XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label martin campbell. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label martin campbell. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

GREEN LANTERN : Cincin Hijau Atasi Rasa Takut Manusia

Quotes:
Hal Jordan: No matter how bad things get, something good is out there, just over the horizon...


Storyline:
Pilot Hal Jordan memiliki kekuatan manusia super saat terpilih oleh "the Ring" sebagai Green Lantern alias anggota dari perkumpulan penjaga perdamaian alam semesta. Kesiapannya diuji lewat serangkaian tes hingga membuat dirinya sempat merasa ragu. Terlebih hubungan dengan sang kekasih Carol seakan tidak mampu diperbaiki. Sementara itu ilmuwan Hector Hammond yang mengotopsi tubuh Abin Sur terkontaminasi kekuatan Parallax sehingga berbuat destruktif. Hal dalam identitas barunya harus mengatasi rasa takut untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Nice-to-know:
Dalam komik ada 6 orang yang menyandang gelar Green Lantern yaitu Alan Scott (1940), Hal Jordan (1959), Guy Gardner (1968), John Stewart (1971), Kyle Rayner (1994) dan Jennifer-Lynn Hayden (putrid Alan Scott, 1983). Scott dand Jen tidak tergabung dalam Green Lantern Corps karena kekuatan mereka berasal dari sumber lain.

Cast:
Terakhir tampil solo dalam Buried (2010), Ryan Reynolds terpilih sebagai Hal Jordan / Green Lantern
Mulai dikenal luas setelah membintangi The Sisterhood of the Traveling Pants (2005), Blake Lively bermain sebagai Carol Ferris
Peter Sarsgaard sebagai Hector Hammond
Mark Strong sebagai Sinestro
Tim Robbins sebagai Hammond

Director:
Martin Campbell terakhir menangani Mel Gibson dalam The Edge of Darkness (2010).

Comment:
Selama 5 tahun terakhir bisa jadi anda jenuh dijejali berbagai macam film bertemakan superhero dari DC Comic ataupun Marvel Comic yang sepertinya berlomba-lomba menjadi yang terdepan di kancah box office internasional. Tidak heran karena pangsa pasar film sejenis masih besar terlebih komiknya bersifat timeless dan sudah dikenal luas sejak puluhan tahun yang lalu. Mudah untuk menarik minat fanbase yang sudah ada ataupun calonnya.
Skrip yang dikerjakan oleh Greg Berlanti, Michael Green, Marc Guggenheim dan Michael Goldenberg ini secara unik mengetengahkan manusia biasa yang dianugerahi kekuatan super dari cincin yang dikenakannya. Tugasnya adalah menjaga planet yang didiaminya dari Parallax yang menyerap ketakutan terbesar sebagai bagian dari tanggungjawabnya terhadap penjaga alam semesta. Sedikit tidak biasa tetapi anda harus membiasakan diri dengan plotnya itu.

Menilik akting jajaran pemainnya tidaklah mengecewakan. Reynolds pas dalam memerankan Hal yang eksentrik dan percaya diri. Sama halnya dengan Lively yang seksi dan mandiri sebagai Carol. Keduanya juga berbagi chemistry yang unik dan tidak menonjolkan romantisme picisan. Sedangkan Sarsgaard menghidupkan peran antagonis Hector dengan gaya tersendiri, penampilannya disulap menyedihkan untuk membangkitkan murka yang destruktif dengan kekuatan telekinetiknya.
Sutradara Campbell memposisikan setiap adegan aksinya sesuai dengan timing yang terukur, bersisian dengan elemen drama yang membungkusnya. Kekurangannya ada pada editing yang terkadang cukup mengganggu terutama pada perpindahan adegan antar planet. Penggunaan spesial efeknya cukup memukau walaupun kesan CGI banget tidak dapat dihilangkan begitu saja. Sayangnya tampilan Parallax sebagai momok yang menakutkan tidak terlalu berhasil mencekam penonton.

Bagian yang terpenting yang ingin saya bahas adalah tata kostumnya. Kinerja CGI sangat krusial dalam mewujudkan kostum spandex hijau bagi Hal Jordan dan harus diakui terlihat keren apalagi dengan topeng penutup mata yang bisa terbuka/tertutup secara otomatis. Belum lagi penampilan alien wannabe lainnya yang mengenakan kostum latex berwarna merah ataupun biru yang tidak terlalu asing bagi anda pecinta film-film fiksi ilmiah seperti Star Trek atau Star Wars sebagai contoh.
Green Lantern memang lebih bersahabat dengan penonton remaja atau anak-anak sekalipun akibat kesan kartun yang ditimbulkan saat tokoh Hal Jordan mampu membentuk bermacam-macam senjata secara “instan”. Suguhan duo produser Greg Berlanti dan Donald De Line ini tidak mengharuskan anda berpikir dalam mencerna plotnya atau mengikat sisi emosional terhadap para karakternya. Kualitasnya ada di bawah beberapa film superhero sejenis walaupun masih memenuhi standar film musim panas. Sama halnya seperti Hal, ketakutan adalah milik semua orang, tergantung bagaimana anda menyiasatinya sehingga langkah maju tidak terhalang.

Durasi:
114 menit

U.S. Box Office:
$116,593,191 till Sep 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 07 Februari 2010

EDGE OF DARKNESS : Balas Dendam Berbuntut Intrik Tingkat Tinggi

Quotes:
Thomas Craven: I'm a guy with nothin to lose!


Storyline:
Detektif pembunuhan Departemen Kepolisian Boston yang sudah pensiun, Thomas Craven menjemput putrinya yang baru berusia 24 tahun, Emma selepas pulang tugasnya. Setelah berbincang-bincang singkat di rumahnya, Emma mimisan dan tiba-tiba ditembak oleh pembunuh misterius di pintu rumah Thomas. Emma pun tewas seketika! Semua orang berasumsi, Emma tidak sengaja terbunuh karena target utamanya adalah Thomas. Dalam masa berkabungnya, Thomas mulai mencurigai bahwa sesungguhnya Emma memang diincar. Thomas mulai menyelidiki masa lalu Emma dan pekerjaan apa yang dilakukannya sampai bertemu pejabat penting perusahaan dan juga pemerintahan. Dibantu salah satu staf pemerintahan, Jedburgh, Thomas pun terlibat dalam intrik yang rumit.

Nice-to-know:
Dibuat berdasarkan miniseri 6 episode populer Inggris di tahun 1985 berjudul sama yang ditulis Troy Kennedy-Martin dan juga disutradarai oleh Martin Campbell.

Cast:
Bermain kembali sebagai aktor utama setelah terakhir Signs (2002), Mel Gibson didaulat sebagai Thomas Craven, mantan detektif paruh baya yang berduka karena kehilangan putrinya, Emma Craven yang diperankan pendatang baru, Bojana Novakovic.
Dua aktor senior, Ray Winstone dan Danny Huston kebagian peran Jedburgh dan Jack Bennett.

Director:
Salah satu dari sedikit sutradara yang mengarahkan lebih dari satu pemeran James Bond yaitu Goldeneye (1995) dengan Pierce Brosnan dan Casino Royale (2006) dengan Daniel Craig, Martin Campbell bisa dibilang spesialis film-film aksi.

Comment:
Temanya tentang ayah yang berusaha membalaskan dendam kematian anaknya mungkin sudah beratus-ratus kali diangkat. Lantas apakah kelebihan film ini? Pertama, kita bicara cast, Gibson, Huston dan Winstone yang sudah sangat kaliber menunjukkan kelas akting yang baik disini. Kedua, Campbell sang sutradara merupakan jaminan mutu dan juga perolehan pundi-pundi dollar selama ini. Tengok saja filmografinya di masa lalu. Dari segi cerita, intensitasnya memang terjaga dari awal sampai akhir sehingga membawa penonton tetap konsisten mengikutinya. Namun jika anda berharap sebuah film aksi yang cepat alurnya dimana sang jagoan membunuh setiap penjahat yang ditemuinya, anda akan kecewa. Pasalnya Edge Of Darkness lebih ke arah drama kepolisian dengan intrik tingkat tinggi yang baru terungkap di akhirnya. Agak membosankan? Mungkin saja anda berpendapat begitu. Tetapi jika dilihat secara keseluruhan, masih banyak nilai plus film yang dirilis oleh Warner Bros Pictures ini. Satu hal yang agak mengganggu bagi saya yaitu "seakan-akan" roh Emma yang kembali di setiap langkah ayahnya, berbau supernatural walau unsur personal yang ingin ditonjolkan.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$17,214,384 in the opening week end of Jan 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!