XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label philip seymour hoffman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label philip seymour hoffman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

THE IDES OF MARCH : Intense Political Campaign Thriller


Quotes:
Stephen Meyers: You can lie, you can cheat, you can start a war, you can bankrupt the country, but you can't fuck the interns. They get you for that.

Nice-to-know:
Leonardo DiCaprio batal memerankan Stephen Meyers tetapi tetap menjabat sebagai produser eksekutif melalui perusahaannya sendiri Appian Way. Chris Pine sempat dipertimbangkan untuk peran tersebut sebelum Ryan Gosling mendapatkannya.

Cast:
Ryan Gosling sebagai Stephen Meyers
George Clooney sebagai Governor Mike Morris
Philip Seymour Hoffman sebagai Paul Zara
Paul Giamatti sebagai Tom Duffy
Evan Rachel Wood sebagai Molly Stearns
Marisa Tomei sebagai Ida Horowicz

Director:
Merupakan film keempat yang disutradarai George Clooney setelah terakhir Leatherheads (2008).

W for Words:
Terpilih sebagai film pembuka Venice Film Festival 2011 yang lalu, skrip yang digagas dari drama teater pendek “Farragut North” karya Beau Willimon ini bertutur mengenai sistem perpolitikan negara adidaya Amerika Serikat yang merupakan lahan bermain Willimon di masa silam. George Clooney dengan cermat (kalau tidak mau disebut ambisius) melihat peluang tersebut untuk membuat sebuah thriller cerdas nan intens sehingga menjabat sebagai produser, sutradara, penulis skenario sekaligus aktor utamanya.
Stephen Meyers memiliki kemampuan komunikasi di atas rata-rata sehingga terpilih menjadi tim sukses Gubernur Mike Morris yang tengah mencalonkan diri menjadi Presiden. Atasan Stephen, Paul Zara memastikan semua berjalan lancar termasuk menyapu bersih jumlah suara dari Ohio. Godaan datang saat rival Morris, Tom Duffy meminta Stephen bekerja padanya atau putri petinggi sekaligus petugas intern, Molly Stearns menaruh hati padanya. Stephen pun harus menggunakan intelejensi sekaligus akal sehatnya untuk tetap berpijak walaupun dapat mengubah prioritas hidupnya.

Sutradara Clooney tampaknya meminta komitmen semua castnya untuk bermain maksimal. Terbukti nama-nama tenar dan berpengalaman yang terlibat disini mampu melahap segala dialog cerdas dengan amat fokus. Terkadang penonton tidak perlu melihat wajah mereka secara utuh tapi mengenali intonasi suara dari berbagai pilihan shot yang unik. Tempo lambat film perlahan meningkat seiring bergulirnya konflik yang semakin memanas. Semua kejutan dan twist tak lagi tersembunyi karena berjalan secara linier sampai detik pamungkas.
Saya pribadi melihat Ryan Gosling sebagai tokoh sentral yang pantas difavoritkan. Menarik melihat karakter Meyers yang semula naïf dan lurus berubah menjadi licik dan penuh intrik karena wajib beradaptasi dengan situasi tak terduga yang kerapkali memojokkannya. George Clooney sebagai aktor juga menampilkan karisma seorang calon pemimpin Morris yang berprinsip kuat dan tak dapat diajak kompromi. Sedangkan Giamati, Seymour Hoffman, Rachel Wood dan Tomei tidak kalah kontribusinya saat berbagi layar dengan kedua tokoh kunci di atas muncul, tentunya dengan rahasia masing-masing yang tersimpan rapi.

The Ides of March memang menggunakan “template” sederhana tentang bagaimana manusia dapat bertahan hidup, bukan hanya di bidang politik tapi turut berlaku dalam dunia bisnis, keuangan dsb. Oleh karena itu nyaris tidak ada tokoh jahat/baik disini, anda akan mengerti jika ada di posisi tersebut dimana hal yang salah untuk dilakukan justru bisa jadi malah menyelamatkan anda. Pertentangan moralitas dan idealisme tersaji lewat suguhan melodrama sinis yang muatan politisnya mungkin tidak setajam yang anda bayangkan. Might be well-deserved victory for the actors in every film festival entered!

Durasi:
101 menit

U.S. Box Office:
$40,962,534 till Jan 2012.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 07 Desember 2010

DOUBT : Ketika Keraguan Melangkahi Iman dan Janji

Tagline:
There is no evidence. There are no witnesses. But for one, there is no doubt.

Storyline:
Paroki St. Nicholas pada tahun 1964 di Bronx, pendeta karismatik Father Flynn berusaha menerapkan aturan yang berbeda dari yang sudah terbentuk oleh Sister Aloysius Beauvier. Kepala sekolah wanita ini terlalu percaya pada kekuatan ketakutan dan kedisiplinan dalam mendidik murid-muridnya yang perlahan mulai membangkang. Masuknya siswa kulit hitam pertama bernama Donald Miller semakin menimbulkan kekisruhan yang berbuntut pada kecurigaan Sister Aloysius akan perilaku menyimpang Father Flynn. Sister James yang masih muda dan belum berpengalaman semakin bingung menentukan sikap di antara keduanya. Benarkah tuduhan tersebut dapat mencoreng nama paroki terkait sekaligus memecat Donald sebagai Putra Altar?

Nice-to-know:
John Patrick Shanley sempat menawarkan peran Sister James kepada Natalie Portman tetapi menolaknya. Sebaliknya Oprah Winfrey tertarik peran Mrs. Miller tetapi sang sutradara menolaknya tanpa memberi kesempatan samasekali.

Cast:
Tak banyak yang tahu bahwa Meryl Streep pernah mengisi suara dalam The Ant Bully (2006). Kali ini ia bermain sebagai Sister Aloysius Beauvier yang konservatif dan penuh rasa curiga.
Pernah memenangkan Oscar kategori Aktor Terbaik lewat Capote (2005), Philip Seymour Hoffman berperan sebagai Father Brendan Flynn yang mendapat tantangan berat.
Terakhir kali mendukung Miss Pettigrew Lives for a Day (2008), Amy Adams kebagian tokoh simpatik Sister James.
Carrie Preston sebagai Christine Hurley
John Costelloe sebagai Warren Hurley
Lloyd Clay Brown sebagai Jimmy Hurley
Joseph Foster sebagai Donald Miller (as Joseph Foster II)

Director:
Sejauh ini baru film kedua bagi John Patrick Shanley setelah Joe Versus the Volcano (1990) yang juga ditulisnya sendiri

Comment:
Nilai jual utama film ini adalah aktor-aktris utamanya yaitu Meryl Streep dan Phillip Seymour Hoffman yang sama-sama berkaliber Oscar. Dan mereka memenuhi harapan tersebut dengan menyajikan akting yang brilian dengan pertukaran dialog yang menarik. Salah satunya adalah menjelang ending dimana terjadi percakapan lebih kurang 10 menit antara Sister Aloysius dan Father Flynn yang sangat menguras emosi mulai dari kemarahan dan keangkuhan yang berbaur sempurna dengan pendakwaan dan pembelaan diri. Bagaimana hubungan mereka terus berkembang dari berusaha saling adaptasi dari cara yang normal hingga menjadi ketidak sukaan yang saling bertentangan.
Penulis sekaligus sutradara Shanley bekerja dengan efektif dalam menjaga plot cerita agar tetap menarik dengan setting Paroki yang kaku sunyi yang mendukung serta penokohan yang simple tetapi sangat menggigit itu. Peran Adams sebagai supporting character juga cukup efektif, sedikit mewakili karakter penonton yang netral di antara hitam dan putih. Jelas sebuah kinerja tim yang pantas sekali dilirik para juri ajang penghargaan manapun di tahun 2008 itu.
Konflik yang dihadirkan dalam Doubt memang cenderung sensitif dan controversial. Namun semua itu disampaikan dengan cara yang halus tetapi tidak kehilangan ketajamannya dalam bercerita. Sebuah contoh dimana setiap manusia memiliki sudut pandang dan harga diri tersendiri yang terkadang dituntut untuk mempertahankannya sampai titik tertentu tanpa peduli konsep benar salah yang mendasarinya. Film ini memberikan contoh yang teramat realistis untuk kasus tersebut.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$33,422,556 till April 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent