XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label al pacino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al pacino. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Mei 2012

THE SON OF NO ONE : Mislead Crime Thriller Without Direction

 
Tagline:
Serve. Protect. Lie. 

Nice-to-know:
Robert De Niro awalnya dicast sebagai Detective Stanford sebelum digantikan oleh Al Pacino.

Cast:
Al Pacino sebagai Detective Charles Stanford
Channing Tatum sebagai Jonathan White
James Ransone sebagai Officer Thomas Prudenti
Ray Liotta sebagai Captain Marion Mathers
Katie Holmes sebagai Kerry White

Director:
Merupakan film ketiga bagi Dito Montiel setelah Fighting (2009).

W For Words:
Dengan postur tinggi tegap besar tidak heran jika Channing Tatum kerapkali menjadi pilihan pertama produser/sutradara untuk peran tentara, polisi dan sejenisnya seperti yang dilakoninya dalam Dear John (2010) dan 21 Jump Street baru-baru ini. Tatum sendiri memerankan karakter Jonathan ‘Milk’ White dengan cukup baik, sosok polisi pemula yang menyimpan rahasia masa lalu sehingga hidupnya dirundung beban berat. Sayangnya interaksi dengan orang sekitarnya yang timbul tenggelam tidak cukup kuat untuk menyajikan konflik yang memadai.

Milk dan Vinny adalah dua bocah kulit putih dan hitam yang bersahabat di Precinct 118 dimana terjadi kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan. Sayangnya 16 tahun kemudian, surat ancaman terus berdatangan meneror Milk yang telah bertransformasi menjadi petugas polisi Jonathan White yang bertandem dengan rekannya yang bermasalah, Thomas Prudenti di bawah arahan Kapten Marion Mathers. Jonathan harus menggali kembali ingatannya sebelum karir dan keutuhan keluarganya hancur berantakan.

Mengapa Katie Holmes terus menerus meluapkan kemarahan sebagai seorang istri bernama Kerry White? Bagaimana hidup Al Pacino yang seolah ‘tersembunyi’ selama belasan tahun sebagai Detektif Charles dengan segala kasus buka-tutupnya? Mengapa Ray Liotta bersikap sinis sebagai Kapten Marion dalam upanya menyingkap kenyataan? Apa motif Juliette Binoche sebagai wartawan Lauren Bridges mengangkat berita yang sudah usang bertahun-tahun silam? Semua itu dijawab sutradara Montiel dengan seribu satu “kemungkinan” yang muncul dalam benak penonton.

Montiel yang juga menulis skripnya justru sibuk bermain dengan dialog-dialog monoton dan perjalanan back and forth antara tahun 1986 dan 2002 yang melelahkan seakan penonton diajak bermimpi dan terbangun berulang kali. Flashy editing yang sama buruknya di sebagian besar film. Tokoh Vincent yang sebetulnya bisa menjadi karakter kunci malah seakan menjadi pelengkap belaka, padahal Tracy Morgan sendiri sudah cukup menggugah dalam penampilan minornya itu.

Premis yang sesungguhnya menarik itu pada akhirnya hanya mengambang saja karena pengembangan ide yang tidak memadai. Bukan hanya itu, kesemua aktor-aktris kaliber yang bermain disini seakan “under-used”. Padahal sebuah crime thriller yang baik wajib didukung oleh performa akting dan kompleksitas karakter yang kuat. Lubang yang menganga dimana-mana tidak sempat tertutupi lagi bahkan setelah adegan pamungkas berlalu. The Son Of No One merupakan film tak bertuan yang kehilangan arah dalam bercerita.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$28,870 till Nov 2011

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
 
Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 30 Desember 2011

JACK AND JILL : Saudari Kembar Identik Pembawa Masalah

Tagline:
His twin sister is coming for the holidays... ...and it ain't pretty.


Storyline:
Jack Sadelstein adalah eksekutif periklanan sukses di Los Angeles bersama istrinya Erin dan kedua anaknya Sofia dan Gary. Perusahaannya terancam kehilangan klien terbesar yaitu Dunkin Donuts kecuali mampu membujuk Al Pacino untuk membintangi iklan minuman terbarunya. Masalah Jack bukan hanya itu melainkan kedatangan saudari kembarnya yang masih lajang di usia 42 tahun, Jill Sadelstein demi perayaan Thanksgiving. Rencana tinggal Jill selama 4 hari ternyata diperpanjang dan mimpi buruk Jack pun berlanjut.

Nice-to-know:
Faktanya, kembar identik umumnya satu gender. Hanya sedikit kasus dimana bisa terjadi perbedaan gender karena embrio kehilangan kromosom Y sehingga menghasilkan kembar berlawanan jenis dimana biasanya sang wanita akan menderita Turner Syndrome.

Cast:
Memulai akting di usia 21 tahun lewat serial televisi lawas populer The Cosby Show (1987-1988), Adam Sandler bermain ganda sebagai Jack Sadelstein / Jill Sadelstein
Al Pacino sebagai Himself
Katie Holmes sebagai Erin Sadelstein
Elodie Tougne sebagai Sofia Sadelstein
Rohan Chand sebagai Gary Sadelstein
Eugenio Derbez sebagai Felipe / Felipe's Grandma

Director:
Film keduanya di tahun 2011 bagi Dennis Dugan yang kerapkali bekerjasama dengan Adam Sandler setelah Just Go With It.

Comment:
Seorang aktor yang memerankan dua tokoh berbeda gender sekaligus dalam satu film rasanya sudah pernah dilakukan berkali-kali sebelumnya. Paling memorable bisa jadi Mrs. Doubtfire (1993) yang dihidupkan oleh Robin Williams. Lantas apa yang ada di pikiran Ben Cook untuk mengembangkan cerita serupa dimana skripnya dikerjakan langsung oleh Steve Koren dan sang megastar dalam produksi Columbia/Sony Pictures itu sendiri yaitu Adam Sandler?
Harus diakui untuk pangsa pasar Amerika, nama Adam Sandler merupakan salah satu jaminan mutu pencetak dollar dalam film bergenre komedi. Ciri khasnya adalah menampilkan banyolan slapstick yang berantakan di paruh pertama film sebelum diperbaiki secara drastis di paruh kedua film menjadi tontonan yang mengandung pesan moral. Favorit sepanjang masa dari filmografinya adalah Click (2006) yang menganut paham serupa.

Sayangnya formula Sandler tidak berlaku disini. Jack yang semula bermusuhan dengan Jill gagal mengambil simpati penonton sejak menit awal. Jack dilukiskan memiliki kehidupan mapan dan bersikap antipati terhadap saudarinya itu. Sedangkan Jill digambarkan pecundang dalam hidup serta bertingkah laku dan berpola pikir ekstrim. Tidak ada latar belakang keduanya membuat penonton tidak memiliki alasan untuk memihak salah satunya. Jangan juga tanya seberapa meyakinkannya Sandler dalam wujud wanita, saya tidak ingin menjawabnya.
Sutradara Dugan juga tidak memperhatikan rentang waktu disini. Temponya sedikit kacau dimana banyak sekali perlambatan dan percepatan yang dipaksakan terlepas dari penting atau tidaknya adegan tersebut. Turning point yang mengubah persepsi Jack terhadap Jill juga dilakukan terlalu instan hanya dalam hitungan menit. Emosi yang diharapkan terbangun dengan sendirinya di bagian ending pun pada akhirnya buyar karena tidak ada proses yang masuk akal.

Entah apa motif Al Pacino untuk bermain sebagai dirinya sendiri disini. Sekadar keluar dari stereotype peran-peran serius yang melekat padanya? Jika itu alasannya maka ia bunuh diri! Al tidak lucu dan penampilannya cenderung membosankan. Sama halnya dengan Holmes, Tougne, Chand yang tidak memberikan kontribusi apa-apa sebagai keluarga inti Sadelstein dari segi kekuatan cerita. Pelengkap derita mungkin frase yang tepat!
Jack and Jill lemah di segala sisi dengan kesalahan terbesar ada di skrip. Dialog yang tercipta di antara para karakternya mengambang dan tidak dewasa. Yang dapat diandalkan mungkin hanyalah visualisasi slapstick yang sesekali masih mampu memaksakan tawa. Selebihnya adalah kelucuan kosong yang teramat mengganggu. Klip singkat mengenai kehidupan nyata para kembar identik di awal dan akhir film mungkin satu-satunya yang lebih pantas disaksikan dalam film ini Messed-up!

Durasi:
91 menit

U.S. Box Office:
$70,506,629 till Dec 2011

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 09 Maret 2009

RIGHTEOUS KILL : Kiblat Dua Detektif Uzur Menangani Kasus Pembunuhan Berantai

Quotes:
Turk-You don't become a cop because you want to serve and protect. You join the force because they let you carry a gun and a badge. You do it because you get respect.

Cerita:
Dua detektif NYPD yang beranjak tua, Turk dan Rooster bersahabat sejak dulu dan menghadapi pembunuh serial yang melakukan pembunuhan terhadap pelaku kriminal yang lolos dari hukum. Mereka punya problema masing-masing dan saat bekerja dengan tim yang lebih muda, Perez dan Riley, ketegangan tidak terelakkan terlebih saat Turk tinggal dengan mantan kekasih Perez, Karen yang juga seorang detektif investigasi. Apa yang sebetulnya melatar belakangi pembunuh serial tersebut?

Gambar:
Selayaknya drama bertemakan kepolisian, gambar dan setting seringkali berpindah-pindah disesuaikan dengan ciri khas investigasi.

Act:
Pelaku film ini semuanya memiliki nama di kancah perfilman Hollywood sehingga kaliber aktingnya merupakan jaminan bagi film itu sendiri.
Robert De Niro sebagai Turk.
Al Pacino sebagai Fisk.
John Leguizamo sebagai Perez.
Donnie Wahlberg sebagai Riley.
Carla Gugino sebagai Karen.

Sutradara:
Sebagai orang yang pernah membesut drama romantika reporter Up Close & Personal (2006), Jon Avnet bukan orang baru dalam kancah produksi film Hollywood. Beberapa genre film yang pernah dikerjakannya menambah supervisinya terhadap sebuah film.

Komentar:
Jaminan dua nama besar De Niro dan Pacino tidak cukup berhasil mengangkat film ini. Sepintas alur film ini seperti terkesan "malas" untuk bercerita dengan teratur karena dibangun dengan struktur yang sudah bisa ditebak. Ending film yang seharusnya menjadi klimaks menjadi tidak terlalu penting lagi. Jangan bandingkan film ini dengan reuni kedua aktor tersebut dalam HEAT karena hanya membuat RIGHTEOUS KILL terlihat sangat buruk dan penuh kemustahilan untuk bisa dinikmati secara utuh sebagai sebuah film yang menjual cast.

Durasi:
95 menit

U.S. Box-Office:
$40,076,438 till end of 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!