XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label gerard depardieu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gerard depardieu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

POTICHE : Istri Setia Emansipasi Wanita 70an

Tagline:
France, 1977: Women's Liberation is in the air.

Storyline:
Suzanne Pujol telah menikah lama dengan suaminya Robert Pujol, pemilik pabrik payung yang otoriter sekaligus seorang buaya darat. Namun Suzanne lebih memilih diam dan mengurus rumah tangga sekaligus anak-anak mereka. Iapun mendapat julukan “Trophy Housewife” atas sikapnya itu. Semua mulai berubah saat karyawan pabrik menuntut keadilan dan hal ini menyebabkan Robert jatuh sakit. Untuk mengisi kekosongan sekaligus menenangkan situasi, Suzanne terpaksa turun tangan dibantu putra putrinya Laurent dan Joelle. Di luar dugaan, trik tersebut berhasil dan Suzanne memenangkan hati banyak orang. Sekembalinya Robert, keadaan menjadi panas karena persaingan suami istri yang tidak lagi sama. Belum lagi kehadiran mantan Suzanne,Maurice Babin yang sedang berkampanye menjadi walikota.

Nice-to-know:
Film yang judulnya berarti Trophy Wife ini diproduksi oleh Mandarin Films.

Cast:
Sempat dinominasikan Oscar kategori Aktris Terbaik lewat Indochine (1992), Catherine Deneuve bermain sebagai Suzanne Pujol
Gérard Depardieu yang kini berperan sebagai Maurice Babin juga pernah menjadi nominasi Aktor Terbaik dalam Cyrano de Bergerac (1990)
Fabrice Luchini sebagai Robert Pujol
Karin Viard sebagai Nadège
Judith Godrèche sebagai Joëlle
Jérémie Renier sebagai Laurent Pujol

Director:
François Ozon paling dikenal lewat salah satu thrillernya, Swimming Pool (2003) yang menjadi cult sampai saat ini.

Comment:
Film ini menjadi sasaran utama saya saat pertama kali melihat jadwal Sinema Perancis 2011 dan pilihan tersebut ternyata tidak salah. Komedi keluarga yang diusungnya memang terasa agak “berat” dengan berbagai konfliknya tetapi justru dibawakan dengan gaya yang santai dan mudah dicerna.
Sutradara Ozon menerjemahkan konsep retro dengan sempurna. Gaya dan feeling tahun 70an tertata dengan baik. Terima kasih pada kinerja kamera, editing, kostum, make-up, gaya rambut yang demikian rapi. Settingnya juga berhasil menggambarkan Perancis pada masa itu mulai dari pernak-pernik hingga strukturisasinya. Sepintas kita tidak akan percaya bahwa film ini dibuat di tahun 2010.
Deneuve merupakan salah satu aktris legendaris Perancis. Di tangannya peran Suzanne berkembang menarik sekaligus menjadi ikon emansipasi wanita pada masanya. Penonton akan berpihak padanya sejak awal dimana kepolosan, optimisme, kecerdasan, keceriaannya dijamin menginspirasi orang-orang di sekitarnya.Hubungan Suzanne dengan setiap anggota keluarga dan masa lalunya juga dipaparkan secara detail.
Luchini menerjemahkan tokoh pemimpin bertangan besi, suami yang tidak setia, ayah yang cuek dengan sedikit komikal bahkan kita akan merasa beberapa tindakannya cukup radikal. Sedangkan Depardieu terlihat kaku dan tidak berpendirian, perasaannya tidak berubah pada Suzanne walau hubungan mereka telah berakhir bertahun-tahun silam. Viard juga cukup mencuri perhatian sebagai sekretaris selingkuhan yang akhirnya berkoalisi dengan istri bos dikhianatinya itu.
Potiche merupakan sebuah komedi satir yang menghibur dan digarap dengan visualisasi yang memukau dengan warna-warni pastel yang cerah. Berbagai hubungan suami-istri, orangtua-anak, mantan kekasih dsb memang masih terkesan klise selayaknya tersaji pada film-film Perancis pada umumnya. Namun karakterisasi yang demikian kaya dalam mengartikan konfliknya berhasil mempertahankan energi hingga konklusi akhir.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$421,844 till Apr 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 14 September 2010

PUBLIC ENEMY NUMBER ONE : Asal Usul Gangster Legendaris Perancis

Original title:
L'instinct de mort

Storyline:
Sejak muda Jacques Mesrine sudah menunjukkan karakternya yang keras dan pemberani. Seringkali ia berpindah-pindah dari pelukan satu wanita ke wanita lain sampai bertemu Sofia yang akhirnya memberinya 3 anak dan berujung perceraian. Kemudian ia berjumpa Jeanne yang berpaham sama dengannya. Keduanya melakukan perampokan bersama dan berakhir di penjara untuk waktu yang cukup lama. Namun bukan Mesrine namanya jika menyerah begitu saja. Ia pun merancang pelarian bersama Jean-Paul di tengah penjagaan yang ketat..

Nice-to-know:
Awalnya Barbet Schroeder sempat ditunjuk untuk mengarahkan dua film Mesrine ini.

Cast:
Mengawali karier akting layar lebar lewat Les cigognes n'en font qu'à leur tête (1989), Vincent Cassel bermain sebagai Jacques Mesrine yang dikenal sebagai musuh publik Perancis nomor satu pada jamannya.
Cécile De France sebagai Jeanne Schneider
Gérard Depardieu sebagai Guido
Gilles Lellouche sebagai Paul
Roy Dupuis sebagai Jean-Paul Mercier
Elena Anaya sebagai Sofia

Director:
Jean-François Richet sebelum ini mengarahkan film Hollywood, Assault on Precinct 13 (2005).

Comment:
Saya sedikit mempertanyakan mengapa film ini masuk ke Indonesia! Bukan atas dasar negatif tapi lebih merupakan pemakaian judul yang salah seakan merupakan satu film yang utuh. Padahal sebetulnya terbagi dua yang dirilis nyaris bersamaan yaitu Mesrine: Killer Instinct dan Mesrine : Public Enemy Number One. Bahwa tidak jelas part II nya apakah akan masuk kembali ke bioskop? Tidak ada yang tahu sejauh ini.
Ini adalah film Eropa secara umum yang menceritakan biopik seorang Jacques Mesrine, gangster legendaris Perancis pada periode tahun 60-70an. Otomatis ingatan kita membubung pada Public Enemies (2009) nya Johnny Depp yang mengisahkan seorang John Dillinger, gangster legendaris Amerika pada periode tahun 30an. Dejavu? Tidak juga. Mesrine tetaplah tokoh unik yang secara luar biasa diwujudkan oleh aktor berbakat Vincent Cassel yang sudah membuktikan kualita aktingnya di berbagai film internasional. Semua scene utama Cassel mulai dari perampokan, penyanderaan, perkelahian, pembunuhan, penyiksaan, pelarian termasuk romantisme dan pemukulan terhadap wanita akan memporak-porandakan perasaan anda yang menyaksikannya. Terasa sangat real hingga dibutuhkan beberapa gunting sensor untuk beberapa bagiannya.
Richet juga menyajikan sinematografi yang memuaskan. Setting tahun 60an dihadirkan dengan pencahayaan yang pas. Belum lagi close-up shot para tokohnya yang seringkali membuat audiens merasa terlibat langsung dalam adegan terkait. Tensi tinggi sebuah action thriller juga terjaga sepanjang durasinya sehingga perjalanan hidup seorang Mesrine sebelum menjadi legenda benar-benar tereksploitasi dengan maksimal. Yah mudah-mudahan saya berkesempatan menonton kelanjutannya. Jika tidak di bioskop maka terpaksa di dvd. Go see it!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$413,958 till mid Sept 2010 (limited screens).

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent