XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label keri russell. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keri russell. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

WAITRESS : Getirnya Romansa Hidup Pembuat Pie Cekatan

Quotes:
Dr. Pomatter-So, what seems to be the problem?
Jenna-I seem to be pregnant
Dr. Pomatter-Congratulations!
Jenna-Thanks, but I'm not so happy about it like everybody else might be. I'm having the baby and that's that.

Cerita:
Jenna, seorang pelayan di kota kecil dengan impian besar, mempunyai bakat khusus dalam membuat pie. Ia mempunyai ambisi rahasia untuk memenangkan kontes berhadiah $25.000 supaya dapat meninggalkan suaminya yang jahat, memulai toko pie sendiri dan mengubah hidupnya. Sebuah pertemuan tak terduga dengan dokter muda, Jim menambah bahan yang tepat untuk membantu Jenna menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Gambar:
Bersetting di Halfway House Cafe, Saugus, California yang menyediakan pie lezat nan memanjakan mata dengan warna dan rasa yang terlihat sangat memikat.

Act:
Aktris cantik yang mulai dikenal setelah membintangi Honey I Blew Up The Kid (1992), Keri Russell sebagai Jenna yang bingung akan hidupnya sendiri karena situasi di sekelilingnya yang tidak menguntungkan.
Pernah mendukung Slither (2006), Nathan Fillion kali ini bermain sebagai Dr. Jim Pommater yang sepintas memiliki kehidupan bahagia tapi ternyata merasa hampa.
Ikut bermain dalam Wrong Turn (2003), Jeremy Sisto berperan sebagai suami yang emosional dan posesif disini.
Cheryl Hines dan Adrienne Shelly tampil kompak sebagai dua sahabat Jena yaitu Becky dan Dawn yang unik karakternya.

Sutradara:
Nama Adrienne Shelly memang belum terlalu dikenal. Sayangnya Waitress menjadi karya terakhirnya karena ditemukan meninggal oleh suaminya di bak mandi apartemen mereka. Awalnya disinyalir bunuh diri tapi kemudian ditutup sebagai kasus pembunuhan oleh seorang imigran ilegal yang bekerja pada Shelly.

Komentar:
Film yang sebetulnya cukup baik kualitasnya tapi tidak mendapat sorotan yang semestinya. Dari segi cerita sangat personal dan menyentuh, meski kadang seperti kebingungan mau dibawa fun romantic comedy atau bitter drama. Pemainnya bermain gemilang karena berhasil menciptakan mood yang wajar dan pas porsinya sepanjang film. Gambaran beragam pie dengan nama-namanya yang unik menjadi daya pikat tersendiri. Yah overall anggap saja Waitress sebuah flick yang bisa menjadi cerminan dalam hidup anda yang bersiap memasuki kehidupan berpasangan!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$19,067,631 till Oct 2007

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 02 Januari 2009

BEDTIME STORIES : Kala Dongeng Pengantar Tidur Menjadi Kenyataan

Quotes:
Skeeter Bronson-So guys, let me ask you something.... What the heck is on my head right now?
Patrick-Bugsy
Skeeter Bronson-Why do you call him Bugsy?
Patrick-Because of his eyes.

Skeeter Bronson-*screams* Those would be big on a cow!

Cerita:
Skeeter Bronson boleh dikatakan seorang pecundang karena bekerja sebagai pembersih dan pembantu umum. Padahal sebenarnya dia memiliki kesempatan menjadi manajer hotel yang awalnya dikelola ayahnya Marty Bronson sebelum dijual kepada Barry Nottingham. Sayangnya Barry lebih memilih calon menantunya, Kendall yang angkuh dan "penjilat". Bosan dengan rutinitas dan ketidak adilan, tiba-tiba oleh Wendy kakaknya, Skeeter diserahi tugas menjaga dua keponakannya Patrick dan Bobbi bergantian dengan guru mereka, Jill selama beberapa hari. Skeeter yang kebingungan harus mengarang cerita pengantar tidur yang menarik yang ternyata ditimpali oleh Bobbi dan Patrick dengan versi mereka sendiri. Keajaiban muncul karena "dongeng" versi kedua bocah itu selalu terjadi keesokan harinya pada diri Skeeter. Timbul ide liar dalam benak Skeeter untuk memanfaatkan hal itu menjadi sebuah keuntungan bagi dirinya sendiri. Apakah keajaiban itu mampu mengubah nasib Skeeter? Ataukah sebuah kekacauan menantinya di akhir dari segala dongeng pengantar tidur?

Gambar:
Setting hotel dan suburban bergantian disorot di film ini. Keseimbangan gambar berpadu dengan beberapa efek visual yang cukup memanjakan mata. Tidak percaya? Tengok saja "penampakan" Bugsy yang sangat kocak dan frekuentif itu.

Act:
Telah banyak mengangkat film-film yang dibintanginya karena kelucuan aktingnya, Adam Sandler kali ini mencoba menjadi seorang paman yang baik sekaligus memperbaiki taraf hidupnya sendiri. Kocak? Iya. Namun itu saja yang ditawarkan aktor yang memulai karirnya dari peran kecil The Cosby Show di tahun 1988.
Keri Russell yang sebelumnya tampil apik dalam film memorable August Rush memang bukan aktris ternama tapi cukup sering menjadi side kick pemeran utama termasuk dalam perannya sebagai seorang guru cantik baik hati yang bersemangat tinggi.
Aktor Inggris Guy Pearce ambil bagian sebagai Kendall yang ambisius dan menyebalkan karena menghalalkan segala cara untuk mencapai impiannya. Potongan rambut dan ekspresi wajahnya memperkuat perannya dalam film ini.

Sutradara:
Adam Shankman mungkin paling dikenal di Indonesia lewat karyanya A Walk To Remember dan The Wedding Planner. Dalam Bedtime Stories, Shankman berhasil memvisualisasikan transformasi mimpi menjadi kenyataan tanpa kehilangan ciri khas Adam Sandler yang sangat dominan disini. Beberapa elemen komedi dan drama berhasil disatukan dengan baik.

Komentar:
Tidak jauh beda dengan film Adam Sandler sebelumnya, Bedtime Stories tidak ketinggalan dalam menyelipkan pesan moral bahwa untuk mencapai impian dibutuhkan usaha karena bermimpi dan mengharapkan keajaiban saja itu suatu yang mustahil. Saran saya, nikmati saja sebagai suatu hiburan ringan penuh tawa tanpa perlu berpikir panjang. Namun menonton film ini seperti ada kekosongan dalam pembangunan scenenya dari awal sampai akhir. Apakah korelasi cerita mengganggu logika dalam menonton? Anda sendiri yang menilai.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (opening gross in the end of the year):
$38,029,113

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!