XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label henry thomas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label henry thomas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

DON’T LOOK UP : Arwah Penasaran Intai Syuting Remake

Tagline:
Lights.. Camera.. Evil..

Storyline:
Abad kegelapan, seorang wanita gipsi bernama Chavi sempat membuat perjanjian dengan iblis Beng untuk menikah dan melahirkan keturunan perempuan bernama Matya yang kemudian diproyeksikan melahirkan anak iblis sebelum akhirnya dibunuh oleh penduduk desa. Bertahun-tahun kemudian, sutradara Hungaria bernama Bela Olt memutuskan untuk memfilmkan kisah Matya dengan aktris Lila Kis. Satu persatu kru menghilang dari lokasi syuting secara misterius. Kini sutradara Marcus dan produsernya Josh menuju Romania untuk menyelesaikan karya Bela Olt tersebut..

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Distant Horizon, Action 5, Hakuhodo DY Media Partners, Videovision Entertainment dan menggunakan bahasa Inggris dan Romania sekaligus.

Cast:
Rachael Murphy sebagai Lila Kis
Reshad Strik sebagai Marcus Reed
Eli Roth sebagai Béla Olt
Alyssa Sutherland sebagai Claire
Henry Thomas sebagai Josh Petri
Carmen Chaplin sebagai Romy Bardoc
Lothaire Bluteau sebagai Grigore

Director:
Merupakan satu dari dua film yang disutradarai oleh Fruit Chan di tahun 2009 selain Chengdu, I Love You.

Comment:
Konon film ini merupakan remake film Jepang yang berjudul Joyurei yang rasanya tidak terlalu penting untuk diketahui produksi kapan karena nyaris tidak terdengar. Saya justru teringat pada sebuah film indie berbujet rendah berjudul Cut (2000) karya Kimble Rendall yang memiliki premis serupa menggunakan media pita seluloid. Kemiripan apapun yang mungkin ditimbulkan sebaiknya tetap menggunakan logika dalam bercerita.
Sayangnya penulis Brian Cox yang mengadaptasi skrip Hiroshi Takahashi dan Hideo Nakata tidak berbuat lebih baik. Konsistensi plotnya patut dipertanyakan. Perpindahan setting ke Romania juga tidak berarti apa-apa kalau tidak mau dikatakan bahasanya teramat mengganggu di telinga. Herannya semua kondisi yang tidak menyenangkan sebelum mengawali syuting malah tidak menyurutkan semangat kru film untuk tetap go show. Bodoh bukan?
Momok yang ditakutkan di awal adalah seorang gadis keturunan Gipsy dan Iblis bernama Matya. Namun kemunculannya sangat pelit dan tak jarang hanya siluet belaka di depan kamera. Plus satu kali di ending yang memperlihatkan adegan melahirkan dengan bayi setengah menggantung di selangkangan. Sungguh menjijikkan! Maaf jika saya sedikit spoiler kali ini karena berasumsi hanya sedikit dari anda yang mungkin tertarik menyaksikan film ini. Yang rajin tampil justru segerombolan lalat yang entah berasal dari mana ternyata dapat langsung terbang mengarah ke mata manusia!
Hampir semua nama yang mendukung film ini tidak terkenal samasekali. Rasanya beberapa dari mereka mungkin menyesalinya di kemudian hari seperti Henry Thoma. Mereka hanya berdialog satu sama lain secara datar dan tidak berdampak apapun dalam membangun ataupun menyelesaikan konflik (jika memang ada). Penonton rasanya tidak lagi peduli pada salah satu dari mereka setelah 30 menit durasi film berlalu. Biarlah yang meninggal lebih dahulu setidaknya dapat keluar lebih cepat dari syuting.
Kematian-kematian tak terjelaskan ditambah ending yang teramat cepat ditutup dalam hitungan detik seakan menipu audiens mentah-mentah yang masih mencoba mereka-reka apa yang baru saja mereka saksikan. Premis yang sebetulnya tidak terlalu buruk itu diperparah dengan spesial efek jadul dan mitos mistis yang tidak berdasar. Don’t Look Up jelas bisa diganti judulnya dengan Don’t Look (saja) sekaligus memperingatkan calon penonton untuk berpikir kembali sebelum memutuskan untuk menonton sebuah horor bersinematografi remang-remang ini.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Senin, 20 Desember 2010

DEADBIRDS : Semalam Penuh Kejutan Kawanan Perampok

Tagline:
There are worse things than dying

Storyline:
Setelah Perang Sipil di Alabama, sekelompok bandit memilih beristirahat di sebuah rumah tua setelah merampok bank dengan hasil emas murni yang tak terhingga nilainya. Mereka adalah Sam, Todd, Anabelle, Clyde, Joseph yang dipimpin oleh William berusaha menghindari malam dan badai sebelum terbang ke Mexico City keesokan paginya. Namun keputusan mereka tampaknya salah karena satu persatu mulai mengalami gangguan supernatural yang sulit dijelaskan bahkan saling menyerang satu sama lain untuk bertahan hidup. Apakah yang sesungguhnya terjadi di rumah itu di masa yang lampau?

Nice-to-know:
Kota tempat syuting film ini pernah digunakan oleh Tim Burton juga dalam Big Fish (2003).

Cast:
Henry Thomas sebagai William
Patrick Fugit sebagai Sam
Nicki Aycox sebagai Annabelle
Michael Shannon sebagai Clyde
Muse Watson sebagai Father
Mark Boone Junior sebagai Joseph
Isaiah Washington sebagai Todd

Director:
Film panjang pertama bagi Alex Turner yang sebelumnya hanya bermain dalam beberapa film pendek.

Comment:
Syuting 21 hari yang tergolong singkat dengan bersettingkan satu malam saja di sebuah tempat rasanya memang cukup untuk menghasilkan film horor. Permasalahannya adalah kualitas akhirnya yang seringkali dipertanyakan.
Namun saya acungi jempol bagi debut sutradara Turner yang berhasil mengarahkan horor modern yang tetap bergaya klasik, mengingatkan pada karya-karya John Carpenter. Tentunya Turner tidak sendiri karena banyak orang-orang berbakat yang mendukungnya kali ini.
Screenplay yang dikerjakan Simon Barrett mampu menjaga intensitas ketegangan dengan interval yang pas. Berbaur manis dengan kinerja kamera Steve Yedlin yang banyak sekali bermain dengan konsep bayangan yang nyatanya cukup efektif. Sedangkan pada bagian score, Peter Lopez membangun atmosfir dengan brilian sehingga tercipta suasana mengerikan yang mendirikan bulu kuduk, mirip apa yang biasanya dilakukan oleh Polanski.
Dari jajaran cast, Thomas, Aycox, Washington, Watson dkk sebetulnya bermain lumayan, sayangnya tidak dibarengi oleh pengembangan karakter yang menarik. Hubungan antar tokoh seharusnya bisa diperkaya lagi tetapi tampaknya dianggap tidak terlalu diperlukan apalagi setting yang dominan dengan kegelapan agak menyulitkan untuk itu.
Meski bertempo lambat, Dead Birds sukses menjaga ritmenya, terlepas dari bagian pertengahan yang terkesan terlalu berlama-lama. Salah satu horor berbujet rendah yang berkualitas baik dalam beberapa tahun terakhir dimana atmosfir dan suspense berhasil dipertahankan sampai kejutan akhir. Ending yang mungkin tidak mengenakkan bagi anda tetapi cukup rasional. Ohya, beberapa jump out scenes bisa jadi membuat anda terpekik dan sulit tidur!

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 26 Februari 2010

DEAR JOHN : Ujian Jarak Waktu Cinta Tentara

Quotes:
Savannah Curtis: The saddest people I've ever met in life are the ones who don't care deeply about anything at all.


Storyline:
Marinir John Tyree tengah menghabiskan masa cuti selama 2 minggu di kampung halamannya. John berkenalan dengan Savannah Curtis hingga terlibat dalam asmara yang amat membahagiakan. Liburan dihabiskan berdua sampai John mengenalkan Savannah pada ayahnya yang menderita autis. Walaupun sempat timbul masalah, keduanya sepakat meneruskan hubungan melalui surat. Terpisah jarak dan waktu, Savannah mulai ragu akan masa depan hubungan mereka. Di sisi lain, John yang terus berpindah-pindah dalam misinya terus percaya akan kekuatan cinta yang membuatnya bertahan.

Nice-to-know:
Rilis minggu pertamanya di United States menempati posisi puncak sekaligus mengakhiri Avatar nya James Cameron yang sudah berada di sana selama 7 minggu berturut-turut!

Cast:
Baru saja membintang utamai G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009), Channing Tatum berperan sebagai John Tyree
Mulai dikenal luas sejak serial televisi Veronica Mars (2004-2006), Amanda Seyfried bermain sebagai Savannah Curtis
Richard Jenkins sebagai Mr. Tyree
Henry Thomas sebagai Tim Wheddon
D.J. Cotrona sebagai Noodles

Director:
Lasse Hallstrom baru saja sukses mengharu-biru penonton lewat Hachiko : A Dog’s Story (2009)

Comment:
Nicholas Sparks memang terkenal dengan novel-novel romansa melankolisnya yang rata-rata sudah pernah difilmkan sebelumnya. Judul yang satu ini tanpa pengecualian dimana percintaan jarak jauh antara gadis konservatif dan pemuda Angkatan Darat menjadi bumbu utama. Jamie Linden ditunjuk untuk menggarap skripnya tanpa banyak perubahan berarti, terkecuali mempertajam dialognya yang disesuaikan dengan momen-momen yang ingin disampaikan.

Channing Tatum merupakan pilihan tepat untuk menokohkan John Tyree. Badannya yang tinggi tegap terlihat amat cocok sebagai tentara muda. Sepintas anda dapat menangkap kegelisahan jiwanya karena tumbuh di dalam keluarga yang tidak sempurna, bahkan tidak mengakui kalau ayahnya memiliki kelainan autisme. Sayangnya kiprah John di medan perang hanya terkesan sebagai latar belakang saja sehingga empati penonton tidak sampai terbangun dengan kuat untuk mempedulikannya.
Aktris muda bermata besar yang sedang naik daun, Amanda Seyfried memberikan penjiwaan yang cukup matang. Keriaan Savannah Curtis yang juga berjiwa sosial itu mampu dikombinasikannya dengan perasaan perempuan yang tak berdaya karena cinta yang tak pernah benar-benar ada di sisinya. Chemistry keduanya terjalin manis meskipun scene yang mempertemukan keduanya berhadap-hadapan boleh dihitung dengan jari.

Sutradara Hallstrom sudah populer dengan kemampuannya meracik bumbu drama sedemikian rupa hingga menjadi tontonan yang emosional. Sinematografinya cukup natural berpadu dengan ilustrasi musik tipikal bergaya lawas. Kali ini ia sampai melakukan syuting ulang untuk penutupan film karena adegan asli yang setia dengan bukunya tidak sesuai dengan harapan audiens pada saat screening awal. Jujur saya belum membaca bukunya sehingga tidak merasa berhak untuk membandingkan.
Sebagai sebuah drama percintaan, Dear John mengeksploitasi perasaan tentara perang dan gadis yang menunggunya dengan seimbang. Itulah sebabnya penonton pria maupun wanita mampu menikmati narasinya dengan curahan perasaan penuh lewat tulisan. Cinta sejati memang butuh ujian, sebagian menyerah dan sebagian lagi terus berupaya meskipun tertatih dan kehilangan arah. Satu yang pasti, waktu yang akan menjawab itu semua.

Durasi:
108 menit

U.S. Box Office:
$ 80,014,842 till Apr 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent