XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label katherine heigl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katherine heigl. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

ONE FOR THE MONEY : Worthless For The Money


Quotes:
Lula: We got the whole good cop/bad cop thing going on; except we're hookers.


Nice-to-know:
Baik Katherine Heigl, Jason O'Mara, Daniel Sunjata dan Debra Monk kesemuanya pernah tampil dalam Grey's Anatomy.


Cast:
Katherine Heigl
sebagai Stephanie Plum

Jason O'Mara
sebagai Joe Morelli

Daniel Sunjata
sebagai Ranger

John Leguizamo
sebagai Jimmy Alpha

Sherri Shepherd sebagai Lula
Debbie Reynolds
sebagai Grandma Mazur


Director:

Merupakan film layar lebar kedua bagi Julie Anne Robinson setelah The Last Song (2010).

W for Words:

Saya mengakui bahwa Katherine Heigl adalah aktris cerdas yang namanya masuk jajaran selebritis papan atas Hollywood selama beberapa tahun terakhir. Namun apa yang terjadi dengan pilihan perannya yang tampak semakin bodoh dari waktu ke waktu apalagi dengan kualitas sidekick yang semakin menurun. Komedi romantis yang diangkat dari novel Janet Evanovich ini tanpa pengecualian apalagi premisnya mirip sekali dengan The Bounty Hunter (2010).

Penggangguran dengan status janda cerai membuat Stephanie Plum harus menerima pekerjaan apapun termasuk sebagai pemburu bayaran dari sepupunya sendiri. Target pertama Stephanie tak lain tak bukan adalah mantan suaminya sendiri yakni Joe Morelli, seorang polisi yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Berhasilkah Stephanie membekuk Joe yang bersikeras bahwa ada pelaku lain di balik semua itu yang harus diungkapkan untuk membersihkan namanya?

Sutradara Julie Anne Robinson tampak bekerja keras untuk menjaga mood film agar tetap ringan. Lihat saja adegan dimana Grandma Mazur meledakkan kalkun sewaktu makan malam keluarga atau saat mobil Joe meledak karena bom yang ditargetkan untuk Stephanie. Atau yang lebih menjurus pornoaksi adalah ketelanjangan Stephanie kala diborgol Joe di kamar mandinya. Serentetan kejadian itu tak dinyana terkesan “memaksa“ penonton tertawa getir untuk tidak terlalu bersikap serius menikmatinya.

Saya tidak bermaksud mengecilkan arti Jason O’Mara tapi jika dibandingkan Ashton Kutcher, Josh Duhamel, Gerard Butler yang jauh lebih kharismatik? Heigl harus lebih selektif lagi dari sekadar mengumpulkan teman-teman sejawatnya dalam Grey’s Anatomy karena chemistry dengan lawan main teramat penting apalagi untuk genre semacam ini. Untungnya ia sendiri masih dapat menampilkan pesona gadis pirang seksi nan menggoda terlepas dari menyedihkannya karakter Stephanie Plum yang jatuh di titik terendah dalam hidupnya tersebut.

One For The Money bergerak dalam jalur yang tak beraturan, from no clue to clue but without any logical process along the way. Jika tidak percaya anda bisa runut aksi Stephanie Plum dari awal hingga akhir mulai dari “menelanjangi” dirinya sendiri, bertukar informasi dengan pelacur, belajar menembak sampai menyambangi preman. Dengan kuasa yang cukup besar karena duduk pula di jajaran produser eksekutif maka semua kesalahan patut ditujukan pada Heigl seorang yang entah ambisius atau kehabisan akal untuk menjual apa yang ia punya. She’s hot but we’ve already seen her in similar better roles before!

Durasi:
91 menit


U.S. Box Office:
$23,679,658 till Feb 2012.

Overall:

7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6

6-poor

6.5-poor but still watchable

7-average

7.5-average n enjoyable

8-good

8.5-very good

9-excellent

Sabtu, 07 Agustus 2010

KILLERS : Problema Menikahi Mantan Pembunuh Bayaran

Tagline:
Marriage... give it your best shot.

Storyline:
Pembunuh bayaran sewaan Pemerintah, Spencer Aimes pada suatu tugasnya di Nice bertemu dengan seorang wanita cantik yang baru saja putus cinta, Jen Kornfeldt. Keduanya dalam waktu singkat saling jatuh cinta dan memutuskan menikah. Tiga tahun berlalu, Spencer dan Jen tetap menikmati hari-hari pernikahan mereka sampai tibanya ulang tahun Spencer yang ke-30 dimana Spencer menjadi buruan semua pembunuh bayaran lain dengan iming-iming jutaan dolar. Dan faktanya para pembunuh tersebut berasal dari orang-orang dekat di sekeliling mereka. Kini Jen harus ikut dalam penyelamatan diri bersama Spencer sambil mencari tahu motif apa yang sesungguhnya mendalangi itu semua.

Nice-to-know:
Saat syuting, Ashton Kutcher secara tidak sengaja menjatuhkan seorang stuntman dengan tinjunya.

Cast:
Seringkali mendapat nominasi Teen Choice Award diawali dari Dude, Where's My Car? (2000), Ashton Kutcher berperan sebagai pembunuh bayaran yang stylish sekaligus ceroboh bernama Spencer Aimes.
Boleh dibilang angkat nama lewat My Father the Hero (1994), Katherine Heigl bermain sebagai Jen Kornfeldt, pewaris bisnis teknologi komputer yang tidak sadar menikahi seorang pembunuh bayaran.
Dua bintang veteran Tom Selleck dan Catherine O'Hara sebagai Mr. dan Mrs. Kornfeldt.

Director:
Kerjasama kedua kali berturut-turut dengan Heigl setelah The Ugly Truth (2009), Robert Luketic yang baru berusia 37 tahun asal Australia ini.

Comment:
Sutradara Luketic pernah menghasilkan beberapa film yang cukup menghibur sebelumnya dan kelihatannya ia cukup menguasai beberapa elemen komedi yang baik. Tapi apakah itu sudah cukup untuk menyajikan tema yang sudah basi dengan fresh?
Rasanya masih segar dalam ingatan beberapa waktu lalu ada Knight & Day (2010) (yang kebetulan rilis duluan di Indonesia) dengan plot serupa atau kalau mau dikatakan Mr & Mrs Smith (2005) yang lebih mirip lagi. Dua film tersebut menjual nama megabintang Cruise-Diaz ataupun Pitt-Jolie. Lantas mampukah Kutcher-Heigl berbicara banyak? Sulit dikatakan. Heigl bisa dikatakan late bloomer dan baru belakangan ini masuk kategori America's sweetheart, Kutcher sejak dulu tergolong aktor mediocre yang rasanya film-filmnya pantas masuk kategori straight-to-dvd. Disini keduanya tidak berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda di luar stereotype mereka, bisa jadi skrip juga tidak mengharuskan mereka berimprovisasi terlalu banyak. Keduanya berbagi chemistry yang terasa dipaksakan walaupun screen presence nya cukup memikat. Di luar mereka, cast pendukung seakan menjadi tempelan belaka dengan kecenderungan entah kaku atau bodoh, tipis sekali perbedaannya.
Adegan demi adegan yang ditampilkan mengacu pada sebuah konklusi di akhir yang tidak terlalu mengejutkan dengan sedikit mengada-ngada. Yang patut dipuji disini adalah penempatan tiap scene nya terasa wajar, unsur aksi dan komedi cukup seimbang. Namun sayangnya tidak pernah lebih baik dari film-film yang sudah disebutkan di atas ataupun judul-judul lainnya yang panjang jika dibuatkan daftar. Killers tidak termasuk kategori film sampah tetapi tidak mengesankan juga, hiburan yang benar-benar ringan bagi pengisi waktu senggang anda.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$46,859,803 till early August 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 17 Oktober 2009

THE UGLY TRUTH : Pria Kontra Wanita Saling Jatuh Cinta

Quotes:
Abby Richter-Why, did you think I sounded desperate?
Mike-Listen to you. Desperately asking me if you sounded desperate?

Cerita:
Produser intelek sebuah acara pagi di Sacramento, Abby hidup dengan kucingnya di sebuah kompleks apartemen yang indah dan memiliki kebun. Semua terasa sempurna hingga ia bertemu dengan dua hal: Pertama; tetangga barunya, Colin adalah seorang dokter bedah muda tampan yang benar-benar tipe idamannya. Kedua; partner kerja barunya, Mike Chadway yang menyebalkan tapi sangat mengerti wanita. Program acara "The Ugly Truth" memang berhasil menaikkan rating sekaligus karir Mike dan Abby. Tidak hanya itu, Mike malah menolong Abby mendapatkan Colin dengan tips-tipsnya yang sangat jitu. Tetapi apakah Abby sendiri nyaman saat tidak menjadi dirinya sendiri. Bagaimana kelanjutan interaksinya dengan Colin ataupun Mike?

Gambar:
Khas rom kom dimana kehidupan urban ditampilkan dengan manis. Sebagian besar bersetting di California termasuk Studio KCET - 4401 Sunset Boulevard, Hollywood, Los Angeles, California, USA tempat kerja Abby dan Mike.

Act:
Masih segar dalam ingatan saya saat gadis remaja 18 tahun pada saat itu bernama Katherine Heigl bermain dalam Wish Upon a Star (1996), kali ini Kath berlakon sebagai Abby Richter, gadis produser sukses yang seringkali minder dalam urusan asmara.
Pernah mendukung remake yang cukup sukses, the Phantom of the Opera (2004), nama Gerard Butler perlahan-lahan semakin menapak di Hollywood. Disini berperan sebagai Mike Chadway, presenter acara sukses "The Ugly Truth" yang sangat mengerti wanita dan segala permasalahannya.
Lebih banyak berkecimpung di serial televisi, tunangan aktris cantik Rosalyn Sanchez bernama Eric Winter ini bermain sebagai Colin, pria sempurna di mata Abby.

Sutradara:
Pernah menangani film bergenre serupa yaitu Win a Date with Tad Hamilton! (2004), Robert Luketic yang kelahiran Australia didapuk mengarahkan film romantik komedi berbujet 38 juta dollar Amerika ini.

Comment:
Sepintas film ini hanyalah terlihat sebagai romantik komedi pada umumnya, pertemuan dua manusia berlawanan jenis yang pada awalnya saling membenci dan akhirnya jatuh cinta. Tetapi setelah menyaksikannya, The Ugly Truth ternyata lebih dari itu. Keseimbangan sudut pandang pria dan wanita dalam memandang cinta ataupun suatu hubungan terjaga dengan stabil sepanjang film sehingga tidak memihak salah satunya. Karena hal itulah, humor sarkasme mengalir dengan lancar sepanjang film dan diyakini mampu memancing tawa. Plot cerita keseluruhan pun cukup kuat dimana pendekatan yang dilakukannya terasa unik. Belum lagi interaksi Heigl dan Butler terasa sangat pas di setiap adegan dan harus diakui keduanya memiliki daya tarik masing-masing. Jelas sebuah romantik komedi yang bisa dinikmati oleh pria juga (terutama bersama pasangannya) karena dapat membuka perspektif baru anda tentang cara pandang suatu hubungan dan interaksi pria-wanita yang sangat realistis dan bisa terjadi pada siapapun juga. Don't miss it!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$88,915,214 till early Oct 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!