XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label adam scott. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adam scott. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

FRIENDS WITH KIDS : True Love, Marriage And Parenting In Discuss


Quotes: 
Ben: So, why didn't you guys ever even try to get together?
Jason Fryman: It's too much familiarity. It's like she's one of my limbs.
Ben: And that's bad, because...?
Jason Fryman: Because I hate myself.

Nice-to-know: 
Kristen Wiig, Maya Rudolph, Chris O'Dowd dan Jon Hamm semuanya pernah tampil bersama dalam Bridesmaids (2011).   

Cast: 

Adam Scott sebagai Jason Fryman
Jennifer Westfeldt sebagai Julie Keller
Maya Rudolph sebagai Leslie
Chris O'Dowd sebagai Alex
Kristen Wiig sebagai Missy
Jon Hamm sebagai Ben
Edward Burns sebagai Kurt
Megan Fox sebagai Mary Jane



Director: 
Jennifer Westfeldt yang lebih dikenal sebagai aktris ini memulai debut penyutradaraannya.

W For Words: 
Pernikahan bagi pria dan wanita di kota besar seperti New York mungkin bukan lagi sebuah tuntutan karena dapat mengubah kehidupan masing-masing. Tagline “Family doesn't always go according to plan“ dikemukakan dengan lugas oleh penulis skrip Jennifer Westfeldt yang juga menyutradarai dan membintangi sekaligus. Sayangnya film yang diproduksi oleh Locomotive, Points West Pictures dan Red Granite Pictures ini malah rilis terbatas di pasaran Amerika Serikat itu sendiri sehingga publisitasnya tidak terlalu luas apalagi diketahui luas oleh masyarakat.

Julie dan Jason adalah dua sahabat karib yang bertahan melajang di saat teman-teman mereka, Missy dan Ben serta Leslie & Alex sudah menikah. Tuntutan usia membuat keduanya mengambil keputusan gila yaitu melahirkan anak dan membesarkannya bersama! Lahirlah seorang putra bernama Joe. Awalnya pembagian tugas berjalan lancar sampai Jason berjumpa gadis idamannya yang juga aktris, Mary Jane dimana Julie bertemu lelaki impiannya yang juga duda beranak, Kurt. Akankah status mereka tetap seperti itu walaupun tuntutan perasaan dan masa depan semakin mendesak?

Skrip Westfeldt yang dikembangkan dari panggung teater ini sangat akurat dan relevan dengan kondisi kehidupan modern. Ben dan Missy adalah contoh nyata bahwa hubungan yang berapi-api di masa pacaran pada akhirnya bisa padam juga setelah memasuki jenjang pernikahan. Alex dan Leslie adalah umpama lain bahwa keharmonisan rumah tangga umumnya mulai luntur semenjak kehadiran anak. Pertukaran dialog di antara keenam orang dewasa mengenai karir, pernikahan dan membesarkan anak ini terbilang tajam, menertawakan sekaligus menohok dengan teramat jujur.

Kehidupan lajang tak jarang berarti kebebasan mencari pasangan termasuk urusan seks sekalipun. Konsep easy get, easy go banyak terjadi di masa sekarang yang serba egosentris ini sehingga membuat orang berubah menjadi “petualang” yang pada akhirnya mengindahkan kebutuhan berumah tangga. Jason adalah pria egois penyuka wanita seksi berdada besar sedangkan Julie adalah wanita sensitif pendamba pria kebapakan berpostur tinggi. Tanpa disadari sosok pasangan ideal yang selalu mereka cari itu sesungguhnya tak ada karena sesempurna apapun pasti memiliki kekurangan yang hakiki.

Saya mengagumi interaksi Westfeldt dan Scott disini. Mereka tampak saling melengkapi dengan plus minus dan pendirian masing-masing. Audiens akan jatuh cinta pada karakter keduanya sejak menit pertama. Lihat bagaimana perubahan emosi Jason ataupun Julie yang sangat bergantung pada timing seakan menegaskan peribahasa “A right person at the right moment”. O’Dowd dan Wiig juga mampu mencuri perhatian di setiap kemunculan mereka tanpa mengecilkan arti Rudolph dan Hamm. Sedangkan Burns dan Fox mampu menokohkan “perfect match” bagi Julie dan Jason sesuai talenta masing-masing.

Friends With Kids jelas komedi romantis wajib tonton di tahun 2012 bagi bff (best friends forever), terlebih penggunaan sudut pandang seimbang dari pria dan wanita ini. Peran seorang anak jelas penting sebagai perekat rumah tangga walau ironisnya kerapkali dianggap lebih penting daripada suami/istri itu sendiri. Pro dan kontra terhadap nilai keluarga dan struktur pembentuknya pun tak luput menjadi perhatian anda sehingga memberikan perspektif baru bagi yang (kebetulan) belum menjalani fase tersebut. Tenang, isu utama yaitu pencarian cinta sejati tak lantas tenggelam karenanya. Speaking about true love, marriage and parenting? Reality does bite!

Durasi: 
107 menit

U.S. Movie Box Office: 
$7,250,054 till June 2012

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 13 Oktober 2012

BACHELORETTE : Raunchy Comedy About Vulnerable Ladies

Quotes:
Clyde: And you're wearing a dress? 
Gena: No, actually it's a t-shirt. 
Clyde: well, it's good to see you're still fighting the good fight against the tierney of pants. 

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Gary Sanchez Productions dan BCDF Pictures ini rilis di Amerika dalam format Video On Demand pada tanggal 10 Agustus 2012 yang lalu. 

Cast:
Kirsten Dunst sebagai Regan
Rebel Wilson sebagai Becky
Lizzy Caplan sebagai Gena
Isla Fisher sebagai Katie
Hayes MacArthur sebagai Dale
Kyle Bornheimer sebagai Joe
James Marsden sebagai Trevor 
Adam Scott sebagai Clyde

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Leslye Headland.

W For Words:
Entah harus malu karena ketinggalan atau bersyukur karena belum sempat menyaksikan Bridesmaids (2011). Setidaknya penilaian saya terhadap film produksi Gary Sanchez Productions DAN BCDF Pictures ini bersih dari pembandingan. Premis polah tingkah pendamping pengantin yang kacau selama ini berjalan dalam tradisi pria, sebut saja The Hangover (2009), sekuelnya The Hangover 2 (2011) atau dari negeri kanguru, A Few Best Men (2011). Tentu tidak ada salahnya jika kita menyaksikan versi wanitanya yang dijamin memberikan pemahaman berbeda. 

Regan mendapat telepon dari sahabatnya Becky bahwa ia akan menikah! Selain itu dua sahabat lainnya, Gena dan Katie juga diundang untuk menjadi pendamping wanita. Tidak mengejutkan mengingat mereka berempat adalah kawanan B-Girls semasa SMU. Permasalahannya, Becky yang mendapat julukan “pig face” adalah anggota yang paling tidak popular. Hal ini menimbulkan kecemburuan ketiga lainnya. Regan tak kunjung dinikahi kekasihnya, Katie yang sulit mendapatkan pria mapan, Gina yang belum mampu melupakan Clyde yang akan ditemuinya menjelang resepsi. Kekacauan demi kekacauan harus diselesaikan atau pernikahan Becky-Dale menjadi pertaruhannya.

Skrip yang didasari oleh stage play di Broadway milik Headland sebetulnya cukup menjanjikan dimana waktu yang diambil untuk bercerita hanya sehari semalam. Sisi gelap Regan, Gena dan Katie secara bergantian diekspos sehingga penonton tidak dipaksa untuk menyukai mereka melainkan melihat potret asli kehidupan wanita 30 tahunan pada umumnya. Sebagai padanan, Trevor, Joe dan Clyde juga disandingkan walau screen presencenya tidak terlalu dominan. Sang pengantin, Becky dan Dale adalah pasangan loveable sehingga penonton sulit untuk tidak mendukung keduanya. 

Headland yang juga merangkap sutradara berupaya membangun sisi feminin dari ketiga karakter utamanya termasuk pandangan stereotype masyarakat umum terhadapnya. Ya, pernikahan, gaun bagus, hotel mewah adalah dukungan terbaik bagi pengantin sempurna dan pendamping mumpuni. Demi menjaga ketertarikan penonton, ia mengandalkan pertukaran dialog cynical yang cukup menggigit di sepanjang durasi meski tak semua tepat sasaran. Salah satunya yang mudah diingat adalah teori oral seks panjang lebar dari Gina di atas pesawat yang sedang terbang! Wow!

Dari jajaran aktris, Dunst yang terlihat lebih tua mampu menjiwai leader of the pack bermuka dua. Caplan adalah favorit saya disini dengan frustrasi dan spontanitas yang kentara. Tidak halnya dengan Fisher yang tampak kacau dan putus asa. Wilson seperti biasa menjadi scene stealer meski susah senang sekalipun. Dari jajaran aktor, MacArthur dan Bornheimer memang mudah disukai. Scott paling menantang dengan pergeseran emosinya yang cukup kentara dari awal hingga akhir. Sedangkan Marsden tidak fungsional selain wajah tampan dengan kelakuan minus.

Bachelorette mungkin tidak memiliki esensi apa-apa untuk membuatnya likeable apalagimemorable. Namun pembahasan isu di antara Dunst-Fisher-Caplan mengenai wanita cantik, langsing dan sukses semestinya mudah mendapatkan jodoh mampu menjadi studi kasus yang menarik. Tidak pernah ada ukuran multak bagi seseorang dalam menemukan kebahagiaannya sendiri. Melakukan hal-hal bodoh untuk menjadi sempurna bukanlah jalan keluar yang bijak. Komedi yang sepintas kosong dan tidak memiliki hati ini nyatanya masih menyimpan pesan moral.It’s what we called realism in disguise! Being honest isn’t always stay true to yourself.

Durasi:
87 menit

Worldwide Box Office:
$418,268 till September 2012

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent