Katie
Hayes MacArthur sebagai Dale
Kyle Bornheimer sebagai Joe
James Marsden sebagai Trevor 
Adam Scott sebagai Clyde

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Leslye Headland.

W For Words:
Entah harus malu karena ketinggalan atau bersyukur karena belum sempat menyaksikan Bridesmaids (2011). Setidaknya penilaian saya terhadap film produksi Gary Sanchez Productions DAN BCDF Pictures ini bersih dari pembandingan. Premis polah tingkah pendamping pengantin yang kacau selama ini berjalan dalam tradisi pria, sebut saja The Hangover (2009), sekuelnya The Hangover 2 (2011) atau dari negeri kanguru, A Few Best Men (2011). Tentu tidak ada salahnya jika kita menyaksikan versi wanitanya yang dijamin memberikan pemahaman berbeda. 

Regan mendapat telepon dari sahabatnya Becky bahwa ia akan menikah! Selain itu dua sahabat lainnya, Gena dan Katie juga diundang untuk menjadi pendamping wanita. Tidak mengejutkan mengingat mereka berempat adalah kawanan B-Girls semasa SMU. Permasalahannya, Becky yang mendapat julukan “pig face” adalah anggota yang paling tidak popular. Hal ini menimbulkan kecemburuan ketiga lainnya. Regan tak kunjung dinikahi kekasihnya, Katie yang sulit mendapatkan pria mapan, Gina yang belum mampu melupakan Clyde yang akan ditemuinya menjelang resepsi. Kekacauan demi kekacauan harus diselesaikan atau pernikahan Becky-Dale menjadi pertaruhannya.

Skrip yang didasari oleh stage play di Broadway milik Headland sebetulnya cukup menjanjikan dimana waktu yang diambil untuk bercerita hanya sehari semalam. Sisi gelap Regan, Gena dan Katie secara bergantian diekspos sehingga penonton tidak dipaksa untuk menyukai mereka melainkan melihat potret asli kehidupan wanita 30 tahunan pada umumnya. Sebagai padanan, Trevor, Joe dan Clyde juga disandingkan walau screen presencenya tidak terlalu dominan. Sang pengantin, Becky dan Dale adalah pasangan loveable sehingga penonton sulit untuk tidak mendukung keduanya. 

Headland yang juga merangkap sutradara berupaya membangun sisi feminin dari ketiga karakter utamanya termasuk pandangan stereotype masyarakat umum terhadapnya. Ya, pernikahan, gaun bagus, hotel mewah adalah dukungan terbaik bagi pengantin sempurna dan pendamping mumpuni. Demi menjaga ketertarikan penonton, ia mengandalkan pertukaran dialog cynical yang cukup menggigit di sepanjang durasi meski tak semua tepat sasaran. Salah satunya yang mudah diingat adalah teori oral seks panjang lebar dari Gina di atas pesawat yang sedang terbang! Wow!

Dari jajaran aktris, Dunst yang terlihat lebih tua mampu menjiwai leader of the pack bermuka dua. Caplan adalah favorit saya disini dengan frustrasi dan spontanitas yang kentara. Tidak halnya dengan Fisher yang tampak kacau dan putus asa. Wilson seperti biasa menjadi scene stealer meski susah senang sekalipun. Dari jajaran aktor, MacArthur dan Bornheimer memang mudah disukai. Scott paling menantang dengan pergeseran emosinya yang cukup kentara dari awal hingga akhir. Sedangkan Marsden tidak fungsional selain wajah tampan dengan kelakuan minus.

Bachelorette mungkin tidak memiliki esensi apa-apa untuk membuatnya likeable apalagimemorable. Namun pembahasan isu di antara Dunst-Fisher-Caplan mengenai wanita cantik, langsing dan sukses semestinya mudah mendapatkan jodoh mampu menjadi studi kasus yang menarik. Tidak pernah ada ukuran multak bagi seseorang dalam menemukan kebahagiaannya sendiri. Melakukan hal-hal bodoh untuk menjadi sempurna bukanlah jalan keluar yang bijak. Komedi yang sepintas kosong dan tidak memiliki hati ini nyatanya masih menyimpan pesan moral.It’s what we called realism in disguise! Being honest isn’t always stay true to yourself.

Durasi:
87 menit

Worldwide Box Office:
$418,268 till September 2012

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 14 Maret 2009

CONFESSIONS OF A SHOPAHOLIC : Kala Terjerat Hutang Akibat Gila Belanja

Quotes:
Rebecca Bloomwood-You know that thing when you see someone cute and he smiles and your heart kind of goes like warm butter sliding down hot toast? Well that's what it's like when I see a store. Only it's better.

Cerita:
Hobi berbelanja kadang membuat seseorang terjebak hutang. Itulah yang dialami Rebecca Bloomwood yang bercita-cita bekerja di masalah fesyen Alette ternama tapi akhirnya terdampar sebagai penulis majalah keuangan karena kesalahan pengiriman surat. Bos barunya, Luke yang gila kerja menuntut Rebecca menulis sebuah artikel dunia ekonomi. Tanpa diduga tulisan dadakan Rebecca yang didasarkan pada pengalamannya berbelanja malah mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Angkat nama tidak membuat Rebecca senang karena harus selalu menghindari penagih hutang bernama Derek Smeath. Apakah Rebecca mampu mengendalikan nafsu belanjanya? Bagaimana hubungannya dengan sang bos yang semakin mendekat?

Gambar:
Serupa dengan Sex & The City atau The Devil Wears Prada, film ini juga menjual merk sehingga gambar-gambar yang disajikan selayaknya potret mode di tengah setting kota New York yang megah dan sibuk itu.

Act:
Memulai karirnya dari televisi, aktris kelahiran Oman bernama Isla Fisher ini terbilang berhasil memerankan Rebecca Bloomwood yang polos, kocak dan tidak pernah berpikir panjang dalam mengambil keputusan. Sangat menarik melihat bahasa tubuh, mimik wajah sampai cara bicaranya disini. Juara!
Peran bos muda tampan perfeksionis Luke Brandon dimainkan oleh Hugh Dancy yang sebelumnya tampil di Blood & Chocolate (2007).
Dibantu juga oleh duet John Goodman-Joan Cusack sebagai orangtua Rebecca, Leslie Bibb sebagai Alicia, Kristin Scott Thomas sebagai Alette, Krysten Ritter sebagai Suze dll.

Sutradara:
Sukses besar My Best Friend's Wedding (1997) melejitkan nama P.J. Hogan dan terbukti film terbarunya ini masih mengusung konsep yang kurang lebih sama, komedi situasi bergaya ringan dengan sentuhan roman yang tentu saja mudah untuk dijual ke pasar.

Komentar:
Berbelanja mungkin tidak pernah ada kata cukup. Film ini boleh jadi cermin sekaligus tontonan wajib bagi anda penggila shopping terutama kalangan wanita dimana trend fesyen menjadi yang utama. Konstruksi cerita yang mengalir dengan sentuhan komedi yang kocak menjadikan Confessions Of A Shopaholic tidak perlu nilai tinggi untuk sebuah tontonan yang sangat menghibur apalagi di tengah krisis keuangan yang sedang terjadi dewasa ini. Akhir kata, sedikit unik untuk dibayangkan jika boneka manekin di toko bisa berbicara kepada kita :p

Durasi:
105 menit

U.S. Box-Office:
$33,806,050 till early March 2009

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 28 September 2007

WEDDING DAZE : Pernikahan Kagetan Berbuntut Kekisruhan

Quotes:
Matador-I've killed a sow with my car... I've killed a sow with my car... again

Cerita:
Setelah ditinggal mati Vanessa pada saat melamarnya, Anderson tenggelam dalam kesedihan berbulan-bulan dan meyakini dirinya tidak akan mampu jatuh cinta lagi. Tetapi setelah dorongan temannya, Anderson secara spontan melamar seorang pelayan cantik bernama Katie yang juga baru saja mencampakkan pria kesayangan ayah ibunya. Berdua mereka berusaha menyesuaikan diri satu sama lain dalam cinta yang unik yang penuh kejadian tidak terduga.

Gambar:
Sepenuhnya syuting dilakukan di New York City termasuk kehebohan penjara dan gereja kecil nan indah pada endingnya.

Cast:
Meski memulai akting dari usia 13 tahun, nama Jason Biggs baru terangkat sejak membintangi American Pie (1999) yang menjadi hit pada masanya. Disini sebagai Anderson, ia berusaha bangkit dari bayangan mantan tunangannya yang meninggal untuk kembali hidup normal.
Burn Magnet (1997) merupakan film layar lebar pertama bagi si cantik Isla Fisher. Kali ini sebagai Katie, dia tampil seksi sekaligus spontan yang suka hal-hal baru dalam hidupnya.

Sutradara:
Aktor beberapa serial televisi termasuk The State (1993-1995), Michael Ian Black baru kali ini menangani film layar lebar pertamanya.

Comment:
Salah satu film yang sangat bergantung pada mood anda saat menontonnya. Jika anda sedang senang dan tidak terlalu mencari sesuatu yang bagus, mungkin anda akan terhibur selama kurang dari satu setengah jam. Tapi jangan bandingkan dengan American Pie karena meski kekasaran humor yang ditampilkan agak mirip, keduanya berbeda dari segi plot cerita. Tentunya Biggs seperti biasa menampilkan karakter yang kurang lebih sama di setiap film komedinya, lain halnya dengan Fisher yang disini tampil cukup "berani" tapi tetap memberikan aksen Amerika yang berbeda. Keduanya berbagi chemistry yang unik, sayangnya dikelilingi oleh karakter-karakter lain yang seakan tidak diperlukan yang berakting dengan sangat standar. Selayaknya komedi romantis, akhir cerita film berjudul asli The Pleasure Of Your Company ini mudah saja ditebak, termasuk dari menit-menit awal. Beberapa elemen tawa memang berhasil tetapi tidak semuanya, bahkan terkadang ada kesan dipaksakan. Nonton di dvd rasanya cukup tanpa harus bersusah payah ke bioskop.

Durasi:
80 menit

U.K. Box Office:
£2,225,080 till June 2007

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!