XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label kristin scott thomas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kristin scott thomas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

THE WOMAN IN THE FIFTH : Enigmatic Imaginative Slow Paced Thriller


Tagline:
What you can not resist, you may not survive. 

Nice-to-know: 

Film berjudul asli La femme du Vème ini sudah rilis di Perancis pada tanggal 16 November 2011 yang lalu.

Cast: 
Ethan Hawke sebagai Tom Ricks
Kristin Scott Thomas sebagai Margit
Joanna Kulig sebagai Ania
Samir Guesmi sebagai Sezer
Delphine Chuillot sebagai Nathalie

Julie Papillon sebagai Chloe

Director:
Merupakan feature film keempat bagi Pawel Pawlikowski yang diawali dengan The Stringer (1998).

W For Words: 
Belum banyak orang mengenal nama penulis dan sutradara Pawel Pawlikowski. Dua film sebelumnya milik pria berusia 55 tahun asal Polandia ini dipuji kritikus, salah satunya adalah My Summer of Love (2004) yang melejitkan nama Emily Blunt ke jajaran aktris bertalenta tinggi. Kini ia menggarap thriller Perancis yang diangkat dari novel berjudul sama karya Douglas Kennedy. Daya tarik utama adalah dua bintang besar nominator Oscar yaitu Ethan Hawke dan Kristin Scott Thomas. Perlu lebih dari setahun kita baru dapat menyaksikannya lewat jaringan bioskop Blitzmegaplex. Better late than never, right?

Penulis asal Amerika, Tom Ricks datang ke Paris untuk menemui putrinya walau tidak disetujui oleh mantan istrinya, Nathalie. Tom bersikeras menjelaskan pada Chloe bahwa ia tidak dipenjara melainkan dirawat di rumah sakit. Malang saat tertidur dalam bis, Tom kehilangan kopernya. Ia harus memohon pada pemilik motel kumuh, Sezer untuk menginap sambil bekerja enam jam di ruang tertutup. Hubungannya dengan dua wanita sekaligus, Margit yang suaminya penulis dan Ania yang pelayan motel berujung pada misteri pembunuhan yang tak terpecahkan. 

Sebelumnya saya ingatkan bahwa mulai paragraf ini hingga selesai mungkin akan mengandung spoiler. Tidak terlalu penting mengingat tidak ada jawaban pasti dari filmmakernya sendiri di penghujung film. Jika setia pada novel Kennedy, sosok Margit digambarkan sebagai hantu wanita yang menjaga Tom sampai membunuh siapapun yang menghalanginya. Mereka berdua pun menyatu dalam percintaan panas beda alam. Sedangkan pada film Pawlikowski, semua informasi tentang tokoh-tokohnya dibuat blur sehingga kesimpulan akhir dikembalikan kepada masing-masing penonton. Provokatif bukan?

Versi saya mungkin lebih liar lagi, Tom selalu kembali pada apartemen Margit untuk mengenang percintaan terlarang mereka di masa lampau dimana Margit bunuh diri setelah suami dan putri sulungnya tewas dalam kecelakaan mobil. Sedangkan Ania yang sempat memperlihatkan foto lawas keluarganya adalah putri bungsu Margit yang akhirnya tanpa sengaja bertemu Tom hingga keduanya jatuh cinta. Ania membunuh Moussa dan mengkambinghitamkan Sezer untuk mengambil alih motel tersebut. Tom lantas mengekspresikan rasa bersalah terhadap putrinya Chloe lewat surat.

Harus diakui, nyawa film ini ada di tangan Ethan Hawke sebagai karakter sentral yang menghubungkan setiap tokoh dengan konflik utama maupun tambahan. Ia berhasil menjiwai sosok penulis pecundang yang (kebetulan) meraih sukses hanya melalui satu buku sebelum hidupnya terperosok karena mentalnya yang terganggu akibat dipenjara. Scott Thomas yang kerap bergaun merah menghidupkan love interest Margit yang prima penuh pesona. Sedangkan Kulig tak kalah menggoda lewat Ania yang lugu dan pemimpi. Sesaat anda akan percaya bahwa film ini murni bertutur  tentang cinta segitiga.

Pawlikowski dan rekan sinematografer, Ryszard Lenczewski menggunakan teknik kamera yang tidak biasa, lengkap dengan visual hipnotik yang mempermainkan imajinasi manusia. Lokasi Paris yang tak lazim bisa jadi mengingatkan anda pada film-film art house Eropa di tahun 60an. Tempo yang super lambat dalam memaparkan konflik antiklimaks tak berkonklusi amat membutuhkan kesabaran dan toleransi penontonnya untuk benar-benar dapat menilai film secara keseluruhan. The Woman in the Fifth akan mengajak anda berpikir bersama sekaligus mempertanyakan apa yang sesungguhnya terjadi. It’s a rare enigmatic experience!


Durasi: 
83 menit

U.S. Box Office: 
$112,498 till July 2012

Overall: 
7 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 23 Mei 2012

BEL AMI : Multi Portrayal Drama Of George Duroy


Quotes:
Georges Duroy: You're married to Charles?
Madeleine Forestier: Of course. Charles has told me all about you.

Nice-to-know:
Marion Cotillard sempat menolak peran dalam film ini. Sama halnya dengan Nicole Kidman yang kesulitan menyesuaikan jadwal syutingnya.

Cast:
Robert Pattinson sebagai Georges Duroy
Christina Ricci sebagai Clotilde de Marelle
Uma Thurman sebagai Madeleine Forestier
Kristin Scott Thomas sebagai Virginie Walters
Holliday Grainger sebagai Suzanne Rousset
Natalia Tena sebagai Rachel
Colm Meaney sebagai Rousset

Director:
Merupakan feature film pertama bagi duet Declan Donnellan dan Nick Ormerod setelah film pendek, The Big Fish di tahun 1992.

W For Words:
Robert Pattinson tampaknya masih sulit melepaskan diri dari kesuksesan luar biasa Twilight Saga dimana karakter Edward Cullen sudah demikian melekat dengan namanya. Film yang diadaptasi dari novel ternama tahun 1885 milik Guy de Maupassant ini merupakan salah satu “jalan keluar” yang diharapkannya terlebih melalui karakter lebih dewasa yang memperlihatkan sisi emosional yang lebih dalam. Usaha yang patut dihargai meski belum cukup sempurna pada akhirnya.

Pemuda Perancis bernama George Duroy kembali dari wajib militer di Algeria untuk bekerja sebagai penulis kolom surat kabar terkemuka milik Charles Forestier. Haus kekuasaan mulai menghinggapi Duroy terlebih saat ia diperkenalkan kepada tiga wanita cantik berpengaruh di kotanya yaitu Madeleine Forestier, Madame Walter dan Clotilde de Marelle. Duroy yang karismatik mulai menggunakan pesonanya untuk memikat mereka demi keuntungannya tanpa mengindahkan perasaannya sendiri.

Terus terang, karakter George Duroy dapat dijadikan studi kasus yang menarik. Motif yang dimilikinya terasa blur disini. Apakah George berupaya meningkatkan statusnya dalam masyarakat demi kekuasaan? Uang? Atau bahkan ia cuma seorang sexual predator yang haus kehangatan sehingga berpindah pelukan dari satu wanita ke wanita lainnya? Sayangnya ketidakjelasan itu justru sulit membuat penonton bersimpati apalagi berpihak padanya.

Menarik melihat Kristin Scott Thomas begitu meyakinkan sebagai wanita paruh baya yang rapuh. Berbanding terbalik dengan Uma Thurman yang berapi-api dan penuh perhitungan. Sedangkan Christina Ricci menjiwai perannya sebagai istri kesepian yang mendambakan cinta. Jika harus saya analisa, tokoh tersebut terakhirlah yang paling mendekati “cinta” dari George Duroy. Interaksi Pattinson dengan ketiganya lah yang menarik disini dimana ia dituntut untuk senang, sedih, tertekan bahkan kesakitan dengan senyum misterius yang memikat dan tatapan dingin matanya yang nanar itu.

Terlepas dari setting Paris yang diambil, duet sutradara Donnellan dan Ormerod tidak mengharuskan aktor-aktrisnya beraksen Perancis. Sebuah kekurangan? Atau justru kelebihan karena bisa jadi tidak otentik lagi jika dipaksakan. Secara keseluruhan, Bel Ami hanya suguhan drama cinta seorang George Duroy belaka tanpa menghiraukan unsur politik yang sempat melingkupi bagian penutupnya. Nikmati saja penampilan para castnya yang cukup emosional itu dalam balutan atmosfir tempo dulu dan kostum yang memukau pada masanya itu. Tidak lebih!

Durasi:
102 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent