XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label todd phillips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label todd phillips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

THE HANGOVER PART III : Not Drunk Enough To Get You Laugh



Quote:
Alan: We can't be friends anymore. When we get together, bad things happen and people get hurt.
Mr. Chow: Yeah, but that's the point! It's funny!

Nice-to-know:
Sean Penn dan Robert Downey Jr. sempat dipertimbangkan untuk peran yang akhirnya jatuh ke tangan John Goodman.

Cast:
Bradley Cooper sebagai Phil
Ed Helms sebagai Stu
Zach Galifianakis sebagai Alan
Justin Bartha sebagai Doug
Ken Jeong sebagai Mr. Chow
John Goodman sebagai Marshall

Director:
Feature film pertama Todd Phillips adalah Road Trip (2000).

W For Words:
Kwartet Phil, Stu, Alan dan Doug sudah dua kali menghibur anda sebelumnya lewat The Hangover (2009) dan The Hangover Part II (2011) dimana mereka terbangun dalam keadaan setengah mabuk, menyadari ada sesuatu yang salah hingga berupaya keras mengingat-ingat demi memperbaiki semuanya. Nah, pada installment ketiga ini secara mengejutkan tradisi tersebut dipatahkan. Tentunya dengan mengindahkan adegan post credit-title. Masih penasaran dengan produksi Green Hat Pictures dan Legendary Films ini? Well, you should give a try if you say yes.

Paska kematian ayah jutawannya yang mendadak, Alan dibawa teman-temannya ke institusi kejiwaan untuk diperiksa lebih lanjut. Sayangnya dalam perjalanan, mereka keburu dihadang gangster kejam Marshall dan kawanannya yang sepakat menyandera Doug untuk ditukar dengan Chow. Pasalnya, Chow yang kabur dari penjara itu baru saja melarikan batangan emas Marshall senilai puluhan juta dollar. Phil, Stu dan Alan kemudian memutar otak untuk menemukan Chow dalam waktu singkat. Misi yang tidak mudah karena Chow licin seperti belut.
Skrip yang digarap oleh Todd Phillips dan Craig Mazin ini terasa setengah jadi. Konflik yang mengalir linier harus diakui merupakan pendekatan yang fresh. Namun hal itu tidak dibarengi oleh pengembangan karakteristik yang memadai. Jon Lucas dan Scott Moore  terkesan hanya mengulangi slapstick dari keempat tokoh utama yang sudah muncul di dua seri sebelumnya. Titik berat yang ada pada Alan seharusnya dapat lebih dimaksimalkan sebagai start dan finish yang memuaskan. Sebaliknya villain/antagonis di sini justru mencuri perhatian penonton dengan porsi memadai.

Seperti sudah disebutkan di atas, Ken Jeong mendapat peran yang cukup krusial. Chow memang menyebalkan di tangannya tetapi masih kurang menggigit di sebagian besar aksinya.
Galifianakis tampil lebih variatif daripada biasanya. Proses yang dialami Alan untuk menjadi pria dewasa seutuhnya merupakan highlight tersendiri. Cooper dan Helms yang sebelumnya dominan kali ini lebih berfungsi sebagai supporting characters belaka. Malangnya Goodman terlalu stereotype sebagai gangster. Lupakan penampilan ‘cameo’ Graham atau Bartha tapi coba pusatkan perhatian pada McCarthy yang benar-benar tampak sepadan. 
Philips sebagai sutradara sudah berusaha menjaga misteri hingga akhir, lengkap dengan petunjuk demi petunjuk yang mengarah kepadanya. Malang karena sejak menit pertama kekuatannya tidak cukup besar untuk menyita perhatian penonton. Yang mungkin patut diacungi jempol adalah keberaniannya menaikkan tensi melalui rangkaian aksi kejar-kejaran yang melibatkan jalan raya hingga gedung tinggi. Jika sebelumnya anda disuguhi tupai dan harimau sebagai penggiring twist, maka kali ini elemen tersebut hilang. Gantinya adalah jerapah yang bernasib malang demi sebuah shocktherapy kecil pada prolognya.
 
Secara konten, The Hangover Part III ini terbukti masih bersahabat dengan penonton dewasa. Namun kerjasama tim yang memudar itu membuat kenikmatan terasa hambar. Lihat bagaimana masing-masing karakternya nyaris berdiri sendiri di tiap kesempatan. Seri yang satu ini memang diperuntukkan bagi fans setia yang ingin menyaksikan (katanya) bagian terakhir petualangan wolfpack. Bagi saya, penggunaan judul “Wolfpack Got Back” or “Kidnapped For Mission” akan lebih tepat. Jika memang kelak ada kelanjutan atau spin-off (layaknya indikasi end credit title) sebaiknya Phillips melakukan persiapan yang lebih baik demi pesta mabuk-mabukan yang lebih gokil lagi. Who’s still with ‘em?

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$69.448.603 till May 2013

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
 


Minggu, 18 September 2011

THE HANGOVER PART 2 : Pernikahan Stuart Bertualang Merambah Bangkok

Quotes:
Stu Price: Oh my God! We kidnapped a monk!
Alan: We live an alternative lifestyle.


Storyline:
Dokter gigi Stu akan menikahi Lauren di Thailand. Berseri-seri menantikan hari yang ditunggu-tunggu, Stu berkumpul dengan Doug dan Phil dan mengingatkan mereka agar tidak ada pesta bujangan kali ini termasuk tidak mengundang si biang rusuh Alan. Meski pada akhirnya keempat sahabat tersebut bisa bersama-sama kembali di Bangkok, Stu tidak merasakan sambutan yang hangat dari ayah mertuanya. Malam menjelang pernikahan, mereka sepakat minum bir di sekeliling api unggun bersama Teddy yang juga adik kandung Lauren yang sangat berprestasi. Beberapa jam kemudian, Stu, Phil dan Alan terbangun di sebuah motel asing nan kotor, bersama Mr. Chow! Apa yang terjadi semalaman dan kemana Teddy menghilang adalah dua hal penting yang harus mereka pecahkan atau pernikahan Stu-Lauren terancam tidak akan pernah terjadi.

Nice-to-know:
Cameo tukang tato sedianya diisi oleh Mel Gibson sebelum digantikan Liam Neeson. Sayangnya sutradara Todd Phillips menginginkan syuting ulang yang kemudian tidak dipenuhi oleh Neeson. Akhirnya Nick Cassavetes yang mengisi peran tersebut.

Cast:
Bradley Cooper sebagai Phil
Memiliki acara televisinya sendiri Childrens Hospital (2008-2010), Ed Helms berperan sebagai Stu
Sempat mengisi peran dalam serial televisi Bored to Death (2009-2011), Zach Galifianakis bermain sebagai Alan
Justin Bartha sebagai Doug
Pria bergelar dokter bernama Ken Jeong ini muncul pertama kali dalam serial televisi The Big Easy (1997). Kali ini ia menjiwai tokoh Mr. Chow dengan gila-gilaan.
Paul Giamatti sebagai Kingsley
Jamie Chung sebagai Lauren
Mason Lee sebagai Teddy

Director:
Todd Phillips juga pernah menggunakan format tiga pria dewasa serupa dalam Old School (2003) dengan trio Luke Wilson, Vince Vaughn dan Will Ferrell.

Comment:
The Hangover adalah sebuah komedi khas Amrik berbujet “hanya” 35 juta dollar yang sukses mencetak angka box-office 277 juta dollar untuk peredaran di Amerika saja pada tahun 2009 yang lalu, belum dikompilasi dengan hasil rilis internasionalnya. Tidak mengherankan jika duo produser Daniel Goldberg dan Todd Phillips sepakat melanjutkan petualangan gila-gilaan itu dalam rentang waktu 2 tahun dengan memindahkan settingnya ke Bangkok, Thailand.
Tiga penulis skrip Craig Mazin, Scot Armstrong dan Phillips sendiri tidak banyak mengubah apa yang sudah disuguhkan 2 tahun lalu. Ketiganya juga berkolaborasi dengan duet Jon Lucas dan Scott Moore yang ditugaskan memperkaya karakter-karakter yang terlibat dalam sekuel ini. Bangkok juga terbukti menjadi panggung yang lebih gelap dan menyimpan petualangan-petualangan yang bisa dikatakan tidak pernah terbayangkan oleh orang-orang di luar Asia pada umumnya.

Trio Phil, Stu dan Alan lagi-lagi harus menghadapi seseorang yang menghilang, dalam kasus ini adalah Teddy (dihidupkan oleh putra sutradara kenamaan Hongkong, Ang Lee) yang bertindak sebagai calon adik ipar Stu yang tengah berupaya mengambil simpati ayah mertuanya yang asli Thailand itu. Satu hal yang menarik, Galifianakis mendapat porsi yang sedikit lebih dominan kali ini. Ia tidak hanya lebih bodoh tetapi juga lebih kejam dan kasar daripada prekuelnya sehingga tak jarang menempatkan kawan-kawannya dalam situasi yang tidak menguntungkan samasekali.
Cooper seperti biasa ditaruh di baris depan dengan penampilan flamboyannya. Sedangkan Helms yang menjadi sentralisasi cerita dapat dibilang mempertaruhkan seluruh hidupnya dalam mempertahankan cinta, persahabatan sekaligus integritas dirinya sendiri. Apakah kehilangan gigi sebanding dengan mentato wajah dan “perkosaan” yang dialaminya? Anda boleh menjawabnya suka-suka. Yang pasti ada satu nama lagi yang kembali ditempatkan sebagai spotlight yaitu Ken Jeong. Saya tidak akan membahas kiprah aktor satu ini agar tidak mengurangi unsur kejutannya!

Sutradara Phillips memang spesialis komedi dewasa. Namun sayangnya ia justru terlalu malas untuk melakukan pendekatan baru sehingga memilih untuk menggunakan formula lawas yang terlalu mirip dengan prekuelnya. Sebut saja berbagai adegan slapstick atau jokes yang terlontar dari interaksi trio mabuk-lupa tersebut. Padahal saya percaya, Todd masih mungkin mengeksplorasi beberapa trik dan kejutan segar daripada sekadar mengganti macan dengan monyet merokok misalnya?
Meskipun masih menawarkan puluhan tawa lepas (bagi yang bisa mencerna humor khas Phillips atau Galifianakis), The Hangover Part II dapat diidentifikasi sebagai remake dari The Hangover karena begitu banyaknya repetisi dan kesamaan strukturisasi yang terjadi. Tidak terlalu memuaskan bagi anda yang sudah menyaksikan prekuelnya hingga pada akhirnya membicarakan lelucon jorok khas pria selepas meninggalkan gedung bioskop termasuk penis, testikel yang cukup gambling dipertontonkan itu. Mudah-mudahan saya tidak perlu meng“copy paste” review ini pada ulasan Part III yang akan datang tepat 3 tahun ke depan.

Durasi:
100 menit

U
.S. Box Office:
$167,847,116 till mid Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 10 Desember 2010

DUE DATE : Perjalanan Mimpi Buruk Tak Terduga

Quotes:
Ethan Tremblay: Did you call me over here to apologize?
Peter Highman: What? Fuck You!

Storyline:
Peter Highman hanya memiliki waktu 5 hari untuk pergi ke Los Angeles dari Atlanta sebelum kelahiran putra pertamanya dimana istrinya Sarah menunggu. Sayangnya di airport, lewat serangkaian kejadian semenjak bertemu pemain teater bernama Ethan Tremblay, Peter mengalami kesialan terutama namanya masuk dalam daftar dilarang terbang. Ethan yang ditemani bulldog kesayangan bernama Sonny menawarkan tumpangan yang kemudian terpaksa diterima Peter untuk melintasi negara bagian termasuk cita-cita Ethan yaitu Hollywood dan tempat menabur abu almarhum ayahnya yakni Grand Canyon. Akankah keputusan Peter itu akan disesalinya di kemudian hari?

Nice-to-know:
Diselundupkan ke bioskop dengan nama "Maternity Day"

Cast:
Baru saja menyelesaikan peran Tony Stark dalam Iron Man 2, Robert Downey Jr. bermain sebagai Peter Highman yang sangat diuji batas kesabaran dan kemanusiaannya dalam perjalanan menunggui istrinya yang akan melahirkan.
Bermain dalam dua film drama komedi di tahun ini yaitu It's Kind of a Funny Story dan Dinner for Schmucks, Zack Galifianakis berperan sebagai Ethan Tremblay/Chase yang terobsesi untuk menjadi bintang di Hollywood.
Michelle Monaghan sebagai Sarah Highman
Jamie Foxx sebagai Darryl
Juliette Lewis sebagai Heidi

Director:
Nama Todd Phillips mencuat setelah kesuksesan tak terduga dari The Hangover (2009) yang akan dilanjutkan dengan sekuelnya tahun depan.

Comment:
Ada 2 hal yang perlu saya ingatkan sebelum anda memutuskan untuk menonton film ini. Pertama, ini adalah komedi, jadi singkirkan cara pikir rasional anda untuk sejenak. Kedua, pastikan anda sudah mengenal gaya Todd Phillips sebelumnya yaitu The Hangover. Jika anda bisa menerima kedua fakta tersebut, bisa jadi penilaian anda tidak akan jauh berbeda dari apa yang saya berikan. Namun jika tidak, rasanya anda akan mengganggap film ini sinting.
Oke dalam hal cast kita punya Downey Jr. dan Galifianakis yang teramat sangat mendominasi film ini. Dari awal sampai akhir mereka akan saling bertukar interaksi yang penuh humor slapstick termasuk dari dialog dan bahasa tubuh masing-masing. Harus diakui karakter Peter dan Ethan yang saling berseberangan itu bukanlah karakter yang mudah menarik simpati audiens. Penyebabnya adalah krisis identitas Ethan yang cukup mengganggu dan emosi terpendam Peter yang mengindahkan empati itu. Namun bagaimanapun juga chemistry keduanya tetaplah nilai jual utama. Downey Jr. tetap terlihat cool dan Galifianakis freak. Perpaduan 360 derajat yang merupakan makanan empuk bagi komedi situasi seperti ini.
Sutradara Phillips dapat dikatakan melakukan pengulangan beberapa elemen dari The Hangover seperti pasangan hidup yang menunggu nun jauh disana (dulu Barrese, kini Monaghan), karakter pendukung pria kulit hitam yang ternama (dulu Tyson, kini Foxx), pelacur yang numpang lewat (dulu Graham, kini Lewis) serta ganja ataupun drugs yang mengaburkan kesadaran Tidak salah sepanjang masih dapat dihadirkan dengan tema yang fresh dan eksekusi yang kreatif.
Kesimpulan akhir, Due Date cukup menghibur bagi saya yang mampu terpingkal-pingkal selepas kepenatan jam kerja yang ketat itu. Namun yang disayangkan adalah endingnya yang terkesan "too easy" dan tidak ada kejutan yang berarti. See it if you are a fan of Downey Jr. and acceptable for the concept of over-the-top comedy road-movie style.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$90,882,138 till early Dec 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 26 September 2010

SCHOOL FOR SCOUNDRELS : Saat Pecundang Bertekad Perbaiki Jati Diri

Tagline:
Too nice? Too honest? Too “you”? Help is on the way.

Storyline:
Roger tumbuh dewasa sebagai seorang pecundang. Bekerja sambilan sebagai petugas tertib parkir keliling malah membuatnya terlibat masalah. Mendekati Amanda, tetangga cantiknya di apartemen juga tidak lancar. Atas saran Ian, Roger mengikuti kursus Dr. P dan asistennya, Lesher untuk mengubah nasibnya menjadi seorang pemenang. Ia tidak sendiri karena berjumpa dengan Eli, Ernie, Little Pete dan lain-lain. Satu demi satu instruksi dikerjakan Roger dan perlahan kepercayaan dirinya tumbuh. Namun proses itu diganggu saat ia mengetahui Dr. P juga mendekati Amanda. Siapa yang akan menang pada akhirnya?

Nice-to-know:
Merupakan remake berjudul sama di tahun 1960 karya Robert Hamer yang dibintangi oleh Ian Carmichael, Terry Thomas dan Alastair Sim.

Cast:
Jon Heder mulai dikenal semenjak membintangi Napoleon Dynamite (2004). Kali ini ia berperan sebagai pecundang Roger yang sebetulnya cerdas dan tangguh, hanya saja tidak percaya diri.
Aktor senior ini telah masuk dalam jajaran Hollywood Walk of Fame di tahun 2004, Billy Bob Thornton disini bermain sebagai mentor Dr. P yang sangat culas dan banyak akal.
Jacinda Barrett sebagai Amanda
Michael Clarke Duncan sebagai Lesher
Sarah Silverman sebagai Becky
David Cross sebagai Ian

Director:
Todd Phillips memulai karir sutradara lewat Road Trip (2000) yang sangat menghebohkan kalangan remaja satu dekade lalu.

Comment:
Entah harus menyalahkan siapa jika ternyata film ini baru tayang di Indonesia 4 tahun setelah dirilis di Amerika sana. Ya 4 tahun, saudara-saudara sebangsa dan setanah air! Bahkan trailernya sendiri sudah wara-wiri sejak tahun 2009 di bioskop-bioskop ibukota. Mungkin peribahasa last but not least berlaku disini. Toh menurut saya film ini juga berkualitas lumayan.
Sepintas memang hanya terlihat sebagai komedi remaja biasa yang penuh humor slapstick dan menjurus seks. Hm, nanti dulu jika anda berpikir seperti itu. Plot yang biasa dan klise yakni from zero to hero ternyata disajikan dengan cukup menyenangkan. Semua itu tak lepas dari gemilangnya penampilan Heder dan Thornton. Lihat bagaimana transformasi Heder yang berwajah culun dan berpenampilan sangat biasa. Sebaliknya Thornton terlihat cool dan kharismatik disini. Keduanya bagaikan kutub magnit Utara dan Selatan yang bertolak belakang tetapi berbagi chemistry dengan pas satu sama lainnya. Barrett juga cantik dan manis sebagai love interest kedua leading actor itu. Belum lagi dukungan dari Clarke Duncan, Silverman, Cross dkk yang walaupun tidak dominan tetapi cukup berarti.
Kita patut angkat topi pada kiprah sutradara Phillips yang juga bertindak sebagai penulis scenario. Scene per scene dihadirkannya dengan komedik tapi tidak berkesan norak. Beberapa twist maju mundur menjelang ending juga cukup berhasil dalam memainkan emosi penonton yang sejak awal diyakini berempati pada karakter Roger.
Pada akhirnya School For Scoundrels tak hanya menghibur sebagai tontonan ringan tetapi memiliki pesan moral yang tinggi. Bagaimana seharusnya seseorang tetap optimis dan fokus dalam mencapai tujuannya tanpa berusaha menjatuhkan orang lain. Hidup kita memang milik kita sendiri dan semuanya akan berbuah tergantung perbuatan kita masing-masing.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$17,803,796 till end of 2006

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 05 September 2009

HANGOVER : Short Term Memory Lost Tiga Serangkai Menjelang Pernikahan

Quotes:
Phil Wenneck-Tracy, it's Phil.
Tracy Garner-Phil, where the hell are you guys?
Phil Wenneck-Listen, we fucked up. We lost Doug.
Tracy Garner-What? We're getting married in *five hours*.
Phil Wenneck-Yeah... that's not gonna happen.

Cerita:
Sebelum pernikahannya dengan Tracy, Doug diwajibkan menghadiri pesta bujangan bersama kedua temannya, Phil dan Stu serta adik Tracy, Alan di Las Vegas. Berempat mereka berjudi dan menikmati penthouse mewah secara gila-gilaan hingga mabuk.. Terbangun di pagi hari, betapa kagetnya Alan menemukan harimau di kamar mandi, Stu kehilangan gigi serinya dan Phil yang baru saja keluar dari rumah sakit. Kepanikan melanda saat Doug menghilang! Segala petunjuk kecil harus dikumpulkan tiga serangkai itu dalam waktu kurang dari 48 jam atau pernikahan Doug-Tracy terancam batal.

Gambar:
Gemerlap meja judi dan hotel berbintang Las Vegas ditampilkan sekilas. Sisanya penelusuran semua sudut California yang penuh dengan adegan pengundang tawa.

Act:
Berangkat dari beberapa serial teve termasuk Alias yang melejitkan namanya, Bradley Cooper sebagai Phil Wenneck, guru SMU yang flamboyan dan memiliki istri cantik.
Ed Helms sebagai Stu Price, dokter gigi culun yang berhubungan dengan wanita dominan, Melissa.
Dari serial teve Tru Calling, Zach Galifianakis sebagai adik Tracy, Alan yang pengangguran dan serabutan.
Justin Bartha dan Sasha Barrese sebagai calon pengantin, Doug Billings dan Tracy Garner yang hanya muncul pada awal dan akhir film.
Turut didukung Heather Graham yang tampil cameo sebagai sang pelacur, Jade serta Mike Tyson sebagai dirinya sendiri.

Sutradara:
Todd Phillips adalah sutradara muda spesialis komedi termasuk Road Trip (2000) yang melejitkan namanya. Beberapa inovasi yang dilakukannya dalam film-filmnya tergolong berhasil karena terbukti karya-karyanya cukup dikenal baik oleh publik Amerika khususnya anak muda.

Komentar:
Tanpa ekspektasi apapun sebelum menyaksikan Hangover selain ingin tertawa sejenak memanfaatkan waktu luang. Namun dari awal sampai akhir film, saya merasa disuguhkan plot cerita yang orisinil dengan tempelan humor dimana-mana. Cooper, Helms dan terutama Galifianakis saling berbagi peran untuk memancing tawa. Mike Tyson dan Ken Jeong pun turut memunculkan twist jenaka. Endingnya pun cukup manis untuk sebuah komedi pria dewasa. Meskipun demikian saya ingatkan untuk anda di luar penonton Amerika, rasanya tidak akan terlalu menyukai gaya becanda film ini. Kelebihan lain adalah arah cerita tidak terduga dan hebatnya penonton seakan digiring untuk ikut mencari petunjuk, apa yang sebenarnya terjadi pada saat mereka mabuk semalaman itu? Semua itu terjawab pada strip film kamera sesaat setelah credit title bergulir, oleh karena itu jangan buru-buru meninggalkan bioskop.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$270,237,753 till end of August 2009 $43,000,000

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!